Sunday, December 11, 2011

Renewable Energy : Hydro Power

Isu semakin minimnya energi fosil telah membuat harga bahan bakar fosil (BBM, Batu Bara dan Gas) telah membuat harga bahan bakar fosil saat ini terus mengalami peningkatan yang drastis. Pemakain bahan bakar fosil juga semakin disadari dampaknya terhadap kerusakan lapisan ozon. Oleh karena faktor-faktor tersebutlah, saat ini semakin banyak negara yang mulai mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan.

Untuk pembangkit listrik, sumber energi terbarukan (renewable energy) didapatkan dari tenaga panas bumi (geothermal), tenaga angin, biogas, air, dan surya.

Salah satu sumber energi terbarukan yang berlimpah di bumi Indonesia adalah air. Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan curah hujan sehingga memiliki potensi air yang berlimpah.Potensi energi air Indonesia mencapai 75 GW sementara pemamfaatannya masih sebesar 5,7 GW. Sebesar apa sih 75 GW itu?
Untuk mudah membayangkan nya, energi sebesar 75 GW itu mampu menghidupkan 750 Milyar televisi sekaligus. Luar biasa bukan?

Nah, lalu apa sajakah yang menjadi keunggulan dari pemakaian pembangkit listrik tenaga air ini?
1. Air (di Indonesia) adalah sumber yang tersedia dimana-mana. Kita tidak perlu memakai bahan bakar apapun untuk pembangkit air.
2. Biaya operasi dan pemeliharaannya rendah. Tidak perlu biaya bahan bakar (beli batu baram transportasi batu bara, dsb)
3. Ramah lingkungan karena  tidak menghasilkan gas berbahaya bagi lingkungan
4. Turbin-turbin PLTA bisa dioperasikan/dihentikan setiap saat. Hal ini tidak dimungkinkan pada PLTU (Uap) atau PLTN (Nuklir). Sehingga untuk memenuhi beban puncak dimalam hari selama beberapa jam, bukan merupakan hal yang sulit bagi PLTA
5. PLTA cukup sederhana dan mudah dimengerti. Tidak perlu profesional untuk mengoperasikannya.
6. PLTA bisa juga dipakai untuk irigasi, pengendalian banjir, dan perikanan

Adapun kelemahan PLTA ialah
1. Biaya konstruksi nya besar
2. Sangat bergantung pada kondisi alam (debit air, musim hujan, dsb)

bersambung..

Na sonang do hita nadua

Lomo do rohakku molo marende. Nang pe so pola bagak soara ku. hehe

On ma sada nipi ku sahat tu sadari on..
Di tikki pesta pamasu-masuon "nami" annon..
Naeng do au marende dohot "Inatta i" mangendehon lagu on.
Ise "inatta i"? Au pe dang hu boto. Tabereng ma annon..hahaha

Na sonang do hita nadua
Saleleng au rap dohot ho

Nang ro di nasari matua
Sai tong ingoton hu do ho

Hupeop sude denggan ni basam
Huboto tu ahu do roham

Nasonang do hita nadua
Saleleng au rap dohot ho



Wednesday, December 7, 2011

Gideon : Ketika engkau meremehkan dirimu sendiri

Gideon?
Siapa yg tidak mengenalnya?
Dia itu sama terkenal nya dengan David Beckham zaman ini. Atau mungkin Barrack Obama.

Dia salah satu tokoh Alkitab yang diketahui sebagai salah satu hakim atas Israel. Gideon orang besar. Wajar saja. Dari para hakim-hakim yang pernah ditunjuk Allah atas Israel, selain Simson, Gideon lah yang paling panjang kisahnya yg ditulis dalam Alkitab. Gideon menjadi hakim atas Israel selama 40 tahun dan dibawah pimpinan nya bangsa asing tidak berani mengganggu bangsa Israel. (Hakim-Hakim 8:28)

Dia pemimpin besar. Semua tahu itu. Bangsa Israel yang walaupun dikenal adalah bangsa yang tegar tengkuk mampu dipimpin oleh Gideon selama hampir setengah abad lamanya. Dan dalam masa kepemimpinan nya, bangsa Israel adalah bangsa yang takut akan Tuhan. Walaupun bangsa Israel pada akhirnya berbalik kepada penyembahan berhala (Hakim-Hakim 8:33) setelah Gideon wafat.

Dia pemimpin yang berani. Tentu saja! Bagaimana mungkin Gideon maju menghadapi bangsa Filistin yang jumlahnya seperti pasir di tepi laut (Hakim-Hakim 7:12) dengan hanya 300 orang? 

Dia pemimpin yang taktis dan cerdas. Itu jelas. Hal itu terlihat dari cara Gideon menseleksi prajurit terpilih dan menyusun strategi perangnya melawan bangsa Filistin yang jumlahnya seperti pasir ditepi laut.

Walaupun ada beberapa kesalahan yang dibuat Gideon dalam hidup nya, tetapi kesuksesan yang dicapai Gideon berawal dari kesuksesan Gideon menaklukkan rasa rendah diri nya. Tentu saja, semua kesuksesan besar yang dicapai Gideon selama hidupnya adalah karena penyertaan Tuhan semata. Ketika Tuhan pertama kali memanggil Gideon dengan sebutan Pahlawan Yang Gagah Berani (Hakim-Hakim 6:12), respon Gideon saat itu justru lebih menunjukkan sifat pengecutnya. Gideon si tukang minder dan tidak percaya diri enggan akan panggilan Allah untuk menjadi hakim atas Israel. Gideon si tukang minder tidak yakin bahwa dirinya mampu menjadi hakim atas bangsa Israel yang besar. Apalagi saat itu bangsa asing tengah menjajah bangsa Israel. 

Allah bahkan sampai menegaskan kepada Gideon bahwa Allah akan menyertai Gideon ("Bukankah Aku yang mengutus engkau!" Hakim-Hakim 6:14). Tetapi rasa minder dan rendah diri Gideon telah menutup mata nya untuk melihat kebesaran Tuhan. Dia ragu akan panggilan Tuhan sama seperti dia ragu akan dirinya sendiri. Gideon pasti berpikir "Tuhan pasti salah orang nih!" . Kita mungkin mengatakan bahwa Gideon wajar minder dan ragu. Kita mungkin memberikan alasan yang sama seperti alasan yang diberikan Gideon kepada Tuhan. 
- Gideon hanya seorang pengirik gandum yang tidak punya pengalaman perang. Dia bahkan bukan seorang prajurit! (Hakim-Hakim 6:11)
- Gideon adalah kaum yang paling kecil diantara sukunya (Hakim-Hakim 6:15)
- Gideon pun adalah anak yang paling bungsu dalam keluarganya (Hakim-Hakim 6:15)
Karena alasan-alasan tersebut, Gideon yang masih ragu atas pemilihan Allah atas dirinya meminta tanda dari Allah. Sebuah tanda yang menunjukkan bahwa Allah yang pernah membebaskan nenek moyangnya dengan kuasaNya, Allah yang sama pula lah yang memanggil Gideon. Gideon meminta tanda dari Allah dan Allah memberikan tanda itu. Tetapi tunggu dulu... Gideon yang minder dan ragu tidak puas hanya meminta satu tanda. Untuk meyakinkan dirinya, Gideon bahkan sampai meminta Allah memberikan tanda sebanyak tiga kali!
Ya tiga kali. Bukankah itu menunjukkan betapa Gideon awalnya adalah orang yang minder, penakut, dan memandang rendah kemampuan dirinya sendiri. Pada tanda ketiga yang diberikan Tuhan, akhirnya Gideon percaya bahwa Tuhan memang memanggil dirinya untuk menjadi hakim atas Israel. Awalnya Gideon melihat bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki potongan untuk menjadi hakim atas bangsa Israel. 
Namun, ketika Gideon melihat dirinya seperti Allah melihat Gideon, semuanya berubah.

Gideon yang minder kini telah menjadi Gideon yang percaya diri
Gideon yang penakut kini telah menjadi Gideon yang pemberani
Gideon yang sama sekali tidak punya pengalaman berperang kini bahkan telah berani untuk maju berperang
Gideon yang ragu-ragu kini telah menjadi Gideon yang percaya

Gideon menjadi sama seperti julukan Allah atas dirinya "pahlawan yang gagah berani". Kemenangan Gideon atas rasa minder nya merupakan titik awal dari kemenangan-kemenangan besar Gideon di kemudian hari. Rasa percaya diri nya muncul karena Gideon tidak lagi melihat dirinya dari kaca mata manusiawinya. Rasa percaya diri Gideon muncul karena Gideon melihat dirinya sebagaimana layaknya Allah memandang Gideon Si Pahlawan Yang Gagah Berani.

Lalu, apa pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Gideon ini?
Kita semua mungkin pernah jatuh dalam perasaan minder dan rendah diri. Saya sendiri tengah berjuang melawan nya. Mungkin sama seperti Gideon yg minder, kita bisa memberikan alasan-alasan yang membenarkan kita untuk tidak yakin dengan kemampuan kita yang sudah diberikan Allah.
" Saya tidak memiliki kecerdasan untuk meraih prestasi yang memuaskan"
" Kulit saya hitam, mana mungkin bisa menjadi pemusik yang handal"
" Badan saya pendek tidak mungkin bisa menjadi MC"
" Hidung saya terlalu pesek, tidak mungkin ada wanita yang tertarik"
" Saya dari suku X, tidak mungkin bisa diterima dilingkungan rasial seperti ini"
" Dari dulu keluarga saya sudah miskin, mana mungkin bisa menjadi kaya"
dan banyak alasan-alasan lain yang boleh kita tambahkan sendiri. 

Tetapi satu kebenaran yang saya yakini adalah bahwa perubahan itu dimulai dari dalam keluar. Jika kita ingin membuat perubahan yang positif bagi lingkungan kita, kita harus terlebih dulu merubah diri kita, merubah cara pandang kita terhadap diri sendiri. Melihat diri kita sebagaimana Allah melihat kita sebagai ciptaan Nya yang berharga yang bahkan rela menyerahkan Kristus untuk menyelamatkan kita.
Tentu Kristus mati bukan untuk sesuatu yang sia-sia, bukan?
Kristus mati untuk sesuatu yang berhaga, yaitu anda dan saya, kita semua. Seberharga itulah Allah melihat kita ciptaan Nya. Dan jika kita masih memandang rendah diri kita sendiri, bukankah itu adalah sesuatu yang aneh?

Jadi, sekarang..
Lihat ke kaca dan katakan lah pada diri kita sendiri, "aku berharga karena Kristus memandangku berharga". Harga diri kita sebagai orang Kristen senilai dengan darah Kristus yang tercurah di kayu salib. Karena itulah Kristus rela mati buat kita.
Buanglah jauh-jauh rasa minder dan tidak yakin dengan kemampuan diri kita. 

Karena kalau Allah yang memanggil, tidak ada yang mustahil.

Tuesday, December 6, 2011

Tips Menghitung Koordinasi Isolasi

Hanya sekedar berbagi. tiada maksud untuk sok mengajari.. hehehe
-----------------------------------------------------------------------------------

Ada 3 jenis tegangan lebih yang harus diproteksi pada koordinasi isolasi :
1. Tegangan Impuls Petir (Lightning Over Voltage)
2. Tegangan Lebih Switching (Switching Over Voltage)
3. Tegangan lebih temporer (Temporary Over Voltage) misalnya gangguan fasa ke fasa atau fasa ke tanah

Nah, untuk memproteksi peralatan dari 3 jenis tegangan lebih tersebut, harus ditentukan koordinasi isolasi nya. Adapun langkah-langkah menentukan koordinasi isolasi ialah sebagai berikut :

1. Perhatikan tegangan sistem nya (apakah 20 kv, 150 kv, atau 500 kv)

2. Dari tegangan sistem nya, maka kita dapat langsung menentukan kelas arrester nya (arusnya), sebagai berikut :
- Untuk sistem > 70 kv pakailah kelas arrester 10 kA
- Untuk sistem < 70 kv pakailah kelas arrester 5 kA
- Untuk sistem < 22 kv pakailah kelas arrester 2,5 kA
Kalaupun kita kurang yakin (atau ingin lebih yakin) bahwa kelas arrester yg kita pilih sudah tepat, maka kita dapat melakukan perhitungan sebagai berikut (lihat Diktat Proteksi halaman 88)

Ia = (2 Ud - Ua) : Z

Jika Ia < kelas arrester yg kita pilih, maka kita sudah tepat dalam memilih kelas arresternya

3. Selanjutnya menentukan tegangan pengenal arrester , dengan memakai rumus

U = Un x 1,1 x koefisien pentanahan
Dimana :
U : tegangan pengenal arrester
Un : tegangan sistem
koefisien pentanahan >> = 0,8 untuk sistem yg ditanahkan langsung
   = 1,0 untuk sistem yg tidak ditanahkan langsung

Misalnya : tegangan pengenal arrester untuk sistem 220 kV (ditanahkan langsung) iialah = 220 x 1,1 x 0,8 = 193 kV, karena pada tabel 2 dan 3 tidak ada nilai 193 (yg ada 198 kv), maka pilihlah nilai yg paling dekat diatasnya yaitu 198 kV.

4. Sekarang kita akan menentukan tegangan kerja arrester Ua dari tabel 2 dan tabel 3 (pada diktat) dengan memakai nilai kelas arrester dan tegangan pengenal arrester yg sudah kita dapatkan pada poin sebelumnya. Tegangan kerja arrester adalah tegangan sisa yg diteruskan oleh arrester.

5. Setelah kita mendapatkan tegangan kerja arrester Ua, maka kita harus menghitung tingkat perlindungan arrester dengan rumus : Ua + 10% Ua

6. Nah, langkah selanjutnya adalah menentukan BIL/TID dari peralatan yg ingin diproteksi (misalnya trafo, CB, saklar, dsb). Untuk menentukan BIL peralatan dapat dilakukan dengan 2 cara (terserah mau make cara yg mana)

a. Berdasarkan tegangan sistem tertinggi.

Nah, untuk cara ini, kita harus tahu dulu tegangan sistem tertinggi pada jaringan tersebut.
Tegangan sistem tertinggi = Tegangan sistem x 1,1
Note : Kalau peralatan yg ingin diproteksi adalah trafo, maka kita bisa melihat secara langsung BIL nya di tabel 1 berdasarkan tegangan sistem nya. Tapi di tabel 1, sistem yg tersedia hanya sampai 150 kV saja. Untuk sistem diatas 150 kV, pake tabel 5,6,7,8, atau 9). Tegangan sistem tertinggi ada pada kolom "highest voltage for equipment"

b.  Dari  rumus (tapi khusus untuk proteksi trafo aja)

BIL = 1,2 Ua  ; Ua = tegangan kerja arrester yg udah kita dapat sebelumnya

Jika kita sudah dapat nilai BIL nya dari rumus tersebut, maka cek tabel 5,6,7,8,9. Apakah ada nilai tersebut pada tabel? Jika tidak ada, pilihlah nilai yg mendekati diatas nilai tersebut.

7. Dari tabel yang sama ketika kita mendapatkan nilai BIL nya, lihat juga tegangan ketahanan jala-jala (ada pada kolom" rated frequency short duration withstand voltage " ).
Lalu lakukan pengecekan apakah peralatan kita sudah terproteksi dari tegangan lebih switching dan tegangan lebih temporer. Caranya ialah dengan terlebih dahulu menghitung :
- Tegangan lebih switching = Tegangan fasa-netral x 6,5
- Tegangan lebih sementara = Tegangan fasa-netral x 3

Jika:
Tegangan lebih switching < BIL peralatan, dan
Tegangan lebih sementara Tegangan ketahanan jala-jala,

maka PERALATAN KITA SUDAH TERPROTEKSI DARI TEGANGAN IMPULS PETIR, TEGANGAN SWITCHING ATAUPUN TEGANGAN TEMPORER.

Sekian.

Salam, Harry Panjaitan
Teknik Tenaga Listrik ITB

Monday, December 5, 2011

Catatan Seorang Pengemis




Seorang pengemis yg amat kelaparan
Mencari sesuap nasi untuk bertahan
Tak peduli sejauh mana ia mencari
Ia tetap tidak bisa menemukan makanan

Sampai akhirnya Sang Tuan datang
Dengan banyak makanan yg ingin dibagikan
Didapati Nya si pengemis yang sekarat
Untung bagi si pengemis dia masih bertahan

Sang Tuan memberikan makanan
Si pengemis merasa begitu senang
Dia lahap semua makanan yg diberikan
Sampai akhirnya dia kekenyangan

Si pengemis berterimakasih kepada Sang Tuan
Karena nyawanya telah diselamatkan
Apa jadinya jika Sang Tuan tidak datang
Mungkin besok dia sudah tidak terselamatkan

Setelah makan, Sang Tuan berpesan
Beritakan kepada pengemis lain Aku datang bawa makanan
Aku datang membawa kehidupan

Sang pengemis mengiyakan
Dia teringat masih banyak pengemis lain yg amat kelaparan
Bahkan ada yang sudah mati duluan
Karena makanan tak kunjung didapatkan

Sang pengemis pun pamitan pada Sang Tuan
Tekadnya agar pengemis lain juga bisa dapat makan
Ia ingin banyak nyawa diselamatkan
Seperti dirinya yang telah diselamatkan

Sunday, December 4, 2011

Ilmu dari Pak Putu >> Memberi

Pelajaran ini saya dapatkan dari Pak Putu Hendrajaya, pebisnis yg sudah malam melintang selama 14 tahun di dunia IT. Beliau pernah mengisi sesi mini MBA tanggal 26 November 2011 tentang bisnis IT. Tetapi saya sendiri, tidak terlalu bisa memahami secara keseluruhan tentang dunia bisnis IT yg beliau sampaikan. Yang saya dapatkan justru prinsip-prinsip bagi orang-orang yg ingin terjun dalam dunia bisnis.

Lalu, pelajaran apakah yg saya dapatkan dari beliau?

Beliau mengajarkan tentang "Membangun Reputasi".
Bagi pengusaha pemula, membangun reputasi adalah sesuatu yg penting. Reputasi ini penting. Dalam dunia bisnis, reputasi yg baik diperlukan untuk bisa menjalin jejaring di dunia bisnis. Jika kita punya reputasi yang baik, maka setiap orang tentunya akan dengan senang hati melakukan kegiatan bisnis dengan kita. Lalu bagaimana membangun reputasi?

1. Tawarkan secara "free"
Kebanyakan para pengusaha pemula menawarkan ide nya atau produk barunya kepada rekan bisnis/customer dengan imbalan. Padahal dia mungkin lupa bahwa dia masih pengusaha pemula yg belum diketahui reputasi nya di dunia usaha.
Tetapi Pak Putu mengajarkan untuk memberikan produk/jasa kita kepada orang lain dengan free. Biasanya orang cenderung menerima sesuatu yg free biarpun sebenarnya orang itu tidak butuh.  Nah, ketika orang tsb sudah menerima produk/jasa yg kita tawarkan dgn free dan dia merasa puas dengan pemberian kita, maka suatu saat dia akan kembali ataupun menceritakan nya kepada orang lain. Dan hal itu tentu membangun reputasi kita sebagai pengusaha pemula.

2. Memberi dengan lebih
Saya jd ingat Yesus pernah berkata bahwa barangsiapa yg memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalan lah dengan dia sejauh dua mil. Kalimat ini (buat saya) mengajarkan bahwa kita harus bisa memberikan lebih dari yg diminta kepada kita. Kalimat ini mengajarkan bahwa kita harus memberikan sesuatu  yg lebih.
Ada orang-orang yg ketika diminta 10 dia memberikan 10. Itu bagus. Asalkan tidak kurang dari 10.
Tetapi bisakah anda bayangkan ketika anda meminta 10 dari seseorang, orang tersebut bahkan bisa memberikan, katakanlah 11. Pasti kita merasa senang sekali dengan orang itu bukan?

Pak Sabarudin (salah satu pembicara di mini MBA) pernah mengatakan bahwa orang-orang yg memberikan lebih dari yg diminta biasanya akan direkomendasikan untuk mendapatkan promosi jabatan di perusahaannya. Contoh kecil memberikan lebih ialah ketika jam kerja sudah selesai, orang itu masih menawarkan diri untuk membantu bos nya apabila ada yg diperlukan (kebanyakan orang ketika jam kerja sudah selesai langsung buru-buru meninggalkan kantornya).

Orang-orang yg mau memberikan lebih dari yg diminta biasanya akan disenangi oleh orang lain.
Dalam dunia bisnis, jika kita sebagai pengusaha pemula menawarkan barang yg bagus kepada customer, maka customer akan menganggap itu adalah hal yg lumrah dan merupakan hak customer. tetapi jika kita memberikan barang/jasa yang SANGAT bagus kepada customer, maka suatu saat dia akan kembali lagi dengan membawa banyak orang utk mendapatkan produk/jasa yg pernah kita berikan.

Itulah dua ilmu yg saya dapatkan dari Pak Putu. Saya pikir dua ilmu ini bisa diaplikasikan tidak hanya didunia bisnis saja. Dalam kehidupan sehari-hari pun kedua hal ini sebaiknya dilakukan. Seperti kata pak Antonius Tanan (Presiden Univ.Ciputra, pembicara Mini MBA) bahwa "Karakter Entrepreneurship itu ditumbuhkembangkan dari kehidupan kita sehari-hari"
Sekian.