Thursday, April 7, 2016

Four "Happy Chemicals"

Simon Sinek, seorang motivator dan pembicara handal, menjelaskan tentang 4 happy chemical yang dia singkat dengan EDSO (Endorphin, Dophamine, Serotonin, dan Oxcytocin).
E dan D adalah happy chemicals yang bisa muncul dalam tubuh dengan usaha kita sendiri. S dan O adalah happy chemicals yang bisa muncul dalam interaksi kita dengan orang lain.

Endorphin adalah hormon yang kita lepaskan dalam tubuh sebagai respon atas rasa sakit, letih yang kita rasakan. Hormon ini memanipulasi rasa sakit, letih, dsb. Misal ketika kita sedang lembur, atau sedang latihan angkat beban, kita mengeluarkan hormon Endorphin. Hormon ini mampu membuat kita bekerja ekstra.

Dophamine adalah horman yang kita lepaskan dalam tubuh sebagai respon akan pencapaian pribadi kita. Misal ketika kita berhasil mendapatkan ranking disekolah atau menjadi juara dalam suatu pertandingan olah raga.

Serotonin adalah hormon yang kita lepaskan sebagai respon akan pengakuan orang lain terhadap diri kita. Misal ketika kita meraih ranking disekolah, hormon serotonin dilepaskan saat kita melihat orang tua kita hadir disana dan memandang mata mereka yang penuh rasa bangga atas pencapaian kita. Sebuah ucapan "saya bangga padamu" atau sebuah tepukan dibahu dari orang lain membuat kita melepaskan hormon ini. Atau saat kita melakukan sebuah pengorbanan atau hal baik terhadap orang lain, lalu mendapatkan pengakuan dari orang lain atas pengorbanan yang sudah kita lakukan.

Oxytocin adalah hormon yang kita lepaskan dalam tubuh sebagai respon atas relasi yang intim, dekat, dan rasa aman yang kita dapatkan dari orang lain. Misalnya saat hubungan seks dengan pasangan maka hormon ini akan dilepaskan dalam tubuh. Ini yang menjelaskan mengapa orang yang hidup berpasangan pada umumnya sehat, bahagia dan berumur lebih panjang.


Sunday, February 21, 2016

Kelatahan Dalam Mencomot Comot Ayat Alkitab

Oke, tulisan kali ini tentang iman.
Terkadang saya merasa geretan terhadap saudara saya yang Muslim yang mencoba untuk mencomot sebagian dari ayat Alkitab untuk memperkuat keyakinannya bahwa agama dia yang benar.

Misalnya sebuah tulisan yang saya kutip berikut ini :

Inilah dakwah Islam di Amerika yang digalakan oleh Kelompok Muslim Amerika ternama, Islamic Circle of North America (ICNA). Mereka berusaha mengenalkan siapa itu Jesus sebenarnya, dan juga membagikan Al-Quran terjemahan bahasa Inggris.
Foto di atas adalah foto kegiatan ICNA di Abbot Kinney Festival 2015 di Los Angeles yang dirilis oleh fanpage ICNA pada 28 September 2015 lalu.
Dalam tulisannya yang berjudul (terjemahan) "Umat Muslim Lebih Mencintai Ajaran Yesus Daripada Umat Kristen", Dr. Laurence Brown, seorang mualaf menyampaikan bukti-bukti bahwa Umat Islam lah yang mengamalkan ajaran Yesus.
Diantaranya:
- Yesus disunat (Lukas 2:21). Sedangkan umat Muslim juga disunat.
- Yesus tidak makan daging babi, sesuai dengan hukum Perjanjian Lama (Imamat 11: 7 dan Ulangan 14: 8). Muslim secara keseluruhan juga tidak makan babi. Bagaimana dengan umat Kristen?
- Yesus tidak memberi atau mengambil riba (bunga), sesuai dengan larangan dalam Perjanjian Lama (Keluaran 22:25). Riba (bunga) juga dilarang dalam Al-Qur'an, sebagaimana juga dilarang dalam agama Yesus. Perekonomian sebagian besar negara Kristen, bagaimanapun, terstruktur berdasarkan riba.
- Yesus berjenggot, sebagaimana umat Muslim juga dianjurkan untuk berjenggot dalam Islam.
- Ibunda Yesus menutupi rambutnya, dan hal ini dipraktekkan oleh wanita Kristen dari kawasan Palestina dan sekitarnya hingga pertengahan abad kedua puluh. Dan lagi-lagi, ini adalah praktek yang dilakukan umat Islam, tetapi tidak dipraktekkan di antara orang-orang Kristen modern.
- Yesus mengajarkan murid-muridnya untuk mengucapkan salam "Damai" (Lukas 10: 5), dan kemudian memberikan contoh dengan mengucapkan "Damai sejahtera bagi kamu" (Lukas 24:36, Yohanes 20:19, Yohanes 20:21, Yohanes 20: 26). Lalu, siapakah yang terus mempraktekkan ajaran ini sampai sekarang, Kristen atau Muslim? "Damai sejahtera bagi kamu" adalah arti dari sapaan umat Muslim, “Assalammu’alaikum.” Yang menarik, kita juga menemukan ucapan ini dalam Yudaisme (Kejadian 43:23, Bilangan 6:26, Hakim 6:23, I Samuel 1: 17 dan I Samuel 25: 6)
Intinya mereka memakai apa yang ada di Alkitab untuk memperkuat kebenaran agama mereka. Oleh karena itu, sejak mereka mengutip ayat dalam Alkitab tersebut (yang berarti mereka percaya ayat tersebut), pertanyaan pentingnya adalah : APAKAH MEREKA BENAR-BENAR MEMPERCAYAI SEMUA YANG YESUS KATAKAN DALAM ALKITAB?

Dalam Alkitab, Yesus berkata : Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada satu orang pun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.

Artinya Dia adalah satu-satunya jalan menuju Allah. Bukan Muhammad ataupun nabi-nabi lainnya. Lalu, apakah mereka mempercayai itu juga?? Kalau tidak, berarti mereka hanya mencomot beberapa ayat dalam Alkitab yang sesuai dengan ajaran agama mereka dan menolak ayat-ayat yang bertentangan dengan ajaran Alquran. Terhadap orang-orang seperti ini, diskusi tidak perlu dilanjutkan lagi karena telinga mereka hanya ingin mendengar hal-hal yang ingin mereka dengar saja.

Sebenarnya, ayat-ayat yang mereka comot diatas bisa dijelaskan dan mereka tidak paham konteks keseluruhan ayat tersebut. Itulah akibat mereka terlalu latah untuk asal comot ayat dari agama lain, seolah-olah mereka sudah mempelajari dengan seksama isi ayat tersebut dan Alkitab secara utuh.

Tetapi penjelasan tersebut tentunya hanya akan bermamfaat apabila dijelaskan kepada orang yang benar-benar murni ingin mencari apa yang benar.


Sunday, February 14, 2016

Theodore Roosevelt : Presiden Dengan Mental dan Fisik Yang Tangguh

Orang bijak berkata "adalah baik belajar dari pengalaman diri sendiri, namun lebih baik lagi jika belajar dari pengalaman orang lain".

Salah satu caranya adalah dengan membaca dan mempelajari kisah hidup orang-orang besar. Besar disini tidak berarti ukuran badan tetapi dari skala pengaruh hidupnya bagi orang lain.
Salah satu orang besar yang pernah hidup adalah Theodore Roosevelt. Dia adalah presiden Amerika yang ke-26 dan yang termuda sepanjang sejarah saat itu, yaitu pada usia 42 tahun. (https://id.wikipedia.org/wiki/Theodore_Roosevelt)

Silahkan googling dan pelajari kisah hidupnya. Saya sendiri kagum dengan sosok beliau. Dia adalah pria yang punya fisik dan mental yang tangguh. Biarpun terlahir dari keluarga kaya, namun tak berarti dia anak yang manja. Dia dididik dengan baik oleh sang ayah.

Theodore Roosevelt, atau disingkat TR, adalah seorang presiden, prajurit, petualang, penulis buku, dan penyayang keluarga. Semua karakter yang diperlukan untuk menjadi pria sejati ada dalam dirinya. Untuk bisa menjadi seperti dia, butuh disiplin dalam melatih fisik dan mental setiap hari. Itu berarti, tidak ada ruang untuk bermalas-malasan. Karena hidup ini terlalu singkat dan berharga untuk dijalani dengan bermalas-malasan saja. “With self-discipline most anything is possible.” –Theodore Roosevelt


"Anda harus siap fisik dan mental kalau mau melakukan perubahan"
(Ahok)

Saturday, February 13, 2016

Tak Seindah Yang Dibayangkan

Ternyata menjadi terkenal, berprestasi, dan bergelimang harta tak selalu seindah yang dibayangkan. Setidaknya itu yang saya pahami dari kejadian meninggalnya diva legendaris, Whitney Houston. Siapa yang tak kenal dia dan lagu-lagunya. Salah satu yang saya suka adalah lagu "When You Believe" yang juga menjadi soundtrack film animasi terbaik tahun 1998 "Prince of Egypt".

Namun, dibalik sederat prestasi tersebut, tersimpan jiwa yang ternyata rapuh dan diperbudak oleh narkoba. Setidaknya itulah hasil investigasi kepolisian setelah menemukan jasad Whitney di bak kamar mandi hotelnya. Sungguh amat disayangkan dan tragis sekali. Semua hal yang orang impikan dari seorang Whitney Houston ternyata tak mampu memuaskan jiwa sang diva. Popularitas, harta, prestasi, dan bakat menyanyi yang luar biasa, pun tak menjamin seseorang bisa bahagia dan memuaskan jiwa. Peristiwa ini makin tragis lagi karena putrinya meninggal 3 tahun kemudian akibat Narkoba dengan kejadian yang hampir sama dengan sang ibu, meninggal di kamar hotel akibat overdosis.

  • http://www.kapanlagi.com/showbiz/hollywood/narkoba-38-alkohol-di-balik-kematian-whitney-houston-38-putrinya-5c410f.html
  • http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/03/120323_whitneyhoustonotopsi
Kejadian ini setidaknya mengajari saya satu hal penting bahwa segala hal yang dapat saya miliki di dunia ini tidak akan pernah bisa memuaskan jiwa dan membahagiakan saya. Saya selalu ingat kutipan seperti ini :
There is no way to happiness, happiness is the way
Tidak ada jalan/cara menuju kebahagiaan. Tapi kebahagiaan itu sendiri adalah jalannya. Bahagia tidak hanya diraih ketika kita berhasil sampai ke puncak, tetapi juga ketika kita menjalani jalan sampai tiba puncak. Jika kita hanya bahagia ketika tiba di puncak, kita akan banyak mengalami kesedihan karena masa-masa dipuncak hanya sementara saja. Hidup ini ada puncak, lembah, naik, dan turun. Kita hanya harus belajar menikmati setiap langkah hidup kita, entah diposisi manapun kita berada saat ini.

Lalu, bagaimana caranya agar bisa menikmati kebahagian diposisi manapun kita berada?
Jawabannya MINDSET yang benar!
Mindset untuk selalu mensyukuri setiap hal dalam hidup. Alkitab banyak kali mengajarkan mindset-mindset yang benar dan penting untuk kita tanam dalam benak. Salah satunya adalah mengajarkan kita untuk mengucap syukur dalam segala hal.
Mindset ibarat pondasi. Karena saya yakin, setiap tindakan yang kita lakukan bermula dari apa yang kita pikirkan. Jika pondasi (mindset) kita kuat, maka badai dan hujan dalam hidup tak akan meruntuhkan bangunan kehidupan kita.
Pikiran melahirkan tindakan. Tindakan melahirkan kebiasaan. Kebiasaan melahirkan karakter. Karakter menentukan masa depan. 

Sunday, November 29, 2015

Pygmalion Effect : A Phenomenon That Every Leader Must Consider

Pygmallion is a character in a Greek myth. He worked as a sculptor and one day he created a woman statue which was very perfect and beautiful. Enamored by the beauty of his own making, Pygmalion begs the gods to give him a wife in the likeness of the statue. The gods grant the request, and the statue comes to life..

Based on that story, social psychologist Robert Rosenthal and Jacobsen (1968) conduct an experiment to see the impact of expections put on someone to his performance.  The work of Rosenthal and Jacobsen (1968), among others, shows that teacher expectations influence student performance. Positive expectations influence performance positively, and negative expectations influence performance negatively. Rosenthal and Jacobson originally described the phenomenon as the Pygmalion Effect.
“When we expect certain behaviors of others, we are likely to act in ways that make the expected behavior more likely to occur.” (Rosenthal and Babad, 1985)
Some practical tips related to Pygmallion Effect that can be implemented in our daily life if you are a teacher or leader in a company.

  1. Never forecast failure in the classroom or workplace. If you know a test/task is particularly difficult, tell your students/follower that the test is difficult but that you are sure that they will do well if they work hard to prepare.
  2. Do not participate in gripe sessions about students/follower. Faculty members/leaders who gripe about students/follower are establishing a culture of failure for their students, their department and their own teaching.
  3. Establish high expectations. Students/follower achieve more when faculty/company have higher expectations. When you give students/employee a difficult assignment, tell them, “I know you can do this.” If you genuinely believe that your students/employee cannot perform the assignment, postpone the assignment and re-teach the material.

Setidaknya ada 2 orang hebat yang saya tahu dari kisah hidupnya mengalami efek pygmallion ini, dimana mereka mendapatkan posititive and high expectations dari orang-orang yang mereka hormati dan sayangi sehingga memberi mereka power untuk menjadi sukses. Kedua orang tersebut adalah Darwin Silalahi (CEO Shell Indonesia) dan Handry Satriago (CEO General Electric Indonesia).

Tuesday, November 10, 2015

Peperangan Yang Pertama dan Terutama

Peperangan pertama dan yang terutama (dan juga yang paling sulit) adalah perang terhadap diri sendiri. 
Terhadap ketakutan, 
kemalasan, 
kesombongan, 
keserakahan,
amarah


Kemenangan terhadap diri sendiri akan mendahului kemenangan terhadap tantangan hidup lainnya yang berasal dari luar diri sendiri. 

Sunday, November 8, 2015

Percaya kepada apa/siapa?

Sebagai seorang pemimpin, dalam memutuskan suatu hal tidak boleh berdasarkan pendapat/saran orang lain tanpa memperhatikan data/fakta/analisa pribadi si pemimpin. Tidak boleh. Mengapa? Karena setiap orang punya kepentingannya masing-masing dan motivasi yang seringkali hanya untuk keuntungan pribadi. Padahal seorang pemimpin bertanggung jawab untuk nasib semua orang yang dipimpinnya.

Oleh sebab itu keputusan harus berdasarkan data, fakta, dan anisis pribadi sebagai seorang pemimpin. Itulah keputusan yang akan adil bagi semua orang.

Sunday, September 20, 2015

Filosofi Rumus

Hari ini ketika mengikuti kursus tank inspector, saya diingatkan lagi untuk TIDAK sekedar menghafal rumus, tapi yang lebih penting adalah memahami filosofi rumus tersebut. Misalnya contoh rumus perhitungan thickness minimum localized thinned area dari rumus API 653 dibawah



Ketika menghadapi rumus tersebut, saya harus terlebih dulu menanyakan "Apakah rumus diatas make sense buat saya?".

Misalnya dalam rumus diatas, thickness minimum yang dibutuhkan untuk shell tanki bisa tetap dioperasikan, nilainya berbanding terbalik dengan S (stress maksimum yang diizinkan).

Apakah itu make sense?

Pikirkan lagi. Misalkan kalau seandainya suatu material pelat shell tipe "X" memiliki nilai S besar, artinya material pelat tersebut mampu menahan stress yang besar dan tidak mengalami kerusakan. Sehingga material tersebut hanya membutuhkan ketebalan yang lebih kecil saja dibandingkan material lain yang punya nilai S yang lebih kecil. Berarti logislah kalau nilai S besar, maka nilai t akan kecil dan sebaliknya.

Kemudian makna E, joint eficiency itu apa sebenarnya?

  • Analogi pertama. Ketika kita hendak membangun suatu jalur dengan jalan aspal yang punya kekuatan menahan beban hingga 10 ton. Lalu jalur tersebut akan melewati sungai, dan kita bangun jembatan dengan kekuatan menahan beban hanya 8 ton. Maka ketika kita hendak melewati keseluruhan jalur tersebut, kita HANYA akan memakai kendaraaan yang punya beban maksimal 8 ton saja.
  • Analogi kedua. Tetapi seandainya kendaraan kita tidak akan pernah melewati jembatan berkekuatan 8 ton tersebut, maka kita bisa memakai kendaraan hingga 10 ton.
  • Analogi ketiga. Lalu misalkan kekuatan jalan aspal 10 ton dan kekuatan jembatan kita desain 12 ton. Jika kita ingin melewati jalur tersebut, kita HANYA akan memakai kendaraan yang punya beban maksimal 10 ton, BUKAN 12 ton, karena kita tidak ingin jalan aspal kita jebol.

Jembatan yang menghubungi dua daratan tersebut ibarat joint antar shell tanki. Dari analogi tersebut kita tahu bahwa joint efiency tidak akan pernah lebih besar dari 1. Karena beban kendaraan maksimal kita tetap mengikuti jalan aspal 10 ton sekalipun jembatan kita desain 12 ton.

Sehingga untuk kasus korosi yang jauh dengan joint (jembatan-red) dimana jaraknya lebih besar dari 1 inch, maka E-nya 1(ingat analogi kedua).Tetapi untuk yang dekat dengan joint, maka nilai E nya mengikuti tabel 4.1 pada API 653.

Intinya, selalu pahami filosofi suatu rumus dan tanyakan pada diri sendiri apakah rumus itu make sense buat anda.

Friday, September 18, 2015

Tank Inspector


  1. Untuk Konstruksi (bukan rekonstruksi yaa), WPS dan welder/welding operator harus dikualifikasi menurut aturan standard ASME Section IX
  2. Untuk Re-konstruksi, WPS dan welder/welding operator harus dikualifikasi menurut aturan standard ASME Section IX, API 650 Section 9, dan API 653 
  3. Untuk welding pada tangga (ladder) dan platform asemblies, handrail, stairways, WPS mengacu pada AWS D1.1, AWS D.1.6, atau ASME Section IX. (Umumnya aturan di ASME IX lebih ketat dibanding AWS)
  4. Essential Variable dalam Prosedur dalam ASME Section IX artinya apabila ada perubahan pada kondisi pengelasan akan mempengaruhi mechanical properties pengelasan tersebut. 
  5. Sesuai ASME IX QW 322, jika seorang welder sudah tidak pernah mengelas sesuai dengan sertifikatnya selama 6 bulan lebih maka kualifikasi welder tersebut sesuai sertifikatnya dinyatakan expired
  6. Ref API 650, identifikasi atas welded joint (sambungan las), dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut : hand- or machine stamped adjacent to completed weld atau membuat record yang mengidentifikasi welder untuk setiap joint.
  7. Ketika lowest shell course didesain dengan stress material grup IV, IVA, V, atau VI, maka anular bottom plate yang di butt-welded harus digunakan.
Acceptance Standards NDE pada API 650 :
  • MT: ASME Section VIII, Appendix 6 (Paragraphs 6-3, 6-4, 6-5)
  • PT: ASME Section VIII, Appendix 8, (Paragraphs 8-3, 8-4, 8-5)
  • RT: ASME Section VIII, Paragraph UW-51 (b)
  • UT: For welds examined by UT in lieu of RT, acceptance standards are in API 650 Appendix U. For UT when RT is used for the requirements of 7.3.2.1, the acceptance standard is as agreed upon by the Manufacturer and Purchaser.

Sunday, August 9, 2015

Profit!

Profit adalah keuntungan yang kita dapatkan karena melakukan sesuatu. Sesimpel itu.

Seringkali profit dinilai dengan uang, tetapi menurut saya profit sebaiknya dilihat lebih dari sekedar uang, misalnya relasi, dan pengalaman (experience).

Jika profit diukur dengan uang, maka profit adalah berapa besar nilai uang yang kita dapatkan. Dihitung dari besarnya pendapatan dikurangi dengan biaya operasional.
Jika diukur dengan relasi, profit dalam hal ini berapa banyak relasi dan kualitas relasi yang kita jalin karena melakukan sesuatu, misalnya bergabung dalam komunitas tertentu.
Jika diukur dengan pengalaman, profit adalah berapa banyak pengalaman yang kita dapatkan karena melakukan sesuatu, misalnya dengan membantu job desc seseorang, kita mendapatkan pengalaman (wawasan) tertentu.

Dan tahukah anda, seringkali, profit relasi dan profit pengalaman ini begitu berharga dan bisa saja lebih besar nilainya dari profit uang yang didapatkan. Manusia yang hanya memikirkan uang sebagai acuan profit, akan sulit melihat hal tersebut.

Lalu, apakah kita berdosa jika bekerja dengan mengharapkan profit?
Terlalu naif kalau kita katakan "ya".
Terkadang orang yang berpikiran naif seperti itu berpikir bahwa jika salah satu pihak diuntungkan, maka pihak yang lain pasti dirugikan. Well, pemikiran seperti itu sangat dangkal dan hanya menilai profit dari uang saja.

Lalu pertanyaan berikutnya yang muncul, apakah bisa kedua pihak sama-sama profit? Saya yakin bisa. Tergantung niat saja sebenarnya. Dan ingat profit tidak semata-mata dinilai dengan uang saja. Namun, jika kita berurusan dengan orang yang kikir, maka akan sulit sekali mendapatkan keuntungan dikedua belah pihak karena orang kikir hanya berniat mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari pihak lain untuk dirinya sendiri. Selalu ada win-win solution yang menguntungkan kedua belah pihak.

Saturday, August 1, 2015

What You Miss When You Take Notes on Your Laptop

Even in my relatively short foray into office life, I notice that few people bring a pen and notebook to meetings. I’ve been told that over the years, the spiral notebooks and pens once prevalent during weekly meetings have been replaced with laptops and slim, touch-screen tablets.
I suppose it makes sense. In a demanding new age of technology, we are expected to send links, access online materials, and conduct virtual chats while a meeting is taking place. We want instant gratification, and sending things after the meeting when you’re back at your desk feels like too long to wait. It seems that digital note-taking is just more convenient.
But is longhand dead? Should you be embarrassed bringing a pen and paper to your meetings? To answer these questions, I did a little digging and found that the answer is no, according to a study conducted by Princeton’s Pam A. Mueller and UCLA’s Daniel M. Oppenheimer. Their research shows that when you only use a laptop to take notes, you don’t absorb new materials as well, largely because typing notes encourages verbatim, mindless transcription.
Mueller and Oppenheimer conducted three different studies, each addressing the question: Is laptop note taking detrimental to overall conceptual understanding and retention of new information?
For the first study, the researchers presented a series of TED talk films to a room of Princeton University students. The participants “were instructed to use their usual classroom note-taking strategy,” whether digitally or longhand, during the lecture. Later on, the participants “responded to both factual-recall questions and conceptual-application questions” about the film.
The students’ scores differed immensely between longhand and laptop note takers. While participants using laptops were found to take lengthier “transcription-like” notes during the film, results showed that longhand note takers still scored significantly higher on conceptually-based questions. Mueller and Oppenheimer predicted that the decrease in retention appeared to be due to “verbatim transcription.”
.....results showed that longhand note takers still scored significantly higher on conceptually-based questions..
But, they predicted that the detriments of laptop note taking went beyond the fact that those with computers were trying to get every word down. In their second study, Mueller and Oppenheimer instructed a new group of laptop note takers to writewithout transcribing the lecture verbatim. They told the subjects: “Take notes in your own words and don’t just write down word-for-word what the speaker is saying.”
These participants also watched a lecture film, took their respective notes, and then took a test.
They found that their request for non-verbatim note taking was “completely ineffective,” and the laptop users continued to take notes in a “transcription like” manner rather than in their own words. “The overall relationship between verbatim content and negative performance [still] held,” said the researchers.
In a third study, Mueller and Oppenheimer confronted a final variable — they found that laptop note takers produced a significantly greater word count than longhand note takers. They wondered, “Is it possible that this increased external-storage capacity could boost performance on tests taken after an opportunity to study one’s notes?” So while the immediate recall on the lecture is worse for laptop note takers, do their copious notes help later on?
For this study, participants “were given either a laptop or pen and paper to take notes on a lecture,” and “were told that they would be returning the following week to be tested on the material.” A week later, they were given 10 minutes to study their notes before being tested.
And again, though the laptop note takers recorded a larger amount of notes, the longhand note takers performed better on conceptual, and this time factual, questions.
This final test clarified that the simple act of verbatim note taking encouraged by laptops could ultimately result in impaired learning. “Although more notes are beneficial, at least to a point, if the notes are taken indiscriminately or by mindlessly transcribing content, as is more likely the case on a laptop than when notes are taken longhand, the benefit disappears,” said Mueller and Oppenheimer.
the longhand note takers performed better on conceptual, and this time factual, questions
Though your days of cramming for tests may be over, you still need to recall pitches, dates, and statistics from meetings. That’s why we take notes in meetings.  And while there are plenty of ways to work smarter with digital tools, you may remember more if you leave the laptop or tablet at your desk and try bringing a notebook and pen instead.
Write your notes in your own words. It’ll encourage you to process and summarize what is being said rather than just regurgitating it
In addition to your mode of note taking, be extra aware of what you’re writing. Are you focusing more on recording what a speaker is projecting on a slide show, rather than actually listening to what is being said? Write your notes in your own words. It’ll encourage you to process and summarize what is being said rather than just regurgitating it.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Of course, not every meeting is the same, so you need to be able to distinguish what type of meeting you’re attending. Bring your laptop or tablet if you know you’ll need to just record a few key dates or a to-do list — and if you need access to materials or the internet. But keep in mind that meetings such as presentations, progress reports, and performance reviews contain information you need to stick. If you ditch your digital ways, and bring the pen and spiral notebook; your memory may thank you.

Source : https://hbr.org/2015/07/what-you-miss-when-you-take-notes-on-your-laptop

Saturday, July 18, 2015

Ilmu Baru : Strategi Investasi Reksa Dana Saham

Saat ini, saya mulai tertarik dengan investasi reksa dana. Saya belajar tentang reksa dana mulai dari yang paling dasar. Dari sebuah buku, saya belajar jurus untuk bisa memaksimalkan profit dan meminimalkan loss dalam investasi reksa dana.

  1. Saat market (IHSG) sedang up, beli secara Cost Averaging (CA) pada awal bulan.
  2. Saat market (IHSG) sedang down, beli secara Swing Averaging (SA) dan tambah volume pembelian (prinsipnya "Beli saat murah, Jual saat mahal"). Atau opsi II (kalau tidak mau repot), beli secara CA pada akhir bulan.
  3. Saat market (IHSG) sedang sideway (mendatar), beli secara SA. Atau opsi II (kalau tidak mau repot), beli secara CA pada akhir bulan. 
Swing Averaging (SA) :
  • Pada saat MA 10 (Moving Averaging atau sering disebut Simple Moving Averaging) berada diatas EMA 30 (Exponential Moving Averaging), MA 60, dan MA 200, maka beli RD ketika market menyentuh garis MA 10, atau EMA 30, atau MA 60.
  • Pada saat MA 10 diatas MA 200, maka beli RD ketika market menyentuh MA 200.
  • Saat MA 10 dibawah EMA 30, MA 60, dan MA 200, maka beli RD setiap kali persimpangan MA 10 dengan EMA 30, MA 60, dan MA 200. (Catatan : MA 10 harus menembus ke atas EMA dan MA tsb).
  • Saat MA 10 dibawah EMA 30, MA 60, dan MA 200, maka beli RD ketika market diatas/menembus MA 10
Bila dalam 1 bulan sinyal membeli RD belum muncul dari chart market, maka boleh digantikan dengan membeli RD secara CA akhir bulan bila market sedang down. Atau membeli RD secara CA awal bulan berikutnya bila market sedang up.

Market Timing

Jika market down tajam hingga menyentuh MA 200 dan kemudian dibawah MA 200, lakukan pembelian RD dan tambah volume pembelian ketika market mulai naik diatas MA 200.

Catatan : MA 10 > MA 200, market tetap diatas MA 200 pada keesokan harinya.

Monday, June 29, 2015

We have no idea what lies ahead..

Once upon a time there was a farmer who had only one horse, and one day the horse ran away. The neighbors came to condole over his terrible loss. The farmer said, "What makes you think it is so terrible?"

A month later, the horse came home--this time bringing with her two beautiful wild horses. The neighbors became excited at the farmer's good fortune. Such lovely strong horses! The farmer said, "What makes you think this is good fortune?"

The farmer's son was thrown from one of the wild horses and broke his leg. All the neighbors were very distressed. Such bad luck! The farmer said, "What makes you think it is bad?"

A war came, and every able-bodied man was conscripted and sent into battle. Only the farmer's son, because he had a broken leg, remained. The neighbors congratulated the farmer. "What makes you think this is good?" said the farmer.

- An eastern folklore -

Berapa kali kita terlalu cepat komplain akan hal-hal buruk yang terjadi pada kita/pada orang lain?

Misalnya ketika seorang lumpuh karena ditabrak oleh pengemudi yang mabuk, kita berkata "seandainya Tuhan mencegah hal buruk itu terjadi pada-Nya".
Kita tau apa sih tentang masa depan?
Mengapa kita tidak bersabar dan percaya penuh pada-Nya?
Bukankah rancangan-Nya bagi orang yang percaya adalah yang mendatangkan damai sejahtera (Yer 29:11).


Sunday, June 14, 2015

Something New (Random)


  1. Orang yang punya good self-confidence tidak akan pernah mencela orang lain. Biasanya orang-orang kecil dan "minderan" yang sering mencela orang lain. Ingat hukumnya : Smal minds talk people, average minds talk events, but Great Mind talk Ideas. Buat orang yg punya Great Minds, mereka ga punya waktu untuk membicarakan people (baca menggosip, mencela, menceritakan hal-hal buruk orang lain).
  2. The First step is the key. Seringsekali langkah pertama terasa sulit. Tetapi jika mampu melalui dengan baik, maka sisanya akan berjalan mudah. 
  3. Jangan pernah mendasarkan suatu keputusan atas dasar suka atau tidak suka. Para juara olimpiade tidak pernah suka bersusah-susah untuk latihan. Tapi mereka tahu, latihan, meskipun mereka tidak suka, harus dilakukan dan harus disukai kalau mereka ingin jadi juara. Fokuslah pada tujuan akhir dan berimajinasilah akan tujuanmu sehingga kau bisa menghadapi semua tantangan dalam ucaha mencapainya.

Friday, April 3, 2015

Burung Merpati

Menarik mengamati bagaimana karakteristik seekor merpati yang diciptakan oleh Allah dan digunakan untuk melambangkan karakteristik ilahi.
  • Dalam Injil, Roh Kudus digambarkan seperti burung merpati (Matius 3:16-17).
  • Merpati merupakan burung yang setia kepada pasangannya sama seperti kesetiaan Allah kepada umat-Nya.
  • Merpati merupakan burung yang digunakan untuk membawa pesan sama seperti orang-orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus untuk membawa pesan kabar keselamatan bagi umat manusia
  • Dalam Alkitab, merpati juga digunakan sebagai korban sembelihan. Hal ini dimungkinkan bagi orang-orang yang miskin finansial sebagai pengganti domba yang harganya lebih mahal

Saturday, March 14, 2015

The Story Behind The Song : It Is Well With My Soul

Lagu yang berjudul "It is well with my soul" merupakan salah satu lagu kesukaan saya. Selain karena musik dan liriknya, juga karena lagu ini mempunyai kisah tersendiri saat diciptakan oleh Horatio Spafford (1828-1888).

Horatio Spafford adalah seorang pengacara dan pebisnis sukses yang memiliki cukup banyak properti. Dia memiliki seorang istri dan 4 orang putri dan seorang putra. Spafford juga dikenal sebagai seorang kristen yang taat dan merupakan teman dari penginjil besar D.L. Moody.

Namun pada puncak kesuksesan dan kebahagiannya tersebut, Spafford dan istrinya kehilangan putranya karena sakit pneumonia pada tahun 1871. Tak lama setelah itu, peristiwa kebakaran di Chicago tahun 1871 menghanguskan hampir semua investasi properti miliknya. Pada tahun 1873, Spafford menyusun rencana liburan dengan kapal bersama keluarganya dari USA ke Eropa melalui samudera Atlantik, untuk sekedar melepaskan kesedihan akibat tragedi beruntun yang mereka alami. Spafford juga berencana untuk terlibat dalam penginjilan D.L Moody ketika berada di Inggris.

Karena masih ada urusan bisnis di Chicago, Spafford memberangkatkan istri dan keempat putrinya untuk berangkat terlebih dulu ke Eropa. Beberapa hari kemudian dia menerima kabar bahwa kapal yang ditumpangi istri dan keempat putrinya mengalami kecelakaan. Keempat putrinya meninggal namun istrinya berhasil diselamatkan oleh pelaut dan tiba di Inggris. Segera Spafford menyusul istrinya dengan menaiki kapal.

Saat dalam perjalanan, kapal tersebut melewati lokasi dimana kapal yang membawa keluarganya mengalami kecelakaan. Sang kapten kapal berkata kepada Spafford bahwa dilokasi itulah kecelakaan terjadi. Saat-saat itulah Spafford menciptakan lagu yang kita kenal dengan judul "it is well with my soul". Dimana salah satu liriknya berbunyi When sorrow like sea billows roll; it is well, it is well with my soul.. 

Setiap lirik dalam lagu agung tersebut menggambarkan betapa tegarnya seorang Spafford ditengah kemalangan yang beruntun menerpanya. Cobalah untuk merasakan gejolak emasi Spafford saat menciptakan lagu ini sehingga benar-benar dapat menghayati pergumulan iman saat kemalangan datang. Betapa kuat iman dan pengharapan Spafford kepada Allah sang pemilik segala sesuatu. Saya memiliki keyakinan bahwa lagu-lagu yang lahir dengan pengalaman iman seperti ini tidak akan lekang oleh zaman.

When peace like a river attendeth my way,

When sorrows like sea billows roll,

Whatever my lot, Thou hast taught me to say,

It is well, it is well with my soul.

Chorus:

It is well with my soul,

It is well, it is well with my soul

*****
(versi Buku Ende)

1. Dung sonang rohangku dibaen Jesus i 
Porsuk pe hutaon dison 
Na pos do rohangku di Tuhanta i 
Dipasonang tongtong rohangkon 
Sonang do, sonang do 
Dipasonang tongtong rohangkon 

2. Nang dihaliangi sibolis pe au 
Naeng agohononNa muse 
Naung mate Tuhanku Mangolu ma au 
Utangki nunga sae sasude 
Sonang do, sonang do 
Dipasonang tongtong rohangkon 

3. Diporsan Tuhanku sandok dosangki 
Bolong tu na dao do dibaen 
Nang sada na so jujuronna be i 
Na martua tondingku nuaeng 
Sonang do, sonang do 
Dipasonang tongtong rohangkon 

4. Mangolu nang mate di Jesus do au 
Ibana haporusanki 
HataNa sambing do partogi di au 
Ai na tau haposanku do i 
Sonang do, sonang do 
Dipasonang tongtong rohangkon


Keturunan Orang Benar : A Father's Legacy

Saat menonton video Pak Ahok ketika menyampaikan sambutan, saya kembali teringat dengan sebuah penelitian menarik yang disinggung oleh Pak Ahok dalam sambutannya tersebut. Penelitian tersebut adalah penelitian tentang keterkaitan antara bagaimana cara hidup seseorang mempengaruhi keturunan-keturunannya kelak. Penelitian dilakukan oleh cendikiawan Richard Dugdale dan Benjamin Warfield terhadap keturunan Jonathan Edwards dan Max Jukes yang hidup dalam era yang sama (abad 18).

Jonathan Edwards hidup dari tahun 1703 - 1758. Ia dikenal sebagai seorang penulis dan misionaris keliling yang berpengaruh. Dia telah menulis banyak buku dan membaktikan hidupnya untuk memberitakan injil. Sedangkan Max Jukes dikenal sebagai seorang pemabuk keras, memiliki sifat yang tidak stabil (bermalas-malasan dan bekerja jika ada dorongan).

Hasil dari penelitian tersebut membuat saya tersadarkan lagi bahwa cara hidup seseorang akan mempengaruhi kehidupan keturunan-keturunannya. Dari penelitian tersebut, keturunan-keturunan Jonathan Edwards banyak yang menjadi :
  • Profesor : sekitar 65 orang
  • Hakim : sekitar 30 orang
  • Pengacara : sekitar 100 orang
  • Ilmuwan : sekitar 60 orang
  • Rektor universitas : sekitar 13 orang
  • Tentara : sekitar 75 orang
  • Penulis : sekitar 60 orang
  • Gubernur dan menteri : sekitar 80 orang
  • Senator : 3 orang
  • Wakil presiden Amerika Serikat : 1 orang (Arron Burr)
Bahkan faktanya, Jonathan Edwards sendiri adalah anak dari Timothy Edwars seorang pendeta yang merelakan sebagian gajinya untuk anak-anak yang kurang mampu sehingga bisa bersekolah. Ibu dari Jonathan Edwards bernama Esther Stoddard yang merupakan putri dari seorang penginjil. Jadi dapat terlihat bahwa Jonathan Edwards benar-benar tumbuh besar dalam keluarga yang taat kepada Tuhan.

Di lain sisi, keturunan-keturunan Max Jukes banyak yang menjadi pemabuk, pencuri, pembunuh, dan terlibat dalam prostitusi. 

Tentu saja, sebagai manusia kita tidak bisa menghakimi Max Jukes. Kalau Tuhan memberikan anugerah-Nya, bisa saja ada orang dari keturunan Jukes yang berbeda dari kebanyakan keturunan Jukes. Berbeda dalam artian menjadi orang yang baik dan berdampak positif.

Tapi setidaknya, penelitian ini memberikan pelajaran penting bagi saya bahwa orang yang hidup benar dan takut akan Tuhan, akan meninggalka warisan (legacy) yang baik bagi keturunannya. Warisan itu tidak melulu soal uang. Yang lebih penting warisan itu berupa iman yang teguh, nilai-nilai hidup, dan prinsip hidup yang akan membentuk karakter seseorang.


"Orang benar yang bersih kelakuannya--berbahagialah keturunannya. (The just man walketh in his integrity: his children are blessed after him)
-Amsal 20:7-

"Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu"
-2 Timoteus 1:5-

Salah satu buku karangan Jonathan Edwards.




Friday, March 6, 2015

Kalau anda benar-benar percaya ada Tuhan..

Kalau anda benar-benar percaya ada Tuhan,

  • Anda yakin kalau hidup mati seseorang sudah diatur oleh-Nya. Kalau belum waktunya mati, tidak akan mati. Kalau waktunya mati, pasti mati. Manusia tidak berkuasa sedikitpun atas hidupnya.
  • Anda yakin bahwa segala sesuatu terjadi adalah karena rancangan Tuhan/seizin Tuhan.
  • Anda akan giat bekerja selama masih hidup karena Allah juga senantiasa bekerja.
  • Anda akan berani untuk hidup benar dan taat walaupun hal itu membuat seluruh dunia menolak anda.

Who is with me?

Dalam salah satu video yang masih terkait dengan kisruh APBD antara DPRD DKI dengan Pemda DKI (Gub.Ahok), Ahok tampak sedang memberikan pengarahan kepada para bawahannya (Camat, Walikota, Lurah, dll) setelah peristiwa mediasi yang gagal antara DPRD DKI dengan Gub Ahok.

Dalam pengarahan tersebut, Ahok menawarkan opsi kepada para bawahanya apakah memilih ikut dengan APBD versi DKI atau APDB versi e-budgeting Pemda DKI. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca di http://news.metrotvnews.com/read/2015/03/04/366311/kumpulkan-wali-kota-lurah-dan-camat-ahok-pilih-apbd-pemprov-atau-dprd.

Ketika Ahok menantang bawahanya untuk menentukan pilihan, saya jadi teringat kisah Musa yang menantang orang Israel yang saat itu membuat berhala patung lembu emas sebagai pengganti Allah. Saat itu, Musa sebagai pemimpin, tampil dan menantang orang Israel untuk memilih dengan bebas, apakah menyembah Allah atau menyembah patung lembu emas (Keluaran 32). Tentu setiap pilihan ada akibatnya.

Kadang kala, sebagai seorang pemimpin yang sudah menanamkan nilai-nilai dan visi kepada pengikut, anda perlu menantang pengikut anda untuk menentukan pilihan. Sehingga anda tahu, yang mana padi dan yang mana ilalang. Yang mana domba dan yang mana kambing.


Sunday, February 22, 2015

Tinggi hati = Rendah diri

Menurut pemahaman saya dan yang saya yakini, rasa rendah diri adalah sama dengan tinggi hati (kesombongan/keangkuhan). Mengapa demikian?

Ketika seorang menyombongkan dirinya, maka dia sangat sulit untuk memikirkan orang lain. Kita tidak punya waktu untuk mengasihi orang lain ketika kita hanya sibuk memikirkan diri kita sendiri. Aku paling hebat, aku paling pintar, aku paling berkuasa, dsb adalah wujud dari rasa sombong.

Rasa rendah diri juga sama halnya dengan kesombongan. Ketika anda rendah diri, yang anda pikirkan adalah hanya diri anda semata. Aku jelek, aku bodoh, aku tak berdaya, aku miskin, dsb adalah wujud dari rasa rendah diri.

Kesamaan yang lain adalah ketika anda merasa sombong ataupun rendah diri, anda tidak akan punya waktu untuk mensyukuri hidup anda. Mengapa harus bersyukur ketika anda merasa bahwa anda adalah pusat semesta ini dan anda hanya memikirkan diri sendiri.

Saya yakin, orang yang rendah diri akan cepat merasa sombong ketika sudah mendapatkan hal-hal yang dulu membuat diri rendah diri (karena dulu dia belum punya, misalnya uang). Begitupula orang yang sombong akan cepat merasa rendah diri ketika sudah kehilangan hal-hal yang dulu membuat dia sombong.

Ingat, kesombongan berarti kehancuran sudah dekat. Rendah diri juga berarti kehancuran sudah dekat.

Jadi, keep our feet on the ground. Diatas langit masih ada langit. Tidak ada manusia yang sempurna. Tetap bersyukur dan lakukan yang terbaik dalam hidup kita. Segala kemuliaan hanya bagi Allah.