Thursday, September 27, 2012

Matahari Yang Bersinar

Satu lagi lagu rohani favorit saya ciptaan Robert & Lea Sutanto yang juga pencipta lagu "Bersama Keluargaku". Liriknya kuat, easy listening, dan sepertinya cukup mudah diaransemen kedalam berbagai jenis musik.


Matahari Yang Bersinar

Matahari yang bersinar Kau yang ciptakan
Bulan bintang berkilauan Kau yang jadikan
Begitu juga kami Tuhan
di mataMu amatlah berharga
Besar kasihMu kepadaku

Bunga bakung yang dipadang Kau yang p'lihara
Burung pipit di udara Kau yang B'ri makan
Begitu juga kami Tuhan
yang berharap hanya kepadaMu
Tak perlu kuatir hari esok

Kubersyukur  kar'na kasih setiaMu
s'lalu baru,  s'perti fajar merekah
Tiap janjiMu  pelihara hidupku
Hari   i -  ni  esok dan selamanya


Wednesday, September 26, 2012

Ria Sukacita

Tuhan ajar aku untuk menemukan kebahagiaan dan sukacita di dalam Mu
Ajar aku untuk bisa menikmati hidupku dengan ria sukacita di dalam Mu
Karena kebahagiaan sejati ada di dalam Tuhan

Jangan biarkan aku mencari kebahagiaan palsu di dalam dunia ini
Yang bahkan bisa menjauhkanku dari Engkau,
Sang Pemberi Kebahagiaan Sejati



Segala kemuliaan hanya bagi Allah

Tuesday, September 25, 2012

Program Hidup Sehat

Setelah memperhatikan jadwal setiap minggu selama satu semester ini, akhirnya saya membuat jadwal olah raga rutin setiap Minggu nya.

1. Berenang ( Sekali dua minggu)
Adapun mamfaat renang yang saya tahu :
  • Melatih pernafasan (otot jantung dan paru-paru yang sehat)
  • Melatih otot supaya lebih kuat dan lebih lentur
  • Membakar lebih banyak kalori
  • Memperlancar aliran darah karena dalam renang hampir semua bagian tubuh ikut bergerak (kepala, leher, tangan, dada, pinggang, punggung, kaki)
  • Menghilangkan stress
  • Menambah tinggi badan karena meregangkan tulang-tulang (ga heran para perenang itu badan nya tinggi-tinggi dan dada nya lebar)
  • Self safety. Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll).
2. Joging (Rabu Pagi dan Jumat Sore)
Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia. Dan semua orang beresiko terkena penyakit jantung (sumber : data WHO)
Jogging adalah salah satu olah raga yang mudah dan murah meriah yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung, melatih otot jantung, dan memperkuat stamina tubuh.
Tips-tips dalam jogging (sumber : duniafitness.com) :
  1. Istrahat lah yang cukup pada malam hari sebelum joging esok harinya
  2. Gunakan sepatu lari yang cocok, pas, dan nyaman terpasang di kaki Anda
  3. Saat berlari ataupun jogging, untuk pemanasan pertama, lakukan pemanasan dan lakukan dengan santai. Jangan berjalan dengan kecepatan penuh, jangan berhenti tiba-tiba. Saat akan berhenti, kurangi kecepatan secara perlahan, baru kemudian Anda berhenti. Mulailah dengan perlahan, dan akhiri pula secara perlahan-lahan agar otot Anda tidak shock. Lakukan peregangan otot untuk mendinginkan kondisi tubuh yang panas.
  4. Membawa minuman agar tidak dehidrasi.
  5. Jangan sampai overtraining
3. Badminton (Senin Pagi)
Olahraga bulutangkis dapat menghilangkan stress, melatih otot jantung, tangan, dan kaki. Selain itu menurut saya bulutangkis juga dapat melatih kerjasama dan koordinasi (jika bermain ganda)

4. Futsal (Tidak menentu)
Mamfaat nya juga hampir sama dengan jenis-jenis olahraga diatas. 

Yang tidak kalah penting adalah olahraga teratur yang dibarengi dengan asupan makanan yang cukup dan pola istrahat yang baik. Salam hidup sehat! :D

Thursday, September 20, 2012

Syair Abadi : O Jesus I Have Promised


Salah satu lagu himne yang selalu menguatkan saya untuk tetap setia mengikut Tuhan sampai saya pulang "ke Rumah" kelak. 

O Jesus I Have Promised

O Jesus, I have promised, to serve Thee to the end;
Be Thou forever near me, my Master and my Friend:
I shall not fear the battle if Thou art by my side,
Nor wander from the pathway if Thou wilt be my Guide.

O let me feel Thee near me, the world is ever near;
I see the sights that dazzle, the tempting sounds I hear:
My foes are ever near me, around me and within;
But, Jesus, draw Thou nearer, and shield my soul from sin.

O let me hear Thee speaking, in accents clear and still,
Above the storms of passion, the murmurs of self will!
O speak to reassure me, to hasten or control;
O speak and make me listen, Thou guardian of my soul!

O Jesus, Thou hast promised, to all who follow Thee,
That where Thou art in glory, there shall Thy servant be;
And, Jesus, I have promised to serve Thee to the end;
O give me grace to follow, my Master and my Friend.

Dalam Bahasa Indonesia :

Ya Yesus Ku berjanji setia pada Mu
Ku pinta Kau selalu dekat ya Tuhan ku
Di kancah pergumulan jalanku tak sesat
Karna Engkau Temanku Pemimpin terdekat

Dekaplah aku Tuhan di ribut dunia
penuh kilauan hampa dan suara godanya
Di dalam dan diluar si jahat mendesak
Perisai lawan dosa ya Tuhan Kau tetap

Ya Yesus Kau berjanji kepada umatMu
didalam kemuliaan Kau sambut hamba Mu
Dan aku pun berjanji setia pada Mu
Berikanlah karunia mengikutMu teguh

Monday, September 17, 2012

Amsal 31 : 10-31 : Isteri Yang Cakap


31:10. Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. 
31:11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. 
31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. 
31:13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. 
31:14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. 
31:15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. 
31:16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. 
31:17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. 
31:18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. 
31:19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. 
31:20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. 
31:21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap. 
31:22 Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya. 
31:23 Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri. 
31:24 Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang. 
31:25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. 
31:26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya
31:27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. 
31:28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia
31:29 Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. 
31:30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. 
31:31 Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

Soli Deo Gloria

Gambaran istri yang cakap ini ditulis oleh seorang Raja yang paling berhikmat yang pernah ada, Raja Salomo. Benar-benar istri idaman setiap pria, termasuk saya. hehehe. Semoga saya bisa mendapatkan istri yang seperti ini. ( sembari mengedipkan mata buat "Babe di Sorga" :D ) 
Amiiiinnnn...

Disiplin Anugerah

Buku yang sedang saya baca saat ini berjudul "The Discipline of Grace" yang ditulis oleh Jerry Bridges. Jerry Bridges adalah penulis buku The Pursuit of Holiness dan Transforming Grace yang merupakan buku yang sangat banyak dibaca hingga saat ini. Buku The Discipline of Grace ini merupakan perpaduan dua prinsip yang terdapat dalam dua buku sebelumnya, The Pursuit of Holiness dan Transforming Grace. Prinsip itu adalah hidup berdasarkan anugerah dan prinsip disiplin pribadi.

Buku setebal 260 halaman ini merupakan salah satu buku yang paling memuaskan saya secara rohani. Ada beberapa konsep fundamental yang saya yakini tentang iman Kristen berubah setelah membaca buku ini. Saya baru sadar kalau konsep saya selama ini kurang tepat. Ada juga beberapa konsep iman Kristen yang saya pegang yang semakin diteguhkan melalui pemaparan dalam buku ini. Berikut adalah apa yang sudah saya dapatkan setelah membaca hampir 3/4 buku ini.

Hari Baik dan Hari Buruk

Dalam hidup kristiani kita, ada masa dimana kita mengalami hari-hari yang baik secara rohani. Kita memulai pagi dengan membaca Alkitab dan berdoa. Dan karena itu kita merasa Allah akan memberikan berkat Nya kepada kita dan akan menyertai kita. Kita mungkin merasakan hadirat Allah sepanjang hari itu. Tapi ada juga masa-masa dimana kita mengalami hari-hari yang buruk secara rohani ketika tampaknya segala sesuatu sudah berjalan dengan keliru dan kita merasa sangat bersalah. Waktu beker berbunyi, kita tidak bangun tetapi mematikan nya dan tidur lagi. Ketika akhirnya kita bangun, sudah terlambat untuk bersaat teduh, lalu kita cepat-cepat sarapan dan dengan rusuh melakukan kegiatan hari itu. Kita merasa bersalah karena tidur terlalu lama dan melewatkan saat teduh. Sepanjang hari itu segala sesuatu pada umumnya berjalan tidak mulus. Kita jadi cepat marah dan tentunya tidak merasakan hadirat Allah sepenuhnya.

Lalu, apakah Allah akan memberkati kita pada hari-hari baik saja dan tidak memberikan berkatnya pada hari-hari buruk kita? Apakah Allah bekerja secara demikian? Tentu saja tidak karena berkat Allah tidak bergantung pada kinerja kita. 

Memang terkadang saya tergoda untuk berpikir bahwa berkat Allah atas hidup kita ditentukan oleh kinerja rohani saya. Jika kinerja saya bagus dan hari saya "baik", saya pikir kedudukan saya tepat untuk menerima berkat dan penyertaan Allah dan akan menjadi kebalikan nya jika kinerja saya buruk dan merasa saya tidak akan diberkati Allah dan tidak akan disertai Allah. Saya merasa sangat bersalah dan tidak layak.

Tetapi sebuah pertanyaan inilah yang meluruskan konsep saya selama ini.
Seberapa baik kah yang baik itu sehingga saya merasa layak mendapat berkat Allah?
Jika semua firman Allah kita pakai sebagai patokan, seberapa baikkah kita menjalankan itu dalam hari-hari "baik" kita? Apakah kita sudah memegang teguh firman Allah secara sempurna? Kalau tidak, apakah Allah meringankan persyaratan? Apakah 90% merupakan angka kelulusan bagi Allah? Kita tahu bahwa Yesus bersabda, "Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang disurga sempurna (Mat 5:48)". Kita juga ingat Yakobus menulis "Siapa saja yang menaati hukum taurat tetapi mengabaikan satu bagian saja, ia bersalah terhadap seluruhnya (Yak 2:10)

Bagaimanapun kinerja rohani kita, kita selalu bergantung kepada anugerah Allah. Ada hari ketika kita lebih sadar akan sifat berdosa kita sehingga kita lebih sadar pula bahwa kita butuh anugerahNya. Tetapi tidak pernah ada hari ketika kita bisa berdiri mantap mengandalkan kinerja kita sendiri ketika kita cukup layak untuk menerima berkat Nya.

Jika berkat Allah bergantung kepada kinerja kita, berkat itu tentunya akan kecil sekali. Kita tidak dapat memperoleh berkat Allah melalui ketaatan kita tetapi hanya melalui anugerah didalam Yesus Kristus.

Jerry Bridges menyimpulkan nya dengan sangat baik :
Hari terburuk anda takkan pernah sedemikian buruk sehingga anda berada diluar jangkauan anugerah Allah. Hari terbaik anda tidak akan pernah sedemikian baik sehingga anda tidak membutuhkan anugerah Allah.
Setiap hari dalam kehidupan ini, hubungan kita dengan Allah adalah atas dasar anugerah semata. Kita tidak hanya diselamatkan oleh anugerah, tetapi juga hidup oleh anugerah itu setiap hari. Hal ini akan membawa kita pada poin berikutnya.

Kita perlu memberitakan Injil setiap hari kepada diri Kita

Kekeliruan saya selama ini adalah bahwa berita Injil adalah untuk orang yang belum percaya. Akibatnya saya sebagai orang yang sudah percaya, menjadi lupa bahwa saya masih butuh berita Injil untuk mengingatkan saya akan dosa-dosa saya yang sudah ditebus. Walaupun saya sudah hidup baru, tetapi saya tidak serta merta menjadi orang yang suci dan tanpa dosa. Kerap kali saya juga berbuat dosa dan saat itulah berita Injil membawa saya ke kayu salib, mengingatkan saya untuk mengaku dosa dan percaya bahwa Yesus sudah menebus dosa-dosa saya. Setelah sadar melakukan dosa, terkadang ada perasaan bersalah dan tidak layak yang berlebihan. Saya merasa bahwa Tuhan mungkin tidak akan memaafkan saya lagi karena keberdosaan saya. Tetapi disinilah pentingnya berita Injil buat orang yang sudah percaya. Berita Injil bukan sekedar untuk orang yang belum percaya, tetapi Injil ditujukan untuk orang yang berdosa. Walaupun sudah hidup baru, kita masih berbuat dosa dalam kehidupan kita sehari-hari (pikiran, perkataan, perbuatan baik yang disadari ataupun yang tidak disadari). Oleh karena itulah kita perlu memberitakan Injil pada diri kita sendiri. Tetapi apakah karena dosa kita sudah ditebus, maka kita boleh berbuat dosa sesuka nya? Jawaban atas pertanyaan ini akan membawa kita pada poin berikutnya

Disiplin Anugerah

Kata "disiplin" dan kata "anugerah" kelihatannya adalah kontradiksi. Disiplin menuntut usaha kita. Sebaliknya anugerah tidak tergantung atas usaha kita. Itu murni pemberian Allah. Ketika kita sudah lahir baru, secara otomatis karakter kita juga akan diperbaharui oleh Allah. Kita akan semakin hari semakin mencintai kebenaranNya (tidak sekedar melakukan kebenaranNya) dan membenci dosa.

Yehezkiel 36:26 berkata :

Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 
Saya semakin diteguhkan oleh pemahaman saya bahwa dalam hidup ini, kecuali keselamatan, semua butuh perjuangan kita dan penyertaan Tuhan. Setelah kita lahir baru, kita harus terus berusaha mendisiplinkan diri secara rohani (berdoa, saat teduh, penggalian Alkitab, dsb) sembari meminta penyertaan Allah. Tetapi harus diingat bahwa disiplin tanpa keinginan adalah pekerjaan yang membosankan. Lalu darimana datangnya keinginan untuk melakukan kehendak Allah dan mematikan dosa? Datang dari rasa syukur dan sukacita ketika kita tahu bahwa betapapun menyedihkan kegagalan saya, anugerah Allah lebih besar dari dosa saya. Oleh karena itu, kita juga harus terus memberitakan Injil kepada diri kita ketika kita gagal melakukan apa yang berkenan kepada Allah.

Soli Deo Gloria