Monday, November 12, 2012

Pintu

Lama tak ada kabar
Si pengembara kini telah menemukan lagi 
Menemukan lagi tempat persinggahan itu
Sebuah istana mungil yang indah

Kali ini pintunya terbuka
Kali ini waktunya pun sudah tiba

Si pengembara berjalan mendekati pintu
Sekilas melihat keindahan istana itu dari luar

Sekarang, tiba lah saatnya bagi pengembara
Istana mungil indah ini sudah cocok untuknya
Si pengembara ingin tinggal menetap di istana itu dan bertemu pemiliknya
Dia teringat pesan Tuan nya
"jika satu pintu tertutup, berarti Aku menyiapkan pintu yang lain"

Tetapi sebersit keraguan muncul
Pengembara teringat dengan "pintu lama" yang pernah ditutup untuknya
Betapa dulu dia sangat yakin dengan pintu lama
Tetapi ternyata pintu itu bukan untuknya

Sekarang pun keyakinan yang serupa muncul
Berbagai pertanyaan muncul dalam diri pengembara
Apakah akan terulang kejadian yang sama
Apakah sudah tepat waktunya
Akankah pintu dibukakan baginya
Apakah penghuni istana mungil indah itu akan menyambutnya

Ingin sekali si pengembara mengetuk pintu istana dan bertanya pada pemiliknya
"Permisi, apakah ada tempat buatku disini?"

Beberapa jam sebelum Pangandaran :)

Sunday, November 11, 2012

Apa Kabar "The Best"

Bermula dari chating singkat di Facebook dengan mantan kakak kelas saya di bangku SMP..

Waktu itu, saya tiba-tiba disapa oleh seorang kakak kelas saya di SMP. Sebuah sapaan yang singkat tapi mampu menyeret saya kembali ke masa lalu.. 
Sapaan singkat itu seperti ini :
Apa kabar the best ?
The Best... Ya.. itu dia.. Sebuah kata yang sudah lama sekali tidak kudengar.
Sebutan "The Best" itu memang bukan tanpa sebab. Dulu, ketika masih duduk di bangku SMP, di sekolah kami, ada sebuah tradisi unik yang hanya dilakukan di sekolah kami setiap pemberian Raport. Tradisi itu ialah pemberian gelar The Best Student, gelar yang hanya diberikan kepada satu orang siswa dan satu orang siswi terbaik dari semua siswa sekolah tersebut sebagai "ganjaran" atas prestasi gemilangnya di bidang akademik. Dari awal masuk sekolah itu, saya sudah bertekad untuk setidaknya pernah meraih titel tersebut. Ya.., di bangku SMP, saya pernah meraih gelar prestisius itu, "The Best of Boy Student". Gelar itu semakin prestisius karena pemberian gelar itu ada "upacara" nya tersendiri. Setelah pemanggilan juara kelas dan juara umum selesai dibacakan, maka seorang guru kami (saya masih ingat Pak B.Sihombing guru PPKN), akan mulai membacakan dua nama siswa dan siswi terbaik disekolah itu yang berhak menyabet predikat The Best of Boy Student dan The Best of Girl Student.

Saya mencoba masuk ke masa lalu saya dan membayangkan detik-detik pemanggilan The Best Student yang mendebarkan itu..

" Dan, gelar The Best of Boy Student untuk semester ini jatuh kepada.......(Pak BS hening beberapa detik dan beliau berhasil membuat jantung saya berdebar semakin kencang waktu itu)........ Harrrrrrryyyyyyyyy Panjaitaaaaannnnnnnnnn...!!! "


Hooorrreeeee!!!!
Terdengar teriakan dan tepuk tangan teman-teman sekelas saya waktu itu. Saya di beri salam oleh teman-teman saya sampai-sampai hampir lupa untuk maju kedepan. Setelah pemanggilan siswa dan siswa terbaik, saya dan teman saya The Best Girl Student maju kedepan. Nah, disinilah bagian yang paling prestisiusnya, inilah "upacara" nya : Setelah maju ke depan kami dipakaikan jubah kebesaran berupa jubah toga yang biasanya diberikan kepada mahasiswa yang wisuda. Jubah itu bagaikan "piala bergilirnya" karena si "The Best" berhak menyimpan jubah itu hingga satu semester kedepan. Setelah pemakaian jubah selesai kami naik ke podium upacara sehingga seluruh siswa dan para orang tua yang datang untuk menerima Raport anaknya dapat melihat dua orang siswa dan siswi terbaik di semester itu. Saya sangat,sangat bangga waktu itu. Berdiri bangga, bangga sekali atas pencapaian tersebut. Dari depan podium, saya juga dapat melihat wajah gembira dan bangga orang tua saya waktu itu.
Dan.. semenjak itulah saya sering dipanggil oleh beberapa teman sekolah saya dengan sebutan "The Best".

Well, dulu saya sering menanyakan kepada beberapa teman saya, "dimanakah masa-masa paling indah buat mu? Masa SD, SMP, SMA atau Kuliah? ". Kebanyakan teman-teman yang tanya menjawab masa SMA dan sebagian lagi masa Kuliah.

Tetapi agak berbeda dengan saya. Masa-masa paling indah buat saya justru ialah masa SMP. Masa-masa SMP adalah masa-masa paling energik bagi saya untuk meraih segala "ambisi terliar" saya waktu itu. Di masa SMP lah, saya merasa menjadi diri saya seutuhnya dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Di masa SMP lah "bintang" saya bersinar dengan sangat terang. Saya dekat dengan kepala sekolah dan semua guru di sekolah saya dan menjadi anak kesayangan beberapa guru. Saya supel, gampang bergaul dan punya banyak teman.  Saya berani maju mengambil semua tantangan. Menjadi ketua kelas 3 tahun berturut-turut, memimpin regu gerak jalan, kepanitiaan disana-sini dan menjadi ketua OSIS. Dan semua tantangan itu mampu saya jalani dengan sangat baik. Tidak hanya prestasi akademik, prestasi non akademik juga banyak saya raih di masa SMP. Puncak prestasi saya di SMP adalah ketika berhasil masuk di SMA Negeri 2 Soposurung. Sekolah yang diasramakan tersebut merupakan sekolah bergengsi di Sumatera Utara hingga sampai sekarang. Waktu itu ada 600 an utusan siswa-siswi terbaik dari setiap SMP di Sumut bahkan dari luar pulau sumatera yang bertujuan untuk merebut satu kursi dari 40 kursi yang diterima. 40 orang dari 600 an siswa terbaik dan saya termasuk didalamnya.

Tetapi itu cerita dulu.. Semua tinggal kenangan yang bahkan hampir terlupakan.
Sekarang masanya sudah agak berbeda..
Semenjak duduk dibangku kuliah, saya semakin "meredup".

Saya cenderung menghindari tantangan-tantangan. Masa kuliah saya jalani dengan minim prestasi. Sangat minim lomba-lomba yang saya ikuti dan menangi. Itu membuat saya kehilangan banyak kesempatan. Saya menemukan diri saya yang sekarang mudah merasa gerogi. Suatu perasaan yang tidak pernah saya alami di masa SMP dan SMA.

Daya juang saya tidak seperti di masa SMP dulu. Ngotot dan selalu ingin menjadi pemenang adalah karakter yang sudah lama terkikis dalam diri saya. Akibatnya saya tidak bisa maksimal hampir di semua aspek hidup saya. Saya yakin, seandainya saat ini saya punya karakter seperti waktu SMP dulu, akan lebih banyak daftar keberhasilan-keberhasilan yang saya ukir.

Saya yakin, jika saya bertemu dengan teman-teman SMP saya dulu, respon pertama mereka adalah "Har, kau kog banyak berubah ya sekarang?"



Tapi, kalau dulu saya bisa melakukannya, saya pasti bisa melakukan nya lagi sekarang. Sebenarnya begitulah sifat alami saya dari sejak kecil. Begitulah karakter asli saya sebenarnya. Selalu ingin menjadi yang terbaik, memberikan yang terbaik!

Breakthrough! Visi besar di depan menanti untuk diwujudkan. Hidup hanya sekali dan harus berbuah. Karena hidup terlalu berharga untuk dijalani dengan biasa saja.

Soli Deo Gloria

10 Alasan Mengapa Alkitab

Alkitab merupakan dasar pengajaran iman Kristen. Alkitab merupakan landasan semua pengajaran-pengajaran iman Kristen. Pertanyaan yang akan muncul adalah :
Lalu, dapatkah Alkitab dipercaya?
Bukti-bukti apa yang membuat kita harus mempercayai isi Alkitab?

Berikut adalah jawabannya. Saya akan memaparkan 9 alasan yang saya kumpulkan dari beberapa buku. Saya akan membuatnya secara ringkas dan padat.

1. Berbeda dengan kitab suci agama lain, Alkitab tidak ditulis oleh satu penulis, melainkan oleh sejumlah penulis manusia. Alkitab ditulis dalam rentang waktu seribu lima ratus tahun oleh para penulis dari berbagai latar belakang, zaman, dan pendidikan yang menuliskan wahyu itu dibawah inspirasi Allah.

2. Isi kitab yang satu dengan kitab yang lain saling berhubungan. Padahal penulis kitab yang satu dengan yang lain berbeda masa. Tetapi mereka berkata mengenai hal yang erat kaitannya. Tidak ada kontradiksi antara kitab yang satu dengan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa Allah mengawal penulisan setiap kitab-kitab tersebut. Contohnya kita bisa lihat bagaimana Daniel membaca kitab Yeremia, Yeremia yang membaca kitab Musa, Yesus membaca kitab Yesaya, dsb.

3. Para penulis tiap-tiap kitab dalam Alkitab menulis dengan jujur dan berdasarkan ilham Roh Kudus. Pertama, Para penulis tidak hanya menulis keberhasilan-keberhasilan mereka ketika Tuhan menyertai, tetapi juga secara jujur menulis kegagalan-kegagalan mereka. Abraham yang pernah berbohong, Musa yang membunuh, Daud yang berzinah, Petrus yang menyangkal Yesus, perselisihan para murid mengenai siapa yang berhak duduk disebelah kanan Yesus (Mat 20:21),  Yesus pernah berkata "Enyahlah Iblis" kepada Petrus, Paulus yang membunuh orang-orang Kristen sebelum bertobat, dan masih banyak lagi. Tentu tidak ada orang yang mau menuliskan kisah kegagalan dan kejadian memalukan yang mereka alami sendiri kecuali karena Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah dan bukan tulisan hasil rekayasa manusia. Kedua, mereka juga menuliskan kata-kata yang buruk yang didapatkan Yesus dari orang-orang yang tidak percaya. Yesus..
Dianggap "gila" oleh ibu-Nya dan saudara (Markus 3:21).
Dipanggil “seorang pemabuk” (Matius 11:19).
Dipanggil “seorang yang dikuasai Iblis” (Markus 3:22).
Dipanggil “orang gila” (Yohanes 10:20).

4. Naskah Alkitab ditulis oleh orang-orang yang ikut terlibat secara langsung dalam peristiwa yang terjadi dalam kitab tersebut (2 Petrus 1:16). Musa adalah saksi dari peristiwa didalam kitab Keluaran sampai Ulangan (Keluaran 24:4, Ulangan 31:24). Yosua adalah saksi dari peristiwa dalam kitab Yosua (Yosua 24:26) dan juga Samuel (1 Sam 10:25), Yesaya, Yeremia, Daniel, Ezra, Matius, Markus, Lukas, Yohanes dll.

5. Peristiwa yang terjadi dalam kitab Injil mengenai kehidupan dan kematian Yesus juga dikonfirmasi kebenarannya oleh orang-orang yang bukan pengikut Kristus seperti, Flavius Josephus seorang Sejarawan Yahudi yang hidup pada zaman Yesus melalui sebuah tulisannya.
“At this time there was a wise man who was called Jesus. And his conduct was good and (he) was known to be virtuous. And many people from among the Jews and other nations became his disciples. Pilate condemned him to be crucified and to die. And those who had become his disciples did not abandon his discipleship. They reported that he had appeared to them three days after his crucifixion and that he was alive; accordingly He was perhaps the Messiah concerning whom the prophets have recounted wonders.”

Penting diingat bahwa Flavius Josephus bukanlah seorang pengikut Kristus.

6. Dalam Alkitab, kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus sudah dinubuatkan secara spesifik oleh para nabi jauh sebelum Yesus datang ke dunia. Nubuatan nya begitu detil dan spesifik :
- dari seorang perempuan muda (Kej 3:15, Yesaya 7:14)
- dari keturuan Abraham (Kej 49:10)
- melalui suku Yehuda (Kej 49:10)
- sebagai anak Daud (2 Sam 7:12-13)
- di kota Betlehem (Mikah 5:2)
- menderita serta mati bagi dosa manusia (Yesaya 53)
- bangkit dari kematian (Mazmur 16:11 lihat Mazmur 2:7-8)

7. Ada banyak saksi yang melihat peristiwa yang ditulis dalam Alkitab. Misalnya peristiwa kebangkitan Yesus telah disaksikan oleh lebih dari 500 orang! (1 Korintus 15:6). Karena Kristus yang telah mereka lihat disalibkan mati namun telah bangkit, para murid dan para saksi telah membaktikan hidupnya untuk mengabarkan kebenaran Injil keseluruh dunia. Jika saja peristiwa kebangkitan ini direkayasa, buat apa mereka berani disiksa dan bahkan dibunuh untuk suatu kebohongan (2 Timothy 4:6-8; 2 Peter 1:14). Semua murid Kristus (kecuali Yohanes) mati dibunuh karena memberitakan Injil. Sejak 2000 tahun lalu, sudah banyak sekali para martir yang memberikan nyawanya untuk memberitakan kebenaran Injil. Anda bisa membaca selengkapnya disini http://harrypanjaitan.blogspot.com/2012/04/jika-saja-kristus-tidak-bangkit.html

8. Iman Kristen bukanlah "iman buta" yang meniadakan logika akal budi dan indera tetapi justru menopang rasio dan kehausan kita akan bukti inderawi.
1 Yohanes 1:1. Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

9. Nama-nama tempat dan lokasi yang dideskripsikan dalam Alkitab telah dibuktikan oleh penemuan-penemuan arkeologis. Misalnya penemuan kolam Bethesda, kolam Siloam, dll. Seorang arkeolog ternama Nelson Glueck mengatakan :
“it may be stated categorically  that no archaeological discovery has ever controverted a biblical reference. Scores of archaeological findings have been made which confirm in clear outline or exact detail historical statements in the Bible.”

10. Para saksi kubur kosong pertama kali adalah perempuan. Perempuan pada masa itu tidak dianggap meyakinkan sebagai saksi dan kesaksian mereka atas sebuah kejadian bahkan tidak dianggap di pengadilan.  Memasukkan perempuan sebagai saksi-saksi pertama akan kebangkitan Kristus tentunya akan melemahkan alibi yang mereka bangun seandainya mereka bermaksud menipu.
 


Namun, buat saya sebenarnya hanya cukup satu bukti yang meneguhkan bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Bukti tersebut adalah kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus tidak mungkin tidak pernah terjadi. Kebangkitan Kristus tentu saja memang benar-benar terjadi dua ribu tahun lalu. Seperti yang sudah pernah saya ulas ditulisan ini http://harrypanjaitan.blogspot.com/2012/04/jika-saja-kristus-tidak-bangkit.html

1 Kor 15:16 :  jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu

Soli Deo Gloria !

Monday, October 22, 2012

Firman Yang Tak Mungkin Dimusnahkan (part I)

Pada acara sarapan pagi bersama di Washington DC, Ashley Oubre yang baru berumur 10 tahun menyampaikan sebuah pidato yang amat mengesankan. Bunyinya demikian :

Selamat pagi, Bapak Walikota, tamu-tamu terhormat, serta Bapak dan Ibu sekalian, saya menghargai kesempatan ini, yaitu berbicara kepada para pemimpin kota paling hebat di dunia ini mewakili kaum anak. Saya bertanya apa yang akan saya katakan kepada anda ketika saya diminta untuk menyampaikan sebuah presentasi. Karena saya masih muda dan pengalaman saya dalam banyak hal sungguh terbatas kecuali dalam hal menjadi seorang anak kecil.

Yesus berkata, "Barangsiapa tidak menyambut kerajaan Allah seperti seorang anak kecil ini, ia tidak akan masuk kedalamnya.". Ketika saya berpikir tentang teman-teman saya, yang juga masih muda seperti saya, banyak hal yang terlintas dalam benak saya.

Anak-anak bermain bersama, bersenang-senang, kadang-kadang saling bertengkar, tapi keesokan harinya kami berbaikan dan bermain kembali. Bukankah sangat indah jika para ibu dan ayah, saudara-saudara, tetangga dan para pemimpin kita berlaku seperti itu? Kami sedih ketika kami melihat anda semua bertengkar dan tidak berbaikan.

Ketika anda memberitahu kami sesuatu, kami percaya, dan kami tidak mengajukan banyak pertanyaan. Kami beriman dan percaya kepada kalian hingga kami bertumbuh dewasa dan menemukan bahwa ternyata orang dewasa tidak seperti itu. Saya rasa anda menceritakan kisah-kisah Alkitab kepada kami karena kami adalah anak-anak. Kisah-kisah Alkitab memang memberitahu kami banyak kebaikan, tapi anda semua tidak menceritakan kisah-kisah Alkitab kepada satu sama lain. Apakah kisah-kisah itu hanya cocok untuk anak-anak?

Anda semua mengajarkan bahwa setiap kali kami menemukan masalah, kami perlu membahasnya satu dengan yang lain dan dengan Yesus. Anda mengatakan bahwa kami perlu mendoakannya dan tetap mengarahkan hati kami kepada Yesus. Anda mengatakan bahwa Yesus sanggup memecahkan segala permasalahan kami, yang besar ataupun yang kecil. Tapi kami lihat, ketika usia orang makin bertambah dan mereka mengalami masalah, mereka terlalu malu untuk membicarakannya diantara mereka sendiri. Kami kadang bertanya-tanya, apakah anda semua sungguh-sungguh dengan kata-kata anda itu, atau apakah Yesus hanya cocok untuk anak-anak? Saya masih cukup muda untuk percaya bahwa Yesus tahu cara menyelesaikan segala masalah saya, masalah kota ini, dan juga masalah dunia ini. Saya harap walau usia saya bertambah saya tak akan berhenti percaya dan anda semua pun mau menjadi seperti anak-anak yang bisa mencari kerajaan Allah.

Terimakasih banyak karena mau mendengarkan saya. Tuhan memberkati anda semua.

Respon paling mudah dari seorang skeptik terhadap kepolosan sejati ini adalah menganggapnya sebagai kenaifan kekanak-kanakan. Tapi biarlah kita memperjelas percabangan implikasi dari pertanyaan si anak ini. Apakah Alkitab hanyalah buku cerita tak masuk akal yang mendistorsi realitas? Ataukah Alkitab secara fantastis memang benar? Apakah dihalaman-halamannya hadir kebenaran bagi semua orang ataukah Alkitab hanya bagi orang-orang yang percaya tahayul dan tak berpikiran kritis? Apakah buku itu memang firman dari Allah bagi kita ataukah Alkitab hanya karya tipu daya dari segelintir orang yang mengklaim diri dituntun Sang Ilahi?

Saya akan membahas jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan diatas dalam tulisan berikutnya.

Monday, October 15, 2012

Four Loves : Kepemimpinan Suami

Hukum Kristen telah memahkotai laki-laki dalam hubungan pernikahan yaitu memberikan (atau mungkin membebankan) kepemimpinan tertentu kepadanya. Para penulis Kristen kadang-kadang membicarakan tentang kepemimpinan suami dengan cara yang membuat ngeri. Kita harus kembali ke Alkitab kita.
Suami adalah kepala istri dalam pengertian yang sama seperti Kristus kepala dari Gereja.
Ia harus mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi Gereja dan telah menyerahkan Diri-Nya baginya (Efesus 5:25). Dengan demikian kepemimpinan ini terwujud paling penuh bukan pada diri suami seperti yang kita kira, melainkan pada diri laku-laki yang pernikahannya paling menyerupai penyaliban ; dimana istri menerima paling banyak dan memberi paling sedikit. Karena Gereja tidak mempunyai kecantikannya sendiri, tetapi kecantikan yang diberikan Pengantin Laki-Laki kepadanya, Dia tidak mendapati Gereja Nya cantik, tetapi membuatnya cantik.

Kemuliaan penobatan yang mengerikan ini dilihat bukan dalam sukacita pernikahan seorang laki-laki, melainkan dalam kedukaannya, dalam sakit dan penderitaan istri yang baik atau kesalahan-kesalahan istri yang tidak baik, dalam perhatian atau pengampunannya yang tak habis-habisnya kepada istrinya. Demikian suami yang kepemimpinannya seperti Kristus.

Dikutip dari buku Four Loves halaman 131 karangan C.S. Lewis.

Thursday, October 4, 2012

Dosa dan Empat Relasi Yang Rusak

Alkitab menjelaskan bahwa setiap dosa adalah :
  1. Pelanggaran terhadap Firman Allah ( 1 Yohanes 3:4.. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. )
  2. Pemberontakan terhadap otoritas Allah (Nehemia 9:26 ...Tetapi mereka mendurhaka dan memberontak terhadap-Mu.)
  3. Penghinaan kepada Allah ( 2 Samuel 12 :9-10 .Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon. ...karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.  )
  4. Mendukakan Allah ( Efesus 4 : 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan )
Itu artinya, setiap kali kita berdosa sebenarnya kita telah melanggar Firman Allah, memberontak Allah, menghina Allah, dan mendukakan Allah.

Alkitab juga memberikan kita petunjuk bahwa Allah mendirikan bagi manusia 4 relasi yang sangat fundamental. Selanjutnya keempat relasi ini menyimpang akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa.
Dosa telah merusak relas-relasi :

1. Relasi manusia dengan Allah
Manusia meragukan eksistensi Allah.
Manusia membuat ilah-ilah mereka sendiri
Manusia tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah
Manusia memberontak terhadap Allah

2. Relasi manusia dengan diri sendiri
Manusia tidak bisa menerima diri mereka sendiri (gambar diri yang rusak, penerimaan diri yang buruk dan bahkan ada yang sampai bunuh diri). Mereka tidak bisa melihat diri mereka sebagaimana Allah melihat mereka (baca : diciptakan segambar dengan Allah).

3. Relasi manusia dengan sesama
Manusia menyakiti manusia lain nya dengan membunuh, menipu, membenci, mencuri, dll.

4. Relasi manusia dengan alam
Ada dua ekstrim, pertama manusia mengeksploitasi Alam secara membabi buta. Yang kedua manusia melakukan pemujaan terhadap alam (seperti kepercayaan panteis, new age, gerakan Gaia, dsb)

Itu artinya setiap dosa yang kita lakukan akan mempengaruhi dan merusak keempat relasi diatas. Pada dasarnya ketika relasi kita dengan Tuhan tidak baik, maka relasi kita terhadap diri sendiri, sesama, dan alam juga tidak akan baik.

Ya Tuhan, tolonglah aku untuk tidak hanya melakukan kebenaranMu, tetapi lebih daripada itu aku mencintai kebenaranMu dan membenci dosa.
Singkapkanlah semua kebusukan-kebusukan hatiku yang terdalam yang belum aku sadari.
Berikan aku kepekaan yang tinggi terhadap dosa sekecil apapun
Selidikilah aku ya Tuhan
Luruskanlah semua motivasiku yang bengkok ketika aku mengikut Mu
Asahlah diriku untuk memiliki relasi yang makin hari makin dekat dengan Mu
Sehingga aku semakin menyerupai Kristus dalam karakterku
Dan hidupku membawa kemuliaan bagi nama Mu juga menjadi berkat bagi orang disekitarku

Amin