Showing posts with label electrical power. Show all posts
Showing posts with label electrical power. Show all posts

Tuesday, May 1, 2012

Progress TA (1)

Oke, mulai saat ini saya akan menuliskan progress Tugas Akhir saya di blog ini. Sebagai bahan pengingat dan pemantau kemajuan progress...

Hari ini, Selasa 1 Mei 2012, saya kembali melapor progress TA sama dosen pembimbing saya. Dari bimbingan TA kali ini saya dapat beberapa tugas yang harus dikerjakan untuk pertemuan bimbingan TA minggu depan :

1. Pelajari lagi tentang software pemodelan ATP. Bisa baca TA angkatan dulu yang sudah pernah menyinggung tentang pemakaian ATP. Judul TA nya berkaitan dengan Rangkaian Ekivalen Isolator.
2. Ketika hendak ke lapangan (GI Pangandaran), jangan lupa untuk membawa sampel isolator dari GI Pangandaran yang coating dan non-coating untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Hal ini karena pengujian di Lab memungkinkan tegangan yang melebihi tegangan kerja sistem (11 kV) bahkan sampai isolator mengalami flash over. Pengambilan data ke GI bisa menghubungi Mas Medi dulu untuk memperoleh surat jalan (uang jalan juga. hehehe)
3. Sebelum pengambilan data ke lapangan, saya harus mempelajari lagi dan memahami metode pengukuran arus bocor, hidrofobisitas, THD di Lab dengan alat-alat ukurnya. Bisa menghubungi dan belajar dari Mas Medi juga.
4. Ketika ke GI Pangandaran, jangan lupa untuk mengambil sampel air laut untuk mengamati konduktivitasnya. Amati juga lokasi GI tersebut seperti : jarak GI ke bibir pantai, kecepatan angin, curah hujan, suhu (bisa minta data tahunan ke BMKG)
5. Baca sebanyak-banyak nya referensi paper dari IEEE. Referensi ini bisa menjadi acuan untuk :

  • Dasar teori
  • Metode eksperimen (mengacu kepada paper yang sudah lebih dulu melakukan metode eksperimen tersebut)
  • Metode analisis (bisa mengacu pada metode analisis yang sudah pernah dilakukan dalam paper tsb)
  • Membandingkan hasil yang diperoleh antara TA saya dan paper tersebut lalu memberikan argumentasi berdasarkan perbandingan tersebut.

6. Perdalam lagi konsep tentang isolator rantai. Rajin-rajin ke perpus elektro nyari bahan TA.

Keep on fire!

Tuesday, March 6, 2012

Konversi Bahan Bakar Minyak ke Gas

Menurut pemahaman saya, setidaknya ada dua alasan utama mengapa isu konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) perlu terus digalakkan dan kemudian diimplementasikan. Alasan pertama ialah adanya komitmen negara Indonesia terhadap pengurangan emisi gas pada efek rumah kaca berdasarkan komitmen yang ditandatangani pada G20 Leaders Summit 25 September 2009, di Pittsburgh, Amerika Serikat dan alasan yang kedua adalah karena konversi (diversifikasi) BBM ke BBG akan sangat menghemat APBN.

Melalui pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam G20 Leaders Summit 25 September 2009, di Pittsburgh, Amerika Serikat, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi  gas rumah kacanya setidaknya 26 % (business as usual) atau 41 % (dengan bantuan internasional) dari skenario normal pada tahun 2020. Sebagai langkah tindak lanjut, disusun roadmap penurunan emisi GRK per sektor termasuk sektor energi. Dalam roadmap tersebut sektor energi dan transportasi diberikan tugas untuk menurunkan emisi GRK sebesar 5% dari skenario 26%.

Sepanjang tahun 2011, pemerintah melalui APBN menggelontarkan biaya sebesar 165 Triliun Rupiah untuk subsidi BBM. Dari 165 Triliun tersebut, kira-kira sebesar 90 Triliun dipakai untuk pembangkit listrik yang memakai BBM. Hal itu disebabkan oleh harga produksi listrik dengan memakai minyak (diesel) adalah Rp 4.796/kWh, sementara harga jual listrik domestik hanya sebesar Rp 656/kWh. Selisih antara harga produksi dan harga jual ini tentu sangat besar sekali sehingga tidak heran pemakaian subsidi untuk listrik mencapai 90 triliun rupiah. Oleh karena itu, disatu sisi, penggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik harus dikurangi. 

Memang dari sektor ketenagalistrikan, saat ini pembangkit listrik di Indonesia  masih didominasi oleh penggunaan bahan bakar fosil, khususnya batubara. Harga produksi listrik dengan memakai batubara/gas memang jauh lebih murah dibandingkan dengan memakai minyak. Harga produksi listrik batubara/gas berkisar antara Rp 622/kWh. Tetapi daerah yang masih mengalami kekurangan daya listrik seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara, pembangkit listriknya masih menggunakan BBM, yang dalam komponen biaya pembangkitan masih merupakan komponen terbesar. Memang dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasioanl (RUKN) 2010-2030, dalam kurun 20 tahun ke depan Indonesia memerlukan tambahan tenaga listrik kumulatif sebesar 172 GW. Dari jumlah itu, 82% (sekitar 142 GW) diantaranya adalah untuk memenuhi kebutuhan Jawa-Madura-Bali (JAMALI).  Tambahan kapasitas PLTU Batubara mencapai pangsa sekitar 79% atau mendominasi dengan total penambahan kapasitas sebesar 116,4 GW. Tambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) selama kurun waktu tersebut adalah sebesar 3,8 GW. Hal ini tentu menunjukkan bahwa pemerintah telah merencanakan untuk menambah pembangkit listrik tenaga batubara/gas, sehingga pemakaian BBM bisa dikurangi.


Pemakaian BBM untuk transportasi tentu saja membutuhkan subsidi. Saat ini harga bensin/solar per liter nya adalah berada pada harga Rp 4.500/liter. Jika dibandingkan dengan harga-harga bensin di negara-negara berikut, harga bensin/solar di Indonesia masih masuk dalam kategori murah.
India, Brazil : Rp 14.000/liter
Cina : Rp 9.000/liter

Harga bensin/solar di Indonesia ini memang mengikuti harga bensin di negara-negara kaya minyak (seperti Iran ataupun Uni Eminat Arab). Menurut Wamen ESDM Widjajono, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) murah sekali akan menyebabkan terkurasnya dana Pemerintah hanya untuk subsidi BBM. Padahal Indonesia bukanlah negara kaya minyak. 
Menurut wakil menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo berdasarkan data dari ESDM 2011, Indonesia

memproduksi minyak sebesar 345 juta barel, 
mengekspor minyak mentah sebesar 130 juta barel, 
mengimpor minyak mentah sebesar 103 juta barel dan BBM sebesar 124 juta barel pada tahun 2010, 
dan mengkonsumsi 423 barel. 
Terdapat defisit sebesar 97 juta barel per tahun. 
Cadangan minyak hanya 3,7 miliar barel atau 0,3% cadangan minyak dunia. 

Sehingga sebagai Negara net importer minyak dan yang tidak memiliki cadangan minyak yang banyak, tidak bijaksana apabila Indonesia mengikuti harga BBM murah di negara yang cadangan minyak dan produksi minyaknya melimpah seperti Iran, Arab Saudi, atau Nigeria.

Eksport minyak mentah adalah hal yang tidak bisa dihindari biarpun kebutuhan dalam negeri masih kurang. Karena eksport minyak mentah adalah bagian dari kontrak dengan para kontraktor minyak yang mengelola wilayah kerja pengeboran minyak.

Karena kita bukan kaya minyak, maka kita harus beralih dari penggunaan minyak ke penggunaan gas baik di sektor ketenagalistrikan maupun sektor transportasi. Apabila kita berhasil mengurangi pemakaian BBM maka kita bisa memperoleh dana untuk pembangunan infrastruktur lainnya. Untuk sektor transportasi, konversi BBM ke BBG adalah cara yang harus dilakukan untuk menguranginya. Salah satu caranya ialah dengan memakai alat yang bernama Converter Kit pada kendaraan bermotor. 

Produk converter kit yang akan digunakan nantinya terbagi dua bagian yaitu tabung dan kit. Tabung nantinya akan digunakan untuk menyimpan gas yang diletakkan di bagasi mobil. Sementara, kit dipasang di bagian mesin mobil. Nantinya walaupun sudah menggunakan bahan bakar gas, kendaraan masih memerlukan bahan bakar mesin untuk proses menyalakan mesin. Start-nya memakai BBM, nanti diatur oleh komputer (chip) dan beberapa detik kemudian pindah ke gas.

Chip ini akan mengatur konsumsi BBG dan BBM di dalam mesin. Sebagai contoh, jika terjadi masalah pada kit atau gas telah habis, chip secara otomatis mengalihkan konsumsi ke BBM. Pada peralatan converter kit ini, pemerintah nantinya juga akan melengkapi dengan sebuah Radio Frequentcy Identification (RFID) yang terkontrol secara terpusat. Alat RFID ini akan mengontrol dan melaporkan penggunaan gas dari sebuah mobil yang telah dipasangi converter kit.

Untuk mensukseskan program konversi gas untuk kendaraan bermotor ini tentunya dibutuhkan kerjasama dan koordinasi khususnya dari semua kementrian terkait dan juga dari semua pihak pada umumnya. Pasokan gas dalam negeri harus dijaga, penyiapan infrastruktur yang baik (jalan, jaringan pipa gas, SPBG, kualitas angkutan umum,dsb), perakitan dan manufakturing Converter Kit dengan harga yang terjangkau dan menguntungkan dan , sosialisasi kepada masyarakat, pemberian insentif pengguna BBG, dll.

Hal penting lainnya untuk mendukung program ini ialah membuat peraturan untuk kedepannya agar setiap kendaraan bermotor yang diimpor dari luar negeri harus sudah terpasang Converter Kit sehingga konsumen tidak direpotkan lagi.

Harry Panjaitan
Menteri ESDM*

in progress

Thursday, February 16, 2012

Perusahaan Konsultan

Beberapa waktu lalu, ada tawaran kerja dari sebuah perusahaan konsultan di Bandung untuk mahasiswa tingkat akhir yang sudah tidak memiliki jadwal kuliah yang banyak (alias tinggal Tugas Akhir). Perusahaan konsultan tersebut dikomandani oleh dosen dari kampus kami.

Tentu saja itu adalah tawaran yang menarik. Selagi mahasiswa, jika masuk kesana, kami berkesempatan untuk ikut proyek-proyek perusahaan tersebut. Bisa belajar langsung di dunia nyata,  dapat ilmunya, dapat relasi (networking), dan dapat duitnya. Hehe.

Saya pikir, ini adalah ide bisnis yang menarik untuk digeluti. Dengan adanya perusahaan konsultan seperti ini, tentu saja akan mewadahi mahasiswa tingkat akhir yang dapat dikatakan sudah punya ilmu yang cukup dan ingin terjun mencicipi dunia nyata (proyek-proyek). Mahasiswa dapat ilmu dan dapat gaji. Perusahaan mendapatkan jasa mahasiswa.
Sama-sama baik untuk kedua pihak.

Saya jadi terpikir suatu saat membuat perusahaan yang bisa mendayagunakan mahasiswa tingkat akhir yang udah nganggur kuliah, tinggal nyusun skripsi, dan ingin mencicipi dunia nyata dalam proyek-proyek saya nantinya.. Hehe

Harry Panjaitan
Menteri ESDM*

in progress

Sunday, January 22, 2012

Ekskursi Aroes Koeat Hari Kedua

Hari kedua ekskursi, 10 Januari 2012 pun dimulai...
Di hari kedua ekskursi, ada dua perusahaan yang kami kunjungi. Perusahaan pertama ialah PT Krakatau Steel dan PT Krakatau Daya Listrik yang merupakan anak perusahaan dari PT Krakatau Steel.

1. PT Krakatau Steel

Logo PT Krakatau Steel
Setelah mandi dan beres-beres kami berangkat dari wisma di Suralaya sekitar pukul 6 pagi dan sampai di PT Krakatau Steel yang terletak di Cilegon sekitar pukul 8 pagi. Untuk ekskursi hari kedua, kami juga didampingi seorang dosen yaitu Bapak Dr. Syarif Hidayat. Begitu sampai di lokasi, kami langsung bergerak menuju ruang pertemuan untuk bertemu dan mendengarkan penjelasan tentang aktivitas PT Krakatau Steel dari pihak perusahaan tersebut.


Setelah selesai presentasi dan tukar-menukar cendera mata antara STEI ITB-Panitia Ekskursi-PT Krakatau Steel, kami bergegas menuju bis untuk melihat aktivitas pembuatan baja di perusahaan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa PT Krakatau Steel adalah perusahaan raksasa dalam pengolahan baja.

Dipandu oleh Humas PT Krakatau Steel, Pak Humaedi, di sepanjang bis kami banyak mendapatkan informasi-informasi tentang aktivitas PT Krakatau Steel. Mengunjungi lokasi industri PT Krakatau Steel sudah seperti mengunjungi sebuah kota tersendiri karena lahan yang begitu luasnya. Ada hal yang menarik bahwa nama jalan di "kota Krakatau Steel" tersebut berasal dari nama-nama benua. Misalnya ada jalan yang dinamakan "jalan eropa", "jalan amerika", "jalan asia", dll. Hal ini (menurut penuturan Pak Humaedi) sejalan dengan visi perusahaan yang ingin menjadi perusahaan baja yang mendunia. Hehe.

Begitu sampai di lokasi industri, sudah terasa hawa yang panas. Pertama-tama kami dibawa untuk melihat sebuah tempat yang digunakan untuk menampung bahan baku pengolahan baja. Bentuknya seperti biji-biji kecil (mereka biasanya menyebut dengan istilah "pelet besi"). Pelet besi ini masih mengandung sekitar 55% besi. Proses produksi baja di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dimulai dari Pabrik Besi Spons. Pabrik ini mengolah bijih besi pellet menjadi besi dengan menggunakan air dan gas alam.

Pelet besi sebagai bahan baku
At ladang besi pelet
Besi yang dihasilkan kemudian diproses lebih lanjut pada Electric Arc Furnace (EAF) di Pabrik Slab Baja dan Pabrik Billet Baja. Di dalam EAF besi dicampur dengan scrap, hot bricket iron dan material tambahan lainnya untuk menghasilkan dua jenis baja yang disebut baja slab dan baja billet.

Baja slab selanjutnya menjalani proses pemanasan ulang dan pengerolan di Pabrik Baja Lembaran Panas menjadi produk akhir yang dikenal dengan nama baja lembaran panas. Produk ini banyak digunakan untuk aplikasi konstruksi kapal, pipa, bangunan, konstruksi umum, dan lain-lain. Baja lembaran panas dapat diolah lebih lanjut melalui proses pengerolan ulang dan proses kimiawi di Pabrik Baja Lembaran Dingin menjadi produk akhir yang disebut baja lembaran dingin. Produk ini umumnya digunakan untuk aplikasi bagian dalam dan luar kendaraan bermotor, kaleng, peralatan rumah tangga, dan sebagainya. Sementara itu, baja billet mengalami proses pengerolan di Pabrik Batang Kawat untuk menghasilkan batang kawat baja yang banyak digunakan untuk aplikasi senar piano, mur dan baut, kawat baja, pegas, dan lain-lain.

Gambaran umum alur proses pengolahan baja

Oh ya, Kalau anda penasaran untuk "mencicipi" bagaimana rasanya di dalam neraka, pabrik-pabrik di PT KS merupakan tempat yang tepat menurut saya. Hehe. Memasuki pabrik-pabrik diatas seperti memasuki "neraka dunia". Suhu di dalam pabrik tersebut sangatlah panas. Selain panas nya udara, didalam juga sangat berisik. Selalu terdengar bunyi-bunyi besi dipukul-pukul oleh mesin-mesin ukuran raksasa agar bentuknya pipih dan menjadi lembaran. Benar-benar "neraka dunia". Hehe.

Ada juga batangan-batangan besi yang panjangnya sekitar 20 meter (bilet baja) dan memiliki berat hampir 1 ton. Batang-batang tersebut diangkat oleh sebuah magnet lunak ukuran raksasa (kira-kira sebesar mobil Toyota Fortuner) yang akan menjadi magnet ketika dialiri listrik dan menjadi besi biasa ketika aliran listriknya diputus. Ketika dialiri listrik, besi itu berubah menjadi magnet sehingga bilet baja dapat menempel dipermukaan magnet raksasa tersebut, bilet baja itu siap dipindahkan dan diletakkan lagi dengan cara mematikan sumber listrik sehingga magnet tersebut berubah lagi menjadi besi biasa (tipikal magnet lunak). Kalau tidak salah, kapasitas beban magnet lunak tersebut mencapai 5 ton. Artinya dia mampu mengangkat batangan-batangan baja hingga 5 ton (wow).

Setelah selesai berkeliling di pabrik-pabrik tersebut, kami pun langsung bergerak menuju PT Krakatau Daya Listrik.

2. PT Krakatau Daya Listrik
Logo PT Krakatau Daya Listrik
Perjalanan dari PT KS ke PT KDL hanya butuh waktu kira-kira 30 menit saja. Segera setelah sampai di PT PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL), kami langsung bergerak ke kantin PT KDL untuk menikmati makan siang (slot waktu Isoma). Buat saya ini adalah makan siang terbaik yang pernah ada selama 5 hari ekskursi. Maknyuss..hehehe. Setelah makan siang selesai kami langsung bergerak untuk melihat aktivitas pembangkitan listrik di PT KDL. Selama mengelilingi PT KDL, kami juga diberikan penjelasan-penjelasan terkait aktivitas di PT KDL oleh petugas pemandu dari PT KDL.

Sebelum menjadi usaha mandiri, tahun 1979, PT KDL merupakan salah satu divisi yang berada di bawah Direktorat Perencanaan PT KS. Saat itu, pabrik dan prasarana di kawasan industri baja terpadu membutuhkan kehandalan suplai listrik dari unit yang mandiri. Atas kebutuhan inilah maka, PT KS membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 400 Megawatt (MW).

Bidang usaha utama PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) adalah pembangkit listrik, memiliki lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang masing-masing berkapasitas 80 MW. Sehingga kapasitas totalnya ialah sebesar 400 MW beserta jaringan transmisi dan distribusi di wilayah kawasan industri Krakatau Steel. Perusahaan didirikan pada tahun 1996 di Cilegon ini, mampu melayani fluktuasi beban yang dibutuhkan pabrik-pabrik di Kawasan Industri Krakatau. Konsumen listrik utama PT KDL adalah pabrik baja nasional PT Krakatau Steel (Persero), Tbk (PT KS), industri dan fasilitas usaha KS Group, serta konsumen umum yang terdiri dari berbagai golongan mulai dari rumah tangga, perhotelan hingga kelompok industri.
At PT KDL yg memiliki 5 unit pembangkit dgn kapasitas total 400 MW
PT KS sebagai produsen baja merupakan konsumen yang terbesar. Karakteristik konsumsi energi pabrik baja cenderung fluktuatif dan identik dengan interval pemakaian yang inkonsisten. Oleh sebab itu, PLTU PT KDL didesain khusus untuk melayani permintaan pemakaian yang tidak bisa diprediksikan tersebut.

Bahan bakar utama dari PLTU PT KDL adalah Gas alam (Natural Gas) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) Residu. Kedua bahan bakar ini dapat digunakan sendiri-sendiri maupun bersamaan. Pembangkit listrik PT KDL mampu mengaplikasikan mekanisme Dual Firing, yaitu mekanisme pembakaran yang dapat menggunakan bahan bakar gas juga BBM secara bersamaan.

Selain mengurusi pembangkitan listrik, ternyata PT KDL juga punya unit bisnis penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek Quelle. AMDK itu sudah diperdagangkan dan didistribusikan tapi masih terbatas sampai daerah Cilegon dan sekitarnya (Provinsi Banten). Kami berkesempatan untuk melihat proses pembuatan air minum tersebut dan merasakan sendiri segarnya air minum Quelle ditengah suasana panas dan gerah kala itu. Unit bisnis ini belakangan berubah menjadi usaha mandiri bernama PT Krakatau Daya Tirta.

Foto bersama mahasiswa-dosen-pihak PT KDL sebelum pulang
Kira-kira pukul 4 sore, kami pun selesai melakukan company visit dan bergerak menuju wisma PHPI di Jakarta (selama ekskursi tidurnya nomaden). Saya tidak tahu nama jalan nya tetapi letaknya cukup dekat dari bunderan HI.

Sesampai di wisma, makan malam, mandi dan langsung menuju tempat tidur untuk melepas lelah..
Ekskursi Hari Kedua luar biasa !! :D

Ekskursi hari ketiga (to be continued..)

Wednesday, January 18, 2012

Ekskursi Aroes Koeat 9-13 Jan 2012 (Hari Pertama)


Luarrr Biasaaa!!
Ekskursi Aroes Koeat yang berlangsung selama 5 hari ini, telah memberikan 5 juta pengalaman dan wawasan baru buat saya. Ekskursi ini adalah kegiatan tahunan yang sudah menjadi tradisi turun temurun di jurusan kami yang bertujuan agar para mahasiswa jurusan Teknik Tenaga Listrik dapat melihat secara langsung di lapangan hal-hal yang berkaitan dengan pelajaran yang telah didapatkan selama kuliah. Dalam acara yang berlangsung selama 5 hari ini kami mengunjungi 5 perusahaan di 4 hari pertama dan hari terakhir ekskursi ditutup dengan jalan-jalan ke Dufan Ancol. he he..

Ini adalah catatan sepanjang perjalanan saya mengikuti ekskursi Aroes Koeat Elektroteknik ITB 2012. Tenang saja, biarpun judul nya ekskursi aroes koeat, saya ga banyak membahas hal-hal teknis disini. hahaha..

Hari Pertama ( 9 Januari 2012 )
Perjalanan dimulai sekitar pukul 8 pagi dengan titik keberangkatan dari gerbang depan ITB. Keberangkatan kami kali ini juga dihadiri oleh Bapak Dekan STEI ITB, Dr.Suwarno dan Bapak Ka.Prodi Teknik Tenaga Listrik, Dr.M.Nurdin. Setelah mendengarkan wejangan dan pamitan dengan beliau, kami mulai masuk ke dalam bis. Setelah semua peserta diabsen satu persatu dan memastikan logistik tidak ada yang tertinggal, akhirnya dengan mengendarai bis bintang lima milik Cipaganti, kami yang berjumlah sekitar 40 an orang memulai perjalanan ekskursi Aroes Koeat Elektroteknik ITB 2012. Pada ekskursi hari pertama ini, kami juga didampingi oleh dua orang dosen, Bpk Dr.Agus Purwadi dan Bpk Ir. Tridesmana,MT.

Berpose dulu sebelum berangkat (dari kiri : saya, Lutfi, Wisjnu, Ipin) 
Perjalanan ke Suralaya memakan waktu 5 jam. Di dalam bis, seperti biasa kalau lagi jalan-jalan bareng, saya punya hobi aneh untuk mengabadikan momen dimana seseorang tertidur pulas dalam bis. It is so natural. hahaha. Dan inilah beberapa jepretan saya (sorry guys :p)



Dan.. Perusahaan pertama yang kami kunjungi adalah PT Indonesia Power UBP Suralaya. Perjalanan yang memakan waktu 5 jam ini akhirnya membawa kami berhasil menjejakkan kaki di perusahaan yang terletak persis di ujung barat pulau jawa ini. Kenapa terletak di ujung? Itu tidak lain adalah karena alasan efisiensi dan efektivitas. Perusahaan pembangkit listrik ini menggunakan batu bara sebagai sumber energi primer nya dimana batu bara tersebut diangkut dengan kapal laut dari Sumatera Selatan dan di drop di pelabuhan yang sangat dekat dengan PT Indonesia Power UBP Suralaya. Tidak perlu transportasi darat untuk mengangkut batu bara. Biaya produksi bisa ditekan dan tentunya lebih ramah lingkungan. Suasana disana pun cukup gerah dan membuat keringat bercucuran akibat udara yang panas karena aktivitas pembangkitan.

PLTU Suralaya yg saat ini memiliki 7 unit pembangkit dengan kapasitas total 3.400 MW
Sesampainya di bus, kami langsung bergerak menuju ruang pertemuan untuk mendengarkan welcoming speech dan presentasi tentang IP Suralaya dari pihak Indonesia Power UBP Suralaya. Anak perusahaan PLN ini memiliki 7 unit pembangkit dengan kapasitas total 3.400 MW. PLTU Surayala merupakan unit pembangkit uap dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara. Bahkan saat ini sedang direncanakan untuk menambah satu unit lagi (menjadi 8 unit) dengan kapasitas 600 MW. Sehingga total kapasitas PLTU Suralaya ini akan mampu mencapai angka 4.000 MW. Angka ini diharapkan mampu untuk mengimbangi pertumbuhan beban yang akan meningkat terus di tahun-tahun mendatang.
Saat ini, untuk menggerakkan kegiatan pembangkitan listrik, perusahaan ini membutuhkan sekitar 27.000 ton batu bara per hari pada kapasitas penuh (wow!). Kira-kira dalam setahun, jumlah batubara yang digunakan pembangkit ini bisa menutupi seluruh kota jakarta yang demikian luas.
at PLTU Suralaya
Setelah selesai mendengarkan presentasi, kami dibawa untuk melihat-lihat aktivitas pembangkitan disana dan masuk kedalam control room yang terdapat banyak panel-panel pengendali. Di sana kami diberikan penjelasan tentang pengendalian aktivitas pembangkitan di PLTU Suralaya.

At Control Room PLTU Suralaya
Setelah semuanya selesai (kira-kira pukul 5 sore), kami akhirnya bergegas untuk berangkat ke mess yang seyogyanya sudah disediakan oleh pihak IP Suralaya. Namun karena ada miskomunikasi akhirnya kami tidak jadi menginap disana dan "terdampar" di sebuah wisma yang masih berada cukup dekat dengan area IP Suralaya. Dan akhirnya baru bisa merebahkan diri di tempat tidur sekitar pukul 8 malam, Setelah berbaring beberapa menit, saya bergegas mandi dengan terlebih dulu mengantre di kamar mandi, karena kekurangan pasokan air. Beberapa yang udah gerah, memilih mandi di kolam renang mungil tapi cukup dalam (4 meter) sebelum akhirnya mandi lagi dengan air yang bersih di kamar mandi. Saya sendiri memilih untuk tidak mandi di kolam renang, bukan karena saya tidak tau renang, tapi karena air kolam nya agak kotor. ckck. Selesai mandi, makan malam diantar oleh divisi konsumsi (thanks bray) ke kamar kami masing-masing, dimana setiap kamar diisi oleh 4-5 orang. Selesai makan malam, kami istrahat sambil nyanyi-nyani dengan kawan-kawan diiringi permainan gitar saya. Setelah capek nyanyi, sebagian dari kami pun mulai tidur, dan sebagian lagi masih sedang asyik bermain bridge.. It has been a long day :D

Hari Kedua (to be continued..)

Wednesday, January 4, 2012

Opini Tentang Energi Terbarukan

Tulisan ini merupakan tulisan yang pernah saya ajukan dalam lomba KENMI 2011..


Isu utama dalam sektor energi Indonesia saat ini adalah bagaimana mencari teknologi yang bisa mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional dengan meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Solusi yang dapat menjawab isu tersebut ialah dengan penggunaan sumber-sumber energi terbarukan(non fosil).

Potensi sumber energi terbarukan(non-fosil) di Indonesia sangat berlimpah dan beragam seperti tenaga surya,tenaga angin,tenaga air,geothermal,biomasa dan lain-lain. Lalu pertanyaannya adalah mengapa penggunaan sumber-sumber energi terbarukan(non fosil) masih minim?

Opini tentang energi-energi alternatif, keunggulannya, identifikasi masalah, dan solusinya


AIR

Adapun keunggulan energi air adalah:
  1. Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan curah hujan sehingga memiliki potensi air yang berlimpah.Potensi energi air Indonesia mencapai 75 GW sementara pemamfaatannya masih sebesar 5,7 GW.
  2. Energi air skala kecil(mikrohidro) cocok untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di daerah terpencil yang belum tersedia listrik. Hal ini dikarenakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro(PLTMH) memiliki investasi yang murah,tidak membutuhkan lokasi pengoperasian dan instalasi yang luas, operasi dan pemeliharaan yang mudah,serta banyaknya sungai dan air terjun yang tersebar di daerah-daerah terpencil diseluruh Indonesia. Penciptaan lapangan pekerjaan pun akan terjadi karena penduduk setempat bisa dipekerjakan untuk mengoperasikan dan memelihara PLTMH.
  3. Bendungan PLTA dapat dimamfaatkan untuk keperluan lain seperti irigasi,air minum,maupun MCK.
  4. Energi air adalah energi yang clean,sustainable,dan renewable
Kendala yang muncul dan solusi:
  1. Debit air yang tersedia cenderung berubah-ubah(tidak stabil) karena terjadinya pertambahan jumlah penduduk,kerusakan hutan,perubahan tata guna lahan,pembuangan limbah ke daerah aliran sungai(DAS) oleh masyarakat dan pihak industri.Debit air yang dibutuhkan untuk membangkitkan listrik haruslah stabil dan jumlahnya besar.Solusinya ialah dengan memberikan penyuluhan secara gencar kepada masyarakat untuk memelihara hutan dan lingkungan sekitar DAS sehingga PLTMH bisa bekerja dengan baik. Penyuluhan itu juga harus membukakan pemahaman masyarakat bahwa PLTMH itu nantinya dapat dimamfaatkan untuk kegiatan yang produktif sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tersebut meningkat. Jika masyarakat sadar bahwa perekonomian mereka tumbuh karena adanya PLTMH maka kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,menjaga aliran air,dan menjaga hutan di hulu sungai menjadi bertambah.Solusi yang lain ialah dengan melibatkan masyarakat dalam studi kelayakan, perencanaan, pembangunan dan pembentukan PLTMH sehingga wawasan masyarakat tentang energi terbarukan semakin terbuka.
  2. Harga jual beli listrik dalam PPA(Power Purchase Agreement) cenderung tetap selama rentang waktu yang ditentukan.Hal ini tentu menyulitkan pelaku usaha untuk menggarap dan mengembangkan energi terbarukan karena biaya operasi,pemeliharaan,dan gaji karyawan bertambah setiap tahunnya,sementara harga jual listrik dalam PPA tetap.Solusinya ialah dengan memberikan harga jual listrik dengan kenaikan setiap tahunnya sehingga tidak menyulitkan pengusaha untuk mengembangkan energi terbarukan.
GEOTHERMAL

Keunggulan energi geothermal adalah:
  1. Sustainable energy. Geothermal adalah energi yang ramah lingkungan karena setelah energi dari fluida panas bumi diubah menjadi energi listrik,fluida tersebut dikembalikan ke bawah permukaan(reservoir) melalui sumur injeksi.Hal ini menjadikan geothermal sebagai energi yang berkelanjutan(sustainable energy)
  2. Emisi karbon yang rendah. Emisi dari pembangkit listrik panas bumi sangat rendah bila dibandingkan dengan minyak dan batubara. Karena emisinya yang rendah, geothermal memiliki kesempatan untuk memanfaatkan Clean Development Mechanism (CDM) produk Kyoto Protocol.
  3. Indonesia yang terletak diantara tiga lempeng tektonik,adalah gudangnya geothermal karena 40% potensi geothermal dunia tersimpan di Indonesia.Potensi geothermal Indonesia mencapai sekitar 28.000 MW yang tersebar di seluruh Indonesia(kecuali Kalimantan),namun yang dimamfaatkan masih sekitar 1.200 MW.
  4. Pemamfaatan geothermal tidak membutuhkan penggunaan bahan bakar.Selain itu, geothermal tidak terpengaruh dengan harga pasar dunia seperti energi fosil.
  5. Sumber geothermal dapat bertahan puluhan tahun selama siklus uap dan injeksi/sirkulasi air ke bumi disekitar sumber panas dapat terjaga dengan baik.
  6. Sumber energi geothermal banyak berada didaerah hutan.Sehingga air sebagai bahan baku sumber panas bumi bisa terjaga kuantitasnya oleh hutan yang terpelihara.
  7. Energi geothermal merupakan energi yang tidak bisa dijual dan tidak bisa diekspor,sehingga geothermal dapat memenuhi kebutuhan energi.
Kendala dan solusi:
  1. Untuk melakukan kegiatan eksplorasi, pendanaan Geothermal harus dilakukan sendiri oleh perusahaan penggarap geothermal karena bank tidak mau memberikan dana untuk ekplorasi dengan pertimbangan bahwa dana eksplorasi akan terbuang percuma jika sumber panas buminya tidak ditemukan. Solusinya ialah dengan menggunakan satelit untuk kegiatan eksplorasi geothermal sehingga tidak memakan biaya yang besar.Solusi yang lain ialah dengan adanya bank yang fokus untuk mendanai energi terbarukan.
  2. Biaya investasi geothermal cukup besar dan resikonya cukup tinggi karena bisnis geothermal meliputi pengeboran sampai menghasilkan listrik. Untuk itu dibutuhkan partisipasi dari pada stakeholder dan kerja sama dalam hal penelitian dan pengembangan dengan negara asing yang sudah mapan dalam teknologi geothermal.
  3. Harga yang dihasilkan dari mekanisme tender WKP belum merupakan harga dalam PPA sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pengembang geothermal.Solusinya ialah dengan membuat peraturan yang menyatakan bahwa harga tender secara otomatis menjadi harga PPA sehingga dapat menghilangkan rasa ketidakpastian bagi pengembang geothermal.
NUKLIR

Keunggulan teknologi nuklir ialah:
  1. Indonesia telah mengenal teknologi nuklir lebih dari enam puluh tahun. Para ahli nuklir Indonesia telah menyatakan siap untuk diberi amanah mengelola pembangkit listrik tenaga nuklir.
  2. Pasokan listrik dunia sudah mencapai 16% dari total kapasitas pembangkit.Hal ini menunjukkan bahwa nuklir bisa menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan listrik dimasa mendatang.Nuklir terbukti handal dalam teknologi dan keselamatan,potensi,ekonomis dan ramah lingkungan.
  3. Nuklir dapat menghasilkan energi yang jauh lebih besar daripada energi fosil.

Kendala dan solusi:
  1. Penolakan dikalangan masyarakat tentang keberadaan PLTN karena menganggap bahwa energi nuklir adalah energi yang berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan.Penolakan ini menjadi bukti kurangnya sosialisasi tentang PLTN. Solusinya ialah dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.Sosialisasi itu tak hanya terbatas pada keunggulan nuklir sebagai bahan bakar yang bersih dan ramah lingkungan serta aman namun juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa teknologi nuklir sudah maju dan berkembang.
  2. Ketakutan bahwa energi nuklir akan diselewengkan untuk dijadikan senjata nuklir.Padahal untuk menjadikan energi nuklir menjadi senjata nuklir diperlukan peneltian yang lama,teknologi yang super canggih,serta biaya yang besar.Sehingga tidak mungkin energi nuklir yang ada di Indonesia digunakan sebagai senjata.Pemahaman seperti inilah yang harus diberikan kepada pihak-pihak yang beranggapan demikian.
SURYA

Indonesia terletak pada garis khatulistiwa yang memungkinkan sinar matahari dapat diterima secara optimal dipermukaan bumi di seluruh Indonesia. Dengan kondisi yang sangat potensial ini sudah saatnya pemerintah dan pihak universitas membuat satu pusat penelitian solar sel agar Indonesia tidak kembali hanya sebagai pembeli divais solar sel di tengah melimpahnya sinar matahari yang diterima di bumi Indonesia. 

Selain itu kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau yang kecil dan terpencil menyebabkan sulit untuk dijangkau oleh jaringan listrik yang bersifat terpusat.Untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah-daerah semacam ini,salah satu jenis energi yang potensial untuk dikembangkan adalah energi surya. Dengan demikian, energi surya dapat dimanfaatkan untuk penyedian listrik dalam rangka mempercepat rasio elektrifikasi desa.

Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah seperti mendorong komersialisasi energi surya dengan memaksimalkan keterlibatan swasta,mengembangkan industri energi surya dalam negeri yang berorientasi ekspor dan mendorong terciptanya sistem dan pola pendanaan yang efisien dengan melibatkan dunia perbankan.

ANGIN

Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia,sehingga Indonesia merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembangkit listrik
tenaga angin, namun sayang potensi ini nampaknya belum dilirik oleh pemerintah.Energi angin juga adalah energi yang bersih dan tidak menimbulkan polusi seperti halnya energi.

Tipe sumber energi ini relatif fluktuatif dibandingan dengan sumber energi lainnya, terutama di Indonesia. Orde perubahan signifikan dari kecepatan dan arah angin seringkali mencapai skala detik. Terlebih lagi dengan kondisi angin di Indonesia yang relatif rendah (<5 m/s) membuat putaran rpm turbin sangat rendah dan susah untuk memutar generator yang dijual dipasaran. Sehingga solusi yang baik adalah mendesain turbin yang dapat berputar diatas kecepatan rata-ratanya. Sehingga ketika angin berfluktuasi dengan cepat ke kecepatan tinggi generator tidak rusak

BIOENERGI

Keunggulan bioenergi ialah:
  1. Indonesia dikenal sebagai negara agraris ,memiliki tingkat kesuburan tanah yang baik,kondisi iklim tropis dengan curah hujan yang cukup, ketersediaan lahan yang masih luas, serta telah berkembangnya teknologi optimalisasi produksi dapat mendukung kelayakan pengembangan usaha agribisnis untuk mendukung penggunaan energi bioenergi.
  2. Bersifat renewable karena bisa diperbaharui melalui penanaman tumbuhan penghasil energi bioenergi.

Kendala yang dihadapi:
  1. Permintaan masyarakat dunia akan energi bioenergi(kelapa sawit) semakin tinggi.Hal berpotensi membuat bioenergi tersebut dieksport keluar negeri secara berlebihan sehingga kita sendiri kekurangan stock bioenergi.Solusinya ialah dengan membuat aturan agar para penyedia energi mendahulukan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.Selain itu,pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap lokasi yang cocok untuk tanaman-tanaman bioenergi,sehingga tanaman tersebut bisa tumbuh pada daerah yang cocok.
  2. Tanaman-tanaman biomassa memiliki dua peran penting.Tanaman-tanaman bioenergi harus diposisikan sebagai pengganti energi fosil dan juga sebagai konsumsi pangan.Sehingga tidak terjadi kekurangan pangan karena tanaman biomassa yang terlalu difokuskan sebagai pengganti energi fosil.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan ialah:
  1. Melakukan pengalihan subsidi secara bertahap dari energi fosil kepada energi-energi terbarukan sehingga energi terbarukan dapat bersaing dan berkembang.
  2. Pengurangan bea-masuk untuk peralatan-peralatan energi terbarukan
  3. Memberikan insentif kepada para pengembang energi terbarukan melalui pajak dan bunga rendah.
  4. Melakukan pemetaan secara lengkap terhadap potensi sumber energi terbarukan di Indonesia sehingga didapatkan data-data yang menarik investor untuk berinvestasi di energi terbarukan dan memudahkan terealisasinya pembangkit energi terbarukan.
  5. Pelaku-pelaku usaha energi terbarukan yang akan melakukan tender harus benar-benar terseleksi dan memang berkompeten untuk melakukan eksploitasi terhadap potensi energi terbarukan.
  6. Pemerintah bekerja sama dengan pihak universitas untuk melakukan penelitian dan pengembangan energi terbarukan.
  7. Pembentukan BUMN (seperti Pertamina dan PLN) yang fokus untuk mengurus bidang energi terbarukan sehingga pemamfaatan sumber energi terbarukan berorientasi kepada kepentingan rakyat.
Sampai saat ini,konsumsi energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil. Sementara penggunaan energi terbarukan(non-fosil) masih sangat minim. Sudah saatnya Indonesia beralih kepada sumber energi non-fosil dan melakukan diversifikasi energi terhadap energi-energi terbarukan mengingat potensinya di Indonesia sangat besar.Sebaliknya,penggunaan energi fosil harus dikurangi karena:

Harga bahan bakar fosil semakin mahal
Pemerintah telah mengeluarkan dana APBN puluhan triliun rupiah untuk subsidi BBM. Dan ditahun-tahun yang akan datang bukan tidak mungkin dana APBN untuk subsidi BBM akan semakin bertambah mengingat harga minyak dunia yang semakin mahal karena semakin menipisnya persediaan minyak bumi dunia.

Isu pemanasan global
Secara ilmiah,penggunaan bahan bakar fosil memberikan emisi karbon yang besar dan bedampak buruk bagi lingkungan. Disamping itu,Indonesia juga berkewajiban memenuhi komitmen dalam kesepakatan protokol Kyoto tentang pengurangan emisi karbon.

Dengan mengembangkan energi-energi terbarukan,Indonesia berkesempatan memperoleh dana dari program CDM protokol Kyoto.Untuk para pelaku usaha, perusahaan yang pro-lingkungan dengan menerapkan konsep green energy(energi non-fosil) lebih “menjual” untuk mendapatkan insentif dan pendanaan internasional.

Melihat besarnya potensi energi terbarukan di Indonesia dan masih minimnya pemamfaatan energi terbarukan, saya berharap keseriusan pemerintah sebagai badan eksekutif untuk segera mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan secara aktif mendukung dan mengembangkan usaha-usaha pemamfaatan energi terbarukan seperti langkah-langkah yang sudah dipaparkan diatas.Mahasiswa sebagai kaum intelektual dan generasi penerus bangsa juga harus turut aktif mendorong,dan mendukung upaya pemamfaatan energi terbarukan.Potensi energi terbarukan membutuhkan sentuhan kreatif dan inovatif yang diharapkan muncul dari kaum intelektual seperti mahasiswa sehingga potensi itu tidak menjadi sia-sia.Sentuhan kreatif itu bisa berupa penelitian dan pengembangan teknologi,kajian mengenai regulasi dan kebijakan yang terkait dengan energi. Sentuhan kreatif dan inovatif itu nantinya dapat diajukan kepada pemerintah sebagai lembaga eksekutif untuk ditindaklanjuti.

Dari uraian-uraian diatas dapat dilihat bahwa saat ini Indonesia kaya akan potensi sumber energi terbarukan. Jika potensi itu bisa dimaksimalkan dengan baik,Indonesia tidak perlu khawatir dengan menipisnya cadangan energi fosil didunia, naiknya harga minyak dunia,dan isu pemanasan global.Pemamfaatan potensi energi terbarukan yang melimpah ini bisa menjadi jawaban atas kebutuhan energi nasional.

Sustainable dan renewable energi untuk kemandirian energi nasional

Sunday, December 11, 2011

Renewable Energy : Hydro Power

Isu semakin minimnya energi fosil telah membuat harga bahan bakar fosil (BBM, Batu Bara dan Gas) telah membuat harga bahan bakar fosil saat ini terus mengalami peningkatan yang drastis. Pemakain bahan bakar fosil juga semakin disadari dampaknya terhadap kerusakan lapisan ozon. Oleh karena faktor-faktor tersebutlah, saat ini semakin banyak negara yang mulai mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan.

Untuk pembangkit listrik, sumber energi terbarukan (renewable energy) didapatkan dari tenaga panas bumi (geothermal), tenaga angin, biogas, air, dan surya.

Salah satu sumber energi terbarukan yang berlimpah di bumi Indonesia adalah air. Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan curah hujan sehingga memiliki potensi air yang berlimpah.Potensi energi air Indonesia mencapai 75 GW sementara pemamfaatannya masih sebesar 5,7 GW. Sebesar apa sih 75 GW itu?
Untuk mudah membayangkan nya, energi sebesar 75 GW itu mampu menghidupkan 750 Milyar televisi sekaligus. Luar biasa bukan?

Nah, lalu apa sajakah yang menjadi keunggulan dari pemakaian pembangkit listrik tenaga air ini?
1. Air (di Indonesia) adalah sumber yang tersedia dimana-mana. Kita tidak perlu memakai bahan bakar apapun untuk pembangkit air.
2. Biaya operasi dan pemeliharaannya rendah. Tidak perlu biaya bahan bakar (beli batu baram transportasi batu bara, dsb)
3. Ramah lingkungan karena  tidak menghasilkan gas berbahaya bagi lingkungan
4. Turbin-turbin PLTA bisa dioperasikan/dihentikan setiap saat. Hal ini tidak dimungkinkan pada PLTU (Uap) atau PLTN (Nuklir). Sehingga untuk memenuhi beban puncak dimalam hari selama beberapa jam, bukan merupakan hal yang sulit bagi PLTA
5. PLTA cukup sederhana dan mudah dimengerti. Tidak perlu profesional untuk mengoperasikannya.
6. PLTA bisa juga dipakai untuk irigasi, pengendalian banjir, dan perikanan

Adapun kelemahan PLTA ialah
1. Biaya konstruksi nya besar
2. Sangat bergantung pada kondisi alam (debit air, musim hujan, dsb)

bersambung..

Tuesday, December 6, 2011

Tips Menghitung Koordinasi Isolasi

Hanya sekedar berbagi. tiada maksud untuk sok mengajari.. hehehe
-----------------------------------------------------------------------------------

Ada 3 jenis tegangan lebih yang harus diproteksi pada koordinasi isolasi :
1. Tegangan Impuls Petir (Lightning Over Voltage)
2. Tegangan Lebih Switching (Switching Over Voltage)
3. Tegangan lebih temporer (Temporary Over Voltage) misalnya gangguan fasa ke fasa atau fasa ke tanah

Nah, untuk memproteksi peralatan dari 3 jenis tegangan lebih tersebut, harus ditentukan koordinasi isolasi nya. Adapun langkah-langkah menentukan koordinasi isolasi ialah sebagai berikut :

1. Perhatikan tegangan sistem nya (apakah 20 kv, 150 kv, atau 500 kv)

2. Dari tegangan sistem nya, maka kita dapat langsung menentukan kelas arrester nya (arusnya), sebagai berikut :
- Untuk sistem > 70 kv pakailah kelas arrester 10 kA
- Untuk sistem < 70 kv pakailah kelas arrester 5 kA
- Untuk sistem < 22 kv pakailah kelas arrester 2,5 kA
Kalaupun kita kurang yakin (atau ingin lebih yakin) bahwa kelas arrester yg kita pilih sudah tepat, maka kita dapat melakukan perhitungan sebagai berikut (lihat Diktat Proteksi halaman 88)

Ia = (2 Ud - Ua) : Z

Jika Ia < kelas arrester yg kita pilih, maka kita sudah tepat dalam memilih kelas arresternya

3. Selanjutnya menentukan tegangan pengenal arrester , dengan memakai rumus

U = Un x 1,1 x koefisien pentanahan
Dimana :
U : tegangan pengenal arrester
Un : tegangan sistem
koefisien pentanahan >> = 0,8 untuk sistem yg ditanahkan langsung
   = 1,0 untuk sistem yg tidak ditanahkan langsung

Misalnya : tegangan pengenal arrester untuk sistem 220 kV (ditanahkan langsung) iialah = 220 x 1,1 x 0,8 = 193 kV, karena pada tabel 2 dan 3 tidak ada nilai 193 (yg ada 198 kv), maka pilihlah nilai yg paling dekat diatasnya yaitu 198 kV.

4. Sekarang kita akan menentukan tegangan kerja arrester Ua dari tabel 2 dan tabel 3 (pada diktat) dengan memakai nilai kelas arrester dan tegangan pengenal arrester yg sudah kita dapatkan pada poin sebelumnya. Tegangan kerja arrester adalah tegangan sisa yg diteruskan oleh arrester.

5. Setelah kita mendapatkan tegangan kerja arrester Ua, maka kita harus menghitung tingkat perlindungan arrester dengan rumus : Ua + 10% Ua

6. Nah, langkah selanjutnya adalah menentukan BIL/TID dari peralatan yg ingin diproteksi (misalnya trafo, CB, saklar, dsb). Untuk menentukan BIL peralatan dapat dilakukan dengan 2 cara (terserah mau make cara yg mana)

a. Berdasarkan tegangan sistem tertinggi.

Nah, untuk cara ini, kita harus tahu dulu tegangan sistem tertinggi pada jaringan tersebut.
Tegangan sistem tertinggi = Tegangan sistem x 1,1
Note : Kalau peralatan yg ingin diproteksi adalah trafo, maka kita bisa melihat secara langsung BIL nya di tabel 1 berdasarkan tegangan sistem nya. Tapi di tabel 1, sistem yg tersedia hanya sampai 150 kV saja. Untuk sistem diatas 150 kV, pake tabel 5,6,7,8, atau 9). Tegangan sistem tertinggi ada pada kolom "highest voltage for equipment"

b.  Dari  rumus (tapi khusus untuk proteksi trafo aja)

BIL = 1,2 Ua  ; Ua = tegangan kerja arrester yg udah kita dapat sebelumnya

Jika kita sudah dapat nilai BIL nya dari rumus tersebut, maka cek tabel 5,6,7,8,9. Apakah ada nilai tersebut pada tabel? Jika tidak ada, pilihlah nilai yg mendekati diatas nilai tersebut.

7. Dari tabel yang sama ketika kita mendapatkan nilai BIL nya, lihat juga tegangan ketahanan jala-jala (ada pada kolom" rated frequency short duration withstand voltage " ).
Lalu lakukan pengecekan apakah peralatan kita sudah terproteksi dari tegangan lebih switching dan tegangan lebih temporer. Caranya ialah dengan terlebih dahulu menghitung :
- Tegangan lebih switching = Tegangan fasa-netral x 6,5
- Tegangan lebih sementara = Tegangan fasa-netral x 3

Jika:
Tegangan lebih switching < BIL peralatan, dan
Tegangan lebih sementara Tegangan ketahanan jala-jala,

maka PERALATAN KITA SUDAH TERPROTEKSI DARI TEGANGAN IMPULS PETIR, TEGANGAN SWITCHING ATAUPUN TEGANGAN TEMPORER.

Sekian.

Salam, Harry Panjaitan
Teknik Tenaga Listrik ITB

Wednesday, October 26, 2011

Vampire Load


Anda tahu vampir bukan? Percaya atau tidak vampir itu memang nyata adanya dan bahkan mungkin dia sedang menghisap anda saat ini juga! Namun lupakan pria berbaju hitam dan bertaring runcing, atau pria ABG tampan penghisap darah yang kini digemari wanita-wanita diseluruh dunia, karena bukan darah yang ia hisap, melainkan energi listrik. Yang kita bicarakan saat ini ialah vampire power load.

Vampire power load atau yang disebut juga standby power, phantom load, atau leaking electricity, merujuk kepada energi listrik yang terpakai sia-sia oleh peralatan listrik akibat mereka terus menerus menancap ke sumber listrik tanpa digunakan. Coba anda telusuri, kira-kira apa yang dilakukan oleh charger ponsel anda yang seharian menancap di sumber listrik atau laptop anda yang terus menerus dalam keadaan standby.

Vampire load bisa disebabkan oleh tiga hal berikut :
1. Peralatan listrik yang terus menerus disuplai energi listrik. (lampu penerang)
2. Peralatan listrik yang menggunakan energi listrik untuk fungsi display (seperti tampilan jam pada radio)
3. Peralatan listrik yang terus menerus dalam posisi standby, contohnya ialah printer yang terus menerus dalam posisi standby menunggu perintah dari komputer.

Uni Eropa melakukan sebuah studi baru-baru ini dan menemukan bahwa ada sekitar 3,7 miliar peralatan yang selalu dalam keadaan standby. Walaupun peralatan tersebut cukup kecil, sperti monitor, lampu indikator, dan laptop, namun dengan selalu terhubungnya peralatan tersebut bisa menghabiskan 10% total konsumsi listrik diperumahan.
Belum ada studi di Indonesia mengenai hal ini, akan tetapi pola hidup masyarakat yang belum sepenuhnya sadar dengan isu energi, bisa kita perkirakan secara kasar bahwa angka vampire loadberada disekitar 10%. Tentu saja hal ini sangat ironis karena masih ada 34% warga Indonesia yang belum bisa menikmati listrik.

Vampir ini lah yang menimbulkan banyak kerugian materil dan kerusakan peralatan listrik karena terus menerus “menghisap” daya listrik anda. Untuk kita ketahui bersama, dana APBN untuk “membantu” biaya listrik yang anda pakai ialah kira-kira Rp 1.000/KWh nya.  Dan pemerintah menghabiskan dana APBN puluhan triliun rupiah untuk dana bantuan listrik ini. Jika budaya hemat listrik bisa dilakukan, maka dana APBN yang tadinya untuk subsidi listrik akan bisa dialihkan secara bertahap kepada sektor lain, pendidikan misalnya.

Vampir tersebut akan datang jika anda memakai listrik dengan tidak bermamfaat. Dan, semakin banyak Anda memakai produk jualan PLN  (baca:listrik) , justru kerugian lah yang datang dari pemakaian produk tersebut. Baik kepada anda sebagai konsumen listrik, maupun kepada PLN sebagai produsen listrik. Dan sebaliknya jika anda sedikit memakai produk PLN (baca : hemat listrik), maka anda untung, PLN pun untung. Win-win solution bukan?

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk melawan vampire ini?? Bukan bawang putih atau tombak perak ataupun alat pengusir vampire lainnya. Ada tips sederhana, yaitu :
1. Cabut peralatan anda dari aliran listrik ketika tidak digunakan. Cabut colokan laptop, TV, charger Handphone, printer, dispenser, dsb.
2. Matikan lampu kamar mandi dan kamar kostan anda jika tidak dipakai lagi.

Mudah bukan?!

Selamat mengusir vampire dari lingkungan anda.

Salam,
Harpan,  Electrical Power Engineering ITB

Sumber : majalah energi
Dengan pengubahan seperlunya :-)

GENERAL CHECK-UP ENERGI TERBARUKAN DI INDONESIA (Part.I)


Isu utama dalam sektor energi Indonesia saat ini adalah bagaimana mencari solusi yang bisa mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional dengan meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Solusi yang dapat menjawab isu tersebut ialah dengan penggunaan sumber-sumber energi terbarukan(non fosil).

Namun, sampai saat ini, konsumsi energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil. Sementara penggunaan energi terbarukan (non-fosil) masih sangat minim. Sudah saatnya Indonesia beralih kepada sumber energi non-fosil  dan melakukan diversifikasi energi terhadap energi-energi terbarukan mengingat potensinya di Indonesia sangat besar. Sebaliknya,penggunaan energi fosil harus dikurangi karena :
1.Harga bahan bakar fosil semakin mahal
Pemerintah telah mengeluarkan dana APBN puluhan triliun rupiah untuk subsidi BBM. Dan ditahun-tahun yang akan datang bukan tidak mungkin dana APBN untuk subsidi BBM akan semakin bertambah mengingat harga minyak dunia yang semakin mahal karena semakin menipisnya persediaan minyak bumi dunia.
2.Isu pemanasan global
Secara ilmiah,penggunaan bahan bakar fosil memberikan emisi karbon yang besar dan bedampak buruk bagi lingkungan. Disamping itu, Indonesia juga berkewajiban memenuhi komitmen dalam kesepakatan protokol Kyoto tentang pengurangan emisi karbon.

Untuk itu, sudah saatnya kita beralih kepada pemamfaatan dan pengembangan energi terbarukan. Potensi sumber energi terbarukan(non-fosil) di Indonesia sangat berlimpah dan beragam seperti tenaga surya,tenaga angin,tenaga air,geothermal,biomasa dan lain-lain.
Lalu pertanyaannya adalah mengapa penggunaan sumber-sumber energi terbarukan(non fosil) masih minim?

Adapun tulisan berikut bertujuan sebagai general chek-up energi terbarukan di Indonesia, baik check-up potensi, keunggulan, identifikasi masalah yang ada, dan solusi yang ditawarkan...

Opini tentang energi-energi alternatif, keunggulannya, identifikasi masalah, dan solusinya

I.Energi air

Adapun keunggulan dari penggunaan energi air adalah:
1.Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan curah hujan sehingga memiliki potensi air yang berlimpah. Berdasarkan Blue Print Pengelolaan Energi Nasional 2006-2025, potensi energi air Indonesia mencapai 75 GW sementara pemamfaatannya masih sebesar 5,7 GW. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak potensi air yang bisa dimamfaatkan.
2.Energi air dalam skala yang kecil (PLTA mikrohidro atau sering disebut PLTMH) cocok untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di daerah terpencil  yang belum tersedia listrik. Hal ini dikarenakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) tidak membutuhkan investasi yang mahal,tidak membutuhkan lokasi pengoperasian dan instalasi yang luas, operasi dan pemeliharaan yang mudah,serta banyaknya sungai dan air terjun yang tersebar di daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia. Penciptaan lapangan pekerjaan pun akan terjadi karena penduduk setempat bisa dipekerjakan untuk mengoperasikan dan memelihara PLTMH.
3.Untuk skala besar, bendungan PLTA dapat dimamfaatkan untuk keperluan lain seperti irigasi,air minum,maupun MCK.
4.Energi air adalah energi yang clean,sustainable,dan renewable.

Kendala dan solusi:
1.Debit air yang tersedia cenderung berubah-ubah (tidak stabil) karena terjadinya pertambahan jumlah penduduk, kerusakan hutan, perubahan tata guna lahan, pembuangan limbah ke daerah aliran sungai (DAS) oleh masyarakat dan pihak industri. Padahal debit air yang dibutuhkan untuk membangkitkan listrik haruslah stabil dan jumlahnya besar. Solusinya ialah dengan memberikan penyuluhan secara gencar kepada masyarakat untuk memelihara hutan dan lingkungan sekitar DAS sehingga PLTMH bisa bekerja dengan baik. Penyuluhan itu juga harus membukakan pemahaman masyarakat bahwa PLTMH itu nantinya dapat dimamfaatkan untuk kegiatan yang produktif sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tersebut meningkat. Jika masyarakat sadar bahwa perekonomian mereka tumbuh karena adanya PLTMH maka kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,menjaga aliran air,dan menjaga hutan di hulu sungai menjadi bertambah. Solusi yang lain ialah dengan melibatkan masyarakat dalam studi kelayakan, perencanaan, pembangunan dan pembentukan PLTMH sehingga wawasan masyarakat tentang energi terbarukan semakin terbuka.

2.Harga jual beli listrik dalam PPA (Power Purchase Agreement) cenderung tetap selama rentang waktu yang ditentukan. Hal ini tentu menyulitkan pelaku usaha untuk menggarap dan mengembangkan energi terbarukan karena biaya operasi, pemeliharaan,dan gaji karyawan bertambah setiap tahunnya,sementara harga jual listrik dalam PPA tetap. Solusinya ialah dengan memberikan harga jual listrik dengan kenaikan setiap tahunnya sehingga tidak menyulitkan pengusaha untuk mengembangkan energi terbarukan.

II. Energi Panas Bumi (Geothermal)

 
Keunggulan dalam pengembangan energi geothermal  adalah:
1. Sustainable energy
Geothermal adalah energi yang ramah lingkungan karena  setelah energi dari fluida panas bumi di ubah menjadi energi listrik,fluida tersebut dikembalikan ke bawah permukaan(reservoir) melalui sumur injeksi.Hal ini menjadikangeothermal sebagai energi yang berkelanjutan(sustainable energy)


2. Emisi karbon yang rendah
Emisi dari pembangkit listrik panas bumi sangat rendah bila dibandingkan dengan minyak dan batubara. Karena emisinya yang rendah, geothermal  memiliki kesempatan untuk memanfaatkan Clean Development Mechanism (CDM) produk Kyoto Protocol.
3.Indonesia yang terletak diantara tiga lempeng tektonik, adalah gudangnya geothermal  karena40% potensi geothermal  dunia tersimpan di Indonesia. Potensi geothermal Indonesia mencapai sekitar 28.000 MW yang tersebar di seluruh Indonesia (kecuali Kalimantan), namun yang dimamfaatkan masih sekitar 1.200 MW.
4.Pemamfaatan geothermal  tidak membutuhkan penggunaan bahan bakar. Selain itu,geothermal  tidak terpengaruh dengan harga pasar dunia seperti energi fosil yang setiap tahun harganya terus meningkat.
5.Sumber geothermal dapat bertahan puluhan tahun selama siklus uap dan injeksi/sirkulasi air ke bumi disekitar sumber panas dapat terjaga dengan baik.
6.Sumber energi geothermal  banyak berada didaerah hutan. Sehingga air sebagai bahan baku sumber panas bumi bisa terjaga kuantitasnya oleh hutan yang terpelihara.
7.Energi geothermal merupakan energi yang tidak bisa dijual dan tidak bisa diekspor,sehinggageothermal dapat memenuhi kebutuhan energi.

Kendala dan solusi pengembangan energi geothermal :
1.Untuk melakukan kegiatan eksplorasi, pendanaan Geothermal  harus  dilakukan sendiri oleh perusahaan penggarap geothermal  karena bank tidak mau memberikan dana untuk ekplorasi dengan pertimbangan bahwa dana eksplorasi akan terbuang percuma jika sumber panas buminya tidak ditemukan. Solusinya ialah dengan menggunakan satelit untuk kegiatan eksplorasi geothermal  sehingga tidak memakan biaya yang besar. Indonesia bisa meniru Rusia yang sudah memamfaatkan teknologi satelit dalam kegiatan eksplorasi panas bumi. Solusi yang lain ialah dengan adanya sebuah bank yang fokus untuk mendanai energi terbarukan.
2.Biaya investasi geothermal  cukup besar dan resikonya cukup tinggi karena bisnis geothermal meliputi pengeboran sampai menghasilkan listrik. Untuk itu dibutuhkan partisipasi dari pada stakeholder  dan kerja sama dalam hal penelitian dan pengembangan dengan  negara asing yang sudah mapan dalam teknologi geothermal seperti Islandia.
4. Selama ini, harga yang dihasilkan dari mekanisme tender WKP panas bumi antara PLN dengan perusahaan penggarap panas bumi, belum merupakan harga dalam PPA sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pengembang geothermal. Solusinya ialah dengan membuat peraturan yang menyatakan bahwa harga tender secara otomatis menjadi harga PPA sehingga dapat menghilangkan rasa ketidakpastian bagi pengembang geothermal

III.Surya


Indonesia terletak pada garis khatulistiwa yang memungkinkan sinar matahari dapat diterima secara optimal di permukaan bumi di seluruh Indonesia. Dengan kondisi yang sangat potensial ini sudah saatnya pemerintah dan pihak universitas membuat satu pusat penelitian solar sel agar Indonesia tidak kembali hanya sebagai pembeli divais solar sel di tengah melimpahnya sinar matahari yang diterima di bumi Indonesia.
Selain itu kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau yang kecil dan terpencil menyebabkan kesulitan untuk dijangkau oleh jaringan listrik yang bersifat terpusat. Berdasarkan data, ratio elektrifikasi di Indonesia masih berkisar antara 60-65 %. Itu artinya masih ada sekitar 35-40 % daerah yang belum terjamah oleh listrik. Untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah-daerah semacam ini, salah satu jenis energi yang potensial untuk dikembangkan adalah energi surya. Dengan demikian, energi surya dapat dimanfaatkan untuk penyedian listrik dalam rangka mempercepat rasio elektrifikasi desa.
Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah seperti mendorong komersialisasi energi surya dengan memaksimalkan keterlibatan swasta, mengembangkan industri energi surya dalam negeri yang berorientasi ekspor dan mendorong terciptanya sistem dan pola pendanaan yang efisien dengan melibatkan dunia perbankan.

to be continued >>

Harry Panjaitan
Teknik Tenaga Listrik ITB

Ceritanya sih KP ceria 2


Bandung, 8 juni 2011, KP hari ini dimulai jam 9 pagi lewat sedikit. Dan berakhir jam setengah 12. Sekian.

Dari KP kali ini, kami mendapatkan permasalahan-permasalahan yang ada di PLN Area Pengaturan Distribusi (APD) Bandung sebagai berikut :

1. Pembangunan saluran transmisi yang sering terkendala oleh para penduduk yang tidak mau, diatas tanah nya dilewati saluran kabel transmisi. Padahal konon menurut pembina kami (Pak Pepen), beliau pernah melihat dokumen2 tempoe doeloe yang menyatakan beberapa tanah milik PLN "dijarah" oleh warga dan dibangun pemukiman. Padahal tanah tersebut awalnya direncanakan utk pembangunan saluran transmisi.
Sebenarnya masalahnya sederhana saja, tanah yang diatas nya dilalui oleh saluran kabel transmisi biasanya akan mengalami penurunan harga yang amat sangat drastis sekali. Lagipula, siapa yang mau tinggal dibawah saluran transmisi tegangan tinggi? 
Selama ini dalam membangun saluran transmisi pihak PLN tidak pernah menyewa tanah yang akan dilalui oleh saluran transmisi. Akibatnya, pernah ada berita bahwa tiang listrik PLN dirusak oleh warga yang tidak ingin tanahnya dilalui kabel. Konon katanya, ada wacana PLN untuk mengadopsi sistem Malaysia dimana tanah yang akan dilalui oleh kabel transmisi disewa oleh perusahaan listrik malaysia (PLN-nya malaysia). Tapi sampai sekarang belum terlaksana. Mungkin karena alsan budget tidak memadai. Kendala lainya mungkin ialah,tanah yang dilalui oleh kabel tersebut berada diatas tanah yang dimiliki oleh orang2 yang berbeda. Sehingga untuk kabel transmisi yang panjangnya lebih dari 32 km, repot urusan sewanya sampai mencapai harga deal

2.Pemeliharahan berkala (sperti 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, 1 tahun sekali, atau 2 tahun sekali) dianggap kurang efisien. Hal ini disebabkan banyak perusahaan yang tidak mau listriknya mati. Karena jika mati beberapa detik saja, mereka akan mengalami banyak kerugian. Opsi lain ialah pemeliharaan apabila dideteksi ada gangguan saja sehingga intensitas pemadaman dapat dikurangi.

3. Setiap peralatan dengan suatu rating tertentu akan mengalami penyusutan dalam hal kualitas. Pertanyaan nya, berapa lami peralatan itu bisa diprediksi untuk dipakai? Contohnya CB SF6 dengan rating tertentu. Sampai saat ini PLN belum memiliki alat yang bisa mendeteksi ada nya kerusakan pada CB SF6. Semakin lama usia CB, maka tentu kualitasnya semakin berkurang. Apakah harus menunggu meledak dulu baru CB nya diganti? Yang pasti tidak. Nah, adakah suatu metode yang bisa memprediksi umur CB tersebut sehingga bisa dilakukan peremajaan peralatan.
Seperti kita ketahui bersama, pada CB ada uji elektromekanik yang bertujuan untuk menghitung berapa lawa waktu CB akan Open ketika ada gangguan. Biasanya waktu open CB berkisar 40 milisekon. Untuk CB vaccum, Ketika umur CB yang bertambah tua maka tentu kualitas nya akan menurun yang otomatis akan mempengaruhi waktu open nya. Bahayanya adalah, kalau waktu open nya semakin lambat, maka arching akan lebih besar dan dapat meledakkan GI tersebut (dulu pernah kejadian di GI Cibinong). Untuk CB vaccum, sampai sekarang belum ada indikator yang bisa mengatahui apakah CB tersebut masih vaccum atau telah terjadi kebocoran akibat usia atau hal2 lain. Gas SF6 ataupun hampa udara dalam CB berfungsi untuk memadamkan busur api yang mungkin terjadi. Sebagaimana kita tau api tidak akan bisa menyala pada kondisi hampa udara. Begitu juga api tidak bisa menyala dalam gas SF6. 

4. Hambatan dipengaruhi oleh suhu. Ketika suhu naik, akan terjadi pemuaian yang berarti nilai resistansi bertambah. Hubungan hambatan dan suhu adalah liniear berdasarkan rumus 
R2 = R1 [1 + alfa (T2-T1) ]
Ketika arus yang melewati arus sangat besar maka akan terjadi panas yang tinggi. Panas akan mengakibatkan kerusakan pada peralatan. PLN sampai saat ini belum memiliki sistem pendingin. Untuk pendingin masih mengandalkan udara dari ruang terbuka. Berbeda dengan di Malaysia yang ketika kita masuk GI nya akan terasa adeemmmmm sekali (menurut penuturan Pak Pepen)

5. Normalnya, trafo harus diletakkan ditengah2 feeder (penyulang), sehingga arus bisa terdistribusi secara merata. Dimana beban yang paling besar pada penyulang (feeder) diletakkan paling dekat dengan trafo. Namun, pada gardu induk yang pernah kami kunjungi (GI Ujung Berung), letak trafo berada di paling ujung sehingga arusnya tidak merata dan terpusat kepada satu sisi saja. Akibatnya, akan terjadi panas berlebih dan mengakibatkan kerusakan. 

6. Metode pemakaian double busbar sebenarnya lebih efektif. Karena ketika satu busbar dalam pemeliharaan, masih ada busbar lain yang bisa dipakai. tapi PLN sekarang memakai single busbar (GI ujung berung). PLN sempat memakai double, tapi akhirnya hanya make single aja. Big Question for us.

Sekian catatan harian Kerja Praktek hari ini.. Kalau ada yang kurang, sok ditambah oleh kawan2 JUPENTINI's yang lain.

Salam Kuat!!!

Grup JUPENTINI's (JUragan pePEN, panjaiTan, sINondang, jimI, ramo's)