Teringat sebuah dialog kala pelatihan karir di ITB. Pembicara ini merupakan seorang Vice President di bagian HRD sebuah Bank swasta asing yang cukup besar, Commonwealth Bank. VP ini masih begitu muda dan bersemangat!
Pembicara : Guys, apa tujuan target itu dibuat?
Peserta 1 : Supaya kita bekerja dengan semangat Pak..
Pembicara : Oke, bagus. Tapi bukan itu jawaban terbaik.
Peserta 2 : Supaya kita punya arahan dalam bekerja Pak..
Pembicara : Hmm, bagus.. tapi bukan itu...ada yang mau coba jawab lagi..?
Peserta 3 : Target itu dibuat supaya diraih Pak..
Pembicara : bukan juga... ada yang lain?
Semua peserta : Nggg.......
Pembicara : Baiklah, saya beritahu saja, tujuan dari target itu dibuat adalah agar target tersebut dilampaui.
Yaa, dalam kalimat yang lebih sederhana lagi, Target itu didesain supaya dilampaui! Literally. VP ini kemudian menjelaskan bahwa di dunia kerja, ketika seseorang diberi target 10, dan orang tersebut memberikan hasil 10, maka tidak ada wow factor disana. 10 sudah menjadi kewajiban yg harus dipenuhi. Itu sudah menjadi tugas.
Tetapi ketika seseorang diberi target 10, dan orang tersebut memberikan 12, maka orang-orang seperti inilah yang karirnya akan menanjak cepat. Dia memberikan lebih dari yang diminta. Namanya pun akan menjadi bahan pembicaraan dikalangan top management dan akan cepat dipromosikan untuk menjadi future leader.
Setelah saya renungkan, ternyata prinsip seperti ini sudah dikatakan oleh Yesus 2000 tahun yang lalu. Yesus pernah berkata : Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Matius 5:41)
Yup, orang yang sukses adalah selalu memberikan lebih dari yang diminta. Prinsip ini yang harus selalu saya pegang dalam membangun karir ke depan.
Thursday, May 24, 2012
Wednesday, May 23, 2012
Legacy
Every man dies, not every man really lives - Braveheart
Kalimat diatas adalah salah satu kutipan dari sebuah film kolosal terkenalnya Mel Gibson. Sesaat sebelum Mel Gibson (dalam film ini) dihukum gantung, dia mengatakan kalimat tersebut. Yaa, semua orang akan mati, tapi tidak semua orang "benar-benar hidup".
Hidup yang "benar-benar hidup" adalah hidup yang memiliki visi dan prinsip hidup yang jelas. Tidak peduli bagaimana keadaan disekitar, visi dan nilai hidup menjadi dasar dalam menentukan berbagai pilihan dalam hidup ini. Seperti Roy Disney pernah bilang It's not hard to make decisions when you know what your values are.
Visi dan prinsip (nilai) yang jelas sungguh saya temukan dalam sosok Kornelius Sihombing. Saya baru bertemu satu kali dengan beliau. Kala itu beliau menyampaikan kata sambutan dalam sebuah pelatihan menulis yang saya ikuti. Jika melihat sekilas, sosok bang Kornel adalah sosok yang sangat sederhana dan berwibawa. Saya memberikan penilaian seperti itu dari gaya bicaranya dan cara berpakaiannya yang tidak kelihatan bahwa dia ternyata adalah orang penting di PT DI dengan segudang pencapaian. Saya juga mengamati bagaimana komentar kerabat dan orang-orang yang hidupnya pernah bersentuhan dengan bang Kornel. Dia adalah pria dengan visi hidup dan prinsip hidup yang jelas. Dia benar-benar hidup!
Berikut kutipan tentang sosok bang Kornel :
Visi kepemimpinannya sudah bisa dilihat ketika bergabung secara permanen di IPTN pada tahun 1992, karena ia sendiri mengatakan, “Setelah selesai kuliah saya ingin bekerja di PTDI karena selain ilmu saya terpakai, visipun terakomodasi walaupun saya tahu gaji di sana kecil.” (sumber : http://kornelsihombing.org/?p=109 )
Misalnya, soal keberanian untuk bersikap. Dia yakin betul bahwa setiap orang, apalagi sebagai mahasiswa, harus punya sikap. Terlepas dari sikap itu condong ke kiri atau ke kanan, benar atau salah, sekaligus meyakini pilihan sikapnya itu...... Karena itulah, kami merasa kehilangan teladan, kehilangan panutan, kehilangan tokoh ideal. Tapi di sisi lain kami juga sadar bahwa kematian itu pasti. Cara Onye pergi seakan-akan menegaskan bahwa pilihan hidupnya direstui Tuhan. Dia meninggal dalam tugas. Karena itulah, kami merasa perlu mengenang dan menghormatinya dengan cara yang agak istimewa...Selamat jalan Onye. Bagi kami, kamu sudah tuntas/paripuna. You have fulfilled your purpose. Hardi M83 (sumber : http://kornelsihombing.org/?p=155 )
Sekarang visi Anda kedepannya apa?
Sudah pernah mendengar SHAPE yang diutarakan oleh Rick Warren? Ya, saya ingin semakin mendekat pada SHAPE saya. SHAPE itu singkatan dari spirituality, heart, ability, personality, dan experience. Jadi kita dibentuk Tuhan itu spesifik. Saya ingin mendekati rencana Tuhan dalam kehidupan saya. Bisa dilihat kesenangan kita apa, cocok tidak dengan kemampuan, dan apa yang kita alami semuanya dibuat Tuhan sedemikian rupa supaya kita sampai ke tujuannya. - Kornel Sihombing (sumber : http://www.fokal.info/fokal/component/fokalmagazine/article/214-dimulai-dari-hal-yang-kecil.html )
Para sahabat Onye menyampaikan beberapa hal yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang. Misalnya tentang kiprah Onye saat masih mahasiswa yang bersedia mengutus dirinya sendiri menjadi juru damai jika himpunan mahasiswa Mesin sedang bertikai dengan Geologi. Saya ingat satu saat Onye pernah menggunakan jaket kuning Gea ke Mesin sehingga kawan-kawan secara bergurau mempertanyakan, “Nyek, loe tuh anggota HMM atau Gea sih? Yang jelas dong!” Begitu pun keteguhan Onye untuk bertahan di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ketika tidak sedikit koleganya yang memutuskan keluar dari PTDI dan bekerja di perusahaan lain, termasuk industri dirgantara milik negara lain.... Genap sudah semboyan “Profesional | Peduli | Sederhana” mengejawantah dalam diri seorang Kornel M. Sihombing. Dia adalah contoh par excellence seorang manusia, yang punya kejelasan visi dan misi, serta kegairahan penuh daya dalam menyublimasikan dirinya dalam tindakan. - Rudolph Damanik (sumber : http://kornelsihombing.org/?p=144 )
Erni mengenang Onyek—sapaannya- sebagai orang yang penuh kepedulian. “Kalau Natal, dia selalu berinisiatif mengumpulkan keluarganya,” kata dia yang datang dari Pontianak. Bahkan tak segan membiayai tiket saudara-saudaranya yang tinggal berjauhan di Papua dan Pontianak. (sumber : http://kornelsihombing.org/?p=181 )
Monday, May 21, 2012
Si Jabir dohot Joultop #1
Si Jabir : Amangoi amang..! Godang hian kongkalingkong hubereng di na masa on. On ma hu dokhon tu ho Joultop, anakku hasian. Burju-burju ma ho na marsikkola i amang. Asa boi annon ho na pature negaratta on. Nga sursar hubereng sude na on.
Joultop : olo bapa, au pe tong do hu ihutton akka na masa saonari on. Nga lam sega be hubereng negara ta on. Godang akka korupsi, kolusi dohot nepotisme di sude sektor. Apalagi mamereng barita na lagi hot saonari tentang skandal Petral, anak perusahaan ni Pertamina i. Amangoi amang. Tu dia ma boanon negaratta on ate?
Si Jabir : ima ale Joultop. Ho do huharaphon laho boi pature negaratta on. Persiappon ma dirim amang. Burju-burju ho marsikkola, dao ma sian ho HOTEL (Hosom, Teal, Late), KKN, dohot akka na parroha na jahat i. Pajonok dirim tu Tuhan i, asa ditiuri Tuhan i ate-ate dohot pikkiran mu amang. Molo holan IQ do, dang sukkup i amang. Ikkon tong do jago EQ dohot SQ mu ate, amang.
Joultop : Olo among. Hu ulahon pe sude akka podami. Tangiang kon au among, asa boi au gabe jolma na hasea haduan. On do sada sita-sita ku, ikkon boi au haduan gabe menteri, asa hupature jo sude akka na sursar di negara on.
Si Jabir : Dang hea mabolus ari molo so hutangiangkon ho amang. Sai saut ma nian ho gabe menteri haduan. Balga do anggo harapan ku tu ho. Saonari burjuhan ma jo na marsikkola i, pajonok tu Tuhan dirim, huhut bereng-berengi akka na masa di negaratta on, asa terasah jiwa nasionalismem.
Joultop : Olo among. Alai unang pola pa pesimis hu hita, bapa. Godang pe permasalahan di bangso on, pasti do adong jalan kaluar na. Asal ma gogo hita mangula dohot martamiang dilehon Tuhan ni do dalan laho pature bangso ta on.
Si Jabir : i ma tahe amang. Sanga do malala rohakku mamereng akka na masa on. Toho do na nidok mi. Ikkon optimis do hita mamereng masa depan bangso on. Balga hian rohakku di habisukon mi amang. Mauliate ma di Tuhan i..
Joultop : olo bapa, au pe tong do hu ihutton akka na masa saonari on. Nga lam sega be hubereng negara ta on. Godang akka korupsi, kolusi dohot nepotisme di sude sektor. Apalagi mamereng barita na lagi hot saonari tentang skandal Petral, anak perusahaan ni Pertamina i. Amangoi amang. Tu dia ma boanon negaratta on ate?
Si Jabir : ima ale Joultop. Ho do huharaphon laho boi pature negaratta on. Persiappon ma dirim amang. Burju-burju ho marsikkola, dao ma sian ho HOTEL (Hosom, Teal, Late), KKN, dohot akka na parroha na jahat i. Pajonok dirim tu Tuhan i, asa ditiuri Tuhan i ate-ate dohot pikkiran mu amang. Molo holan IQ do, dang sukkup i amang. Ikkon tong do jago EQ dohot SQ mu ate, amang.
Joultop : Olo among. Hu ulahon pe sude akka podami. Tangiang kon au among, asa boi au gabe jolma na hasea haduan. On do sada sita-sita ku, ikkon boi au haduan gabe menteri, asa hupature jo sude akka na sursar di negara on.
Si Jabir : Dang hea mabolus ari molo so hutangiangkon ho amang. Sai saut ma nian ho gabe menteri haduan. Balga do anggo harapan ku tu ho. Saonari burjuhan ma jo na marsikkola i, pajonok tu Tuhan dirim, huhut bereng-berengi akka na masa di negaratta on, asa terasah jiwa nasionalismem.
Joultop : Olo among. Alai unang pola pa pesimis hu hita, bapa. Godang pe permasalahan di bangso on, pasti do adong jalan kaluar na. Asal ma gogo hita mangula dohot martamiang dilehon Tuhan ni do dalan laho pature bangso ta on.
Si Jabir : i ma tahe amang. Sanga do malala rohakku mamereng akka na masa on. Toho do na nidok mi. Ikkon optimis do hita mamereng masa depan bangso on. Balga hian rohakku di habisukon mi amang. Mauliate ma di Tuhan i..
Sunday, May 20, 2012
Jangan Dipikirin,,..Tapi Dikerjain..
Ketika di kampus ada percakapan menarik antara dua orang teman saya seperti ini :
Teman 1 : Hey, lu lagi ngapain. Kog lemes banget keliatannya?
Teman 2 : Iya nih, gw lagi pusing nih mikirin TA.
Teman 1 : Yaelah, TA mah ga usah dipikirin,....
Teman 2 : ????
Teman 1 : Tapiiii dikerjain...
Teman 1 : Tapiiii dikerjain...
Saya : Hahahaha..
TA mah ga usah dipikirin, tapi dikerjain...
Percakapan diatas awalnya membuat saya tertawa. Tapi ternyata ada pesan yang menarik yang bisa saya ambil dari percakapan singkat itu. Pesannya adalah think more, do more and more...
Percakapan diatas awalnya membuat saya tertawa. Tapi ternyata ada pesan yang menarik yang bisa saya ambil dari percakapan singkat itu. Pesannya adalah think more, do more and more...
Buat para pemikir seperti saya, keasikan berpikir tentang suatu ide dan konsep terkadang membuat para pemikir lupa mengeksekusi. Akibatnya para pemikir hanya kuat dalam ide tapi kurang dalam aksi. Harusnya tidak boleh seperti itu. Pemikiran tidak akan ada gunanya tanpa tindakan nyata. Pemikiran semata tidak akan menyelesaikan masalah, tapi jika dibarengi tindakan, maka itulah yang akan menyelesaikan masalah.
Jadilah Man of Idea dan Man of Action!
Think positive,
Talk positive,
Act positive!
Saturday, May 19, 2012
Rp 3.792.400
Tiga juta tujuh ratus sembilan puluh dua ribu empat ratus rupiah adalah jumlah uang yang harus keluar untuk menanggung biaya perobatan saya dirumah sakit selama 3 hari 2 malam (20-23 Desember 2011). Jumlah yang besar yang sebenarnya tidak perlu keluar jika seandainya saya lebih bijak menjaga kesehatan.
Penyakit yang saya "bikin" sendiri ini adalah penyakit maag. Saya baru tahu bahwa maag saya ini sudah cukup akut berdasarkan hasil endoskopi. Selain perawatan untuk menyembuhkan maag, saya memang bertujuan untuk medical check-up di rumah sakit, mulai dari tes gula darah, hepatitis, pankreas, jantung, dan USG Abdomen. Dari serangkaian medical check up tersebut barulah diketahui bahwa saya memiliki penyakit maag yang cukup akut. Sedangkan untuk gula darah, hepatitis, pankreas, jantung, dan abdomen, semuanya dalam keadaan normal. Dokter mengatakan bahwa penyebab maag ini adalah karena jadwal makan yang sering telat ditambah pengaruh pikiran. Ya, saya memang tipe pemikir dan jika memiliki banyak hal yang dipikirkan, nafsu makan saya biasanya berkurang.
Dan pada waktu pembayaran biaya rawat inap, saya melihat uang sebesar 3,8 jt itu disetor oleh kakak saya kepada pihak rumah sakit. Saat itu saya melihat uang tersebut harus dibayarkan sebagai akibat keteledoran saya dalam menjaga kesehatan. Sejak itu saya berusaha untuk lebih concern dalam hal keteraturan jadwal makan dan manajemen pikiran. Saya bertekad tidak akan lagi mengalami sakit maag. Saya bertekad untuk mengatur jadwal makan dengan teratur dan berusaha tidak terlalu memikirkan banyak hal yang sebenarnya tidak terlalu perlu menyita pikiran.
Ada pepatah yang berkata "bahkan keledai yang bodoh pun tidak jatuh dua kali ke lubang yang sama"
Tapi setelah lima bulan berselang, hari ini saya jatuh lagi ke lubang yang sama. Keterlambatan makan dan manajemen pikiran yang tidak baik dalam seminggu terakhir ini, membuat saya harus merasakan sakit maag lagi.
Mungkin saya memang tidak lebih pintar dari.........keledai.
Penyakit yang saya "bikin" sendiri ini adalah penyakit maag. Saya baru tahu bahwa maag saya ini sudah cukup akut berdasarkan hasil endoskopi. Selain perawatan untuk menyembuhkan maag, saya memang bertujuan untuk medical check-up di rumah sakit, mulai dari tes gula darah, hepatitis, pankreas, jantung, dan USG Abdomen. Dari serangkaian medical check up tersebut barulah diketahui bahwa saya memiliki penyakit maag yang cukup akut. Sedangkan untuk gula darah, hepatitis, pankreas, jantung, dan abdomen, semuanya dalam keadaan normal. Dokter mengatakan bahwa penyebab maag ini adalah karena jadwal makan yang sering telat ditambah pengaruh pikiran. Ya, saya memang tipe pemikir dan jika memiliki banyak hal yang dipikirkan, nafsu makan saya biasanya berkurang.
Dan pada waktu pembayaran biaya rawat inap, saya melihat uang sebesar 3,8 jt itu disetor oleh kakak saya kepada pihak rumah sakit. Saat itu saya melihat uang tersebut harus dibayarkan sebagai akibat keteledoran saya dalam menjaga kesehatan. Sejak itu saya berusaha untuk lebih concern dalam hal keteraturan jadwal makan dan manajemen pikiran. Saya bertekad tidak akan lagi mengalami sakit maag. Saya bertekad untuk mengatur jadwal makan dengan teratur dan berusaha tidak terlalu memikirkan banyak hal yang sebenarnya tidak terlalu perlu menyita pikiran.
Ada pepatah yang berkata "bahkan keledai yang bodoh pun tidak jatuh dua kali ke lubang yang sama"
Tapi setelah lima bulan berselang, hari ini saya jatuh lagi ke lubang yang sama. Keterlambatan makan dan manajemen pikiran yang tidak baik dalam seminggu terakhir ini, membuat saya harus merasakan sakit maag lagi.
Mungkin saya memang tidak lebih pintar dari.........keledai.
Monday, May 14, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)
