Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Thursday, June 21, 2012

Kasih Yang Berhikmat


copas entah dari mana :

Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”
Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”

Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”
Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”

Friday, March 9, 2012

Cerpen : Gaji papa berapa



Gaji Papa Berapa?


Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

 "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,

Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan

Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,

"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew.

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan

Copas dari grup PMK OH

Sunday, February 12, 2012

Doa mohon ampun dan perlindungan

Sebuah cerpen


Hari kemarin, Squall dikecewakan oleh Cecil teman nya di PMK. Cecil mungkin tidak sadar bahwa perkataannya waktu itu telah membuat Squall begitu kecewa dan marah. Sakit hati. Cecil tidak menghargai Squall dalam kata-katanya dan tingkah lakunya. Padahal Cecil bukan "orang sembarangan". Cecil dikenal sebagai seorang senior di PMK yang punya "reputasi" yang baik, dewasa rohani dan pemikiran.
"Tetapi kenapa dia bisa berbuat seperti itu? Sadarkah dia dengan kata-katanya semalam?" pikir Squall.

Hal yang paling dibenci oleh Squall ialah ketika orang lain tidak menghargainya. Karena dia sendiri berusaha menghargai orang lain. Squall kecewa ketika tidak mendapatkan balasan atas apa yang dia lakukan.
Singkat kata, dia marah besar.

Dalam kemarahannya, Squall telah melakukan hal-hal yang dia tahu Tuhan tidak senang.
Squall tahu Tuhan  berkata "Squall, mengapa kamu seperti ini? Kupikir kamu bisa lebih dewasa menyikapinya. Tidakkah kamu tahu bahwa kamu telah mengecewakan-Ku?"

Tetapi pikiran itu ditepis dan buang jauh-jauh oleh Squall, "Tuhan, aku kecewa. Ternyata orang-orang di persekutuan tidak ada bedanya dengan teman-temanku yang bukan di persekutuan. Dia yang telah membuatku marah ternyata tidak lebih baik daripada teman-temanku yang tidak pernah ikut persekutuan. Kalau orang dengan "reputasi" seperti dia di persekutuan saja berbuat seperti itu, apa lagi yang kuharapkan dari teman-teman persekutuan lain nya? Tidak Tuhan, kalau ternyata sama saja, aku tidak akan pernah lagi berada di tempat persekutuan ini. Tempat ini tidak lebih dari sekumpulan serigala berbulu domba. Aku tidak akan menghabiskan waktu ku ditempat seperti ini.


Squall tahu bahwa kata-kata nya kepada Tuhan, telah membuat Tuhan begitu sedihnya. Tetapi Tuhan Maha Baik. Tuhan terlalu baik untuk membiarkan Squall semakin terbenam dalam dosan kebencian dan kemarahan. Tuhan terlalu baik untuk membiarkan Squall melepaskan genggamannya dari tangan-Nya. Tuhan terlalu baik. Diam-diam Roh Kudus mulai bekerja dalam hati Squall. Dan sesuatu pun terjadi. Ketika malam hendak tidur, Squall merasa gelisah dan tidak tenang dalam tidurnya.

Squall akhirnya kembali berpikir "kenapa aku harus meninggalkan Persekutuan hanya karena seorang teman yang telah mengecewakan aku? Tidak, aku tidak akan meninggalkan Persekutuan hanya karena masalah dengan seseorang disana. Persekutuan tidak butuh aku, aku lah yang butuh Persekutuan. Persekutuan telah banyak membentuk karakterku. Walaupun aku bukan orang yang baik sempurna. Karena kalau aku sudah sempurna aku tidak perlu ke persekutuan. Tetapi aku tahu aku tidak akan pernah sempurna, dan oleh karena itu aku selalu butuh Persekutuan."


Perlahan hati Squall mulai mendingin. Dia sadar akan kesalahannya. Dia telah membuat Tuhan kecewa.
Keesokan paginya, Squall bangun dan langsung berlutut mohon ampun di hadapan Tuhan. Doa nya diambil dari sebuah kitab Mazmur Daud pasal 25.


25:1. Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku;
25:2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
25:3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
25:4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
25:6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
25:7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

25:8. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
25:10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
25:11 Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.
25:12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.
25:13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.
25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

25:15. Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.
25:16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.
25:17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!
25:18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.
25:19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam.
25:20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.
25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.
25:22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!

Squall juga diingatkan dengan sebuah kalimat dalam Doa Bapa Kami yang setiap minggu selalu dikumandangkannya.."dan ampunilah kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami"


Tuhan sendiri tidak menyimpan dan tidak mengingat-ingat kesalahanku. Tuhan sendiri mengampuni kesalahanku. Masakan aku tidak? Thanks God because You never give up on me" gumam Squall dalam hatinya