Sunday, November 13, 2011

Lord Keep My Heart

Hidup 22 tahun di bumi, aku mendapatkan begitu banyak sekali pandangan-pandangan tentang apa itu hidup, apa yang paling penting dalam hidup, apa tujuan hidup, apa itu kesuksesan, bagaimana membuat hidup ini berarti, dll. 


Aku telah membaca ribuan buku selama hidup ini. Aku telah mendengar ribuan pandangan orang-orang tentang hidup ini. Aku telah mengamati ribuan kehidupan orang selama aku hidup. Hingga akhirnya aku sampai ke suatu titik persimpangan. Aku sampai di sebuah titik yang memiliki banyak cabang dan aku harus memilih manakah pandangan yang paling benar. Manakah pandangan yang paling baik buatku. Manakah pandangan yang bisa kujadikan pegangan dalam menjalani sisa hidupku di bumi ini. Sebuah pandangan yang selalu tetap meskipun keadaan berubah. Ya, pandangan hidup yang selalu benar tidak peduli itu kapan dan dimana.

Aku hanya ingin hidup ku ini berarti. Berarti buatku, buat orang lain, dan berarti buat Tuhan. Hidup yang hanya sekali dan singkat ini terlalu berharga untuk dijalani tanpa memberikan dampak buat diriku sendiri dan buat orang sekitarku. Aku ingin hidupku bisa menjadi teladan yang baik buat orang banyak. Aku ingin berbuat sesuatu bagi dunia ini. 

Untuk itu aku butuh pegangan hidup. Aku butuh pandangan hidup. Aku butuh nilai-nilai dan prinsip-prinsip hidup. Tidak peduli dalam kondisi apapun aku. Baik saat susah atau saat senang aku tetap bisa berpegang teguh dan mantap berjalan menjalani sisa hidup ini dengan luar biasa. 

Dan aku sudah pernah memilih dan akan tetap memilih sebuah pandangan tentang hidup yang berasal dari kebenaran firman Tuhan. Tidak peduli apa kata orang, tidak peduli bagaimana pandangan orang, firman Tuhan akan tetap menjadi prinsip-prinsip yang kekal dan tidak pernah berubah, prinsip-prinsip yang berlaku baik dulu, sekarang dan sampai kapan pun.

Aku tidak mau diombang-ambingkan lagi oleh hikmat dari dunia yang berusaha menyusup kedalam pikiran ku. Aku tidak mau tergoda dengan segala pandangan yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Aku ingin seluruh hidup ku berpusat kepada Tuhan saja. 
Tuhan tolong dan mampukan aku untuk berpegang kepada firman Mu. Firman Mu yang tidak pernah berubah. Dulu, sekarang, dan sepanjang segala masa. Dunia akan selalu berubah, tetapi firman Mu kekal dan tetap selama-lamanya.

Lord, keep my heart always true to You,
Never back sliding, always viewing You,
A heart that is pure that sees only You
A heart that loves You and treasures only You


Your love constrains me to give my all to You
Lord, I can't help itu ; my heart is drawn to You
Oh what a privelege! I give my self to You
I love You, Lord, dearest Lord
I love You! I just love You!


Lord, keep my love burning brighly for You,
A love never dwindling always hot for You
A love, shinning brighter all the way for You
A love, so fresh like the day I first touched You


Lord, take my life, I present it to You!
If I had a thousand, I'd pour all on You!
Nothing withholding, my all is for You.
My life and my future, dear Lord, is all for You.





Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
(Mazmur 119:105) 


Friday, November 11, 2011

When will i see you again...

When will I see you again?
When will our hearts beat together?
Are we in love or just friends?
Is this my beginning or this is the end?
When will I see you again
When will I see you again
When will I see you again


Lirik nya "ngena banget"... 

Link download MP3 :

http://www.4shared.com/get/qfxUvCmf/When_Will_I_See_You_Again.html

Tuesday, November 8, 2011

Jadi Trainer di Tim Musik Perkantas Jabar

Komitmen = Suka Duka Dijalani...



Tanggal 6 November 2011 adalah hari salah satu hari bersejarah dalam hidup saya..
Hari itu saya mengambil komitmen menjadi salah satu trainer pemusik di Tim Musik Perkantas Jawa Barat. Jujur saja, saya tidak pernah kepikiran untuk menjadi trainer pemusik. Saya ikut dalam TFT ini hanya untuk mengetahui tentang seluk beluk ibadah dan musik dalam ibadah Kristen. Itu saja. Tidak lebih.


Sebelum memutuskan untuk ikut TFT, saya sudah mendapat konfirmasi yang jelas dari Bg Anggiat (staff) bahwa mengikuti TFT pada akhirnya tidak harus menjadi trainer. Tetapi alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui penjelasan dari Ci Merry (trainer) bahwa semua yang ikut TFT akan diteguhkan pada hari Minggu, 6 November. Saya wajar terkejut karena saya mengetahui kabar ini sehari sebelum peneguhan. Ci Merry pun meminta maaf kepada kami atas miskomunikasi yg terjadi ini.


Ketika mendengar penjelasan dari Ci Merry, semalaman saya memikirkan apakah akan mau komitmen jadi trainer atau tidak. Saya tidak pernah kepikiran untuk jadi trainer. Tujuan saya awalnya hanyalah ingin menambah wawasan tentang musik dan ibadah. Itu saja.


Tetapi, ketika ibadah pengambilan komitmen, saya akhirnya menandatangi surat komitmen trainer Tim Musik. Saya merasa tergerak untuk menjadi trainer dan hanya berharap Tuhan yang menolong saya. Saya pikir bukan sebuah kebetulan saya ada di TFT ini. Bukan sebuah kebetulan juga saya mendapat kejutan seperti ini. Ini semua sudah ada dalam rencana Nya. Melalui TFT ini saya merasa "ditangkap" oleh Tuhan untuk tetap hidup dekat dengan Dia. Menjadi trainer pemusik dalam ibadah Kristen tentu menuntut saya untuk selalu menjaga HPDA saya. Karena akan menjadi sesuatu yg munafik ketika saya sudah menjadi trainer dan mengajarkan tentang musik dan ibadah sementara saya sendiri tidak menjaga ibadah saya.
Pada akhirnya saya bersyukur bisa bergabung dan menjadi salah satu trainer di Tim Musik Perkantas Jabar ini.


Saya ingat sebuah pepatah yang mengatakan...


Dimana engkau mengambil banyak, disitu jugalah engkau harus memberi yang lebih

Saya sudah mengikuti rangakaian TFT selama 2 bulan. Banyak yang sudah saya dapatkan. Rasa ingin tahu saya sudah terpuaskan dari materi-materi yg saya dapatkan selama ikut TFT. Tetapi sungguh sayang rasanya kalau itu semua hanya sampai di aspek kognitif (pemahaman) tanpa ada implementasinya. Suatu saat toh saya akan lupa juga. Menjadi trainer tentu menawakan peluang untuk mengimplementasikan/membagikan apa yang sudah saya dapatkan. Dengan berbagi saya menjadi semakin ingat akan materi-materi tersebut.


Tapi saya bertanya lagi pada diri sendiri, mengapa harus menjadi trainer? Apakah anda tidak bisa membagikan hal itu tanpa status trainer? Bukankah menjadi trainer akan mengikat anda untuk sewaktu-waktu harus mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran anda?

Akhirnya saya menemukan jawaban bahwa tidak harus "bergelar" trainer untuk bisa membagikan hal-hal yg saya dapatkan. Saya menjadi trainer karena saya pikir saya bisa lebih berkoitmen dan tidak setengah-setengah. Sejak menjadi trainer saya lebih "dipaksa" untuk mengetahui musik dan ibadah Kristen daripada ketika saya tidak menjadi trainer. Saya lebih "dipaksa" untuk mengembangkan kemampuan musik saya dalam mengiringi ibadah. Dan itu semua adalah hal-hal penting yang seharusnya dipahami oleh semua pengikut Kristen. Sangat naif rasanya kita beribadah dan bersekutu tanpa mengetahui esensi dari setiap seluk beluk dalam ibadah. Ketidakpahaman akan hal-hal tersebut hanya akan membuat ibadah menjadi sesuatu yang bersifat rutinitas dan seremonial belaka.

Semoga saya bisa menjaga komitmen saya sebagai trainer seperti yang tercantum dalam surat komitmen ini :

Komitmenku...

Dihadapan Allah Tri Tunggal, saya berjanji untuk :
1. Menghadirkan peribadahan yang benar dan baik sesuai dengan Alkitab, dimulai dari diri sendiri, PMK asal saya dan dimanapun pelayanan yang Tuhan percayakan
2. Mendampingi dan melatih Pemimpin Pujian dan (atau) Pemusik, dimulai dari diri sendiri, PMK asal saya dan dimanapun pelayanan yang Tuhan percayakan
3. Bersedia membawakan materi dalam pelatihan-pelatihan Pemimpin Pujian dan Pemusik di PMK-PMK dan PSK-PSK yang ada di Bandung serta dimanapun pelayanan yang Tuhan percayakan
4. Terlibat aktif dalam keberlangsungan pelayanan Tim Musik Perkantas Jawa Barat, termasuk proses regenerasi Tim Musik Perkantas Jawa Barat.

Kiranya Allah Maha Kuasa menolong dan memampukan saya

Bandung, 6 November 2011

ttd
Harry Arai Panjaitan

Friday, November 4, 2011

Question of Faith (part I)

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus
(Filipi 3:8) 

Banyak hal yang terjadi dalam hidup ini yang terkadang tidak kita mengerti. Membuat kita bingung dan bertanya-tanya. Segala sesuatu yang kita lihat, sentuh, rasakan dan dengarkan menimbulkan berbagai macam pertanyaan-pertanyaan dalam hidup ini. Pertanyaan-pertanyaan itu membutuhkan jawaban. Tetapi kemanakah saya bisa memperoleh jawaban yang pasti? Kemanakah tempat bertanya untuk memperoleh kebenaran?

Ada satu bagian yang menarik dalam injil Yohanes. Bagian kecil ini tidak tercatat dalam 3 injil lainnya.

Yohanes: 18
18:37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."
18:38 Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" (18-38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. 

Dan sama seperti Pilatus bertanya kepada Yesus, maka tulisan saya ini juga merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan untuk menemukan sebuah kebenaran. Sama seperti Pilatus yang setelah bertanya kepada Yesus tentang apa itu kebenaran, saya juga akhirnya dapat menyimpulkan bahwa Allah adalah kebenaran itu sendiri dan berkata kepada diri saya sendiri (sama seperti perkataan Pilatus) bahwa :

" aku (harry) tidak mendapati kesalahan apapun pada Nya "

Saya pernah menonton khotbah seorang pendeta di TV. Pendeta itu mengatakan bahwa keyakinan kita tidak memberi pengaruh apa-apa terhadap kebenaran yang ada. Contohnya tentang keberadaan Allah. Tidak peduli apakah kita yakin ada Allah atau tidak, itu tidak akan mempengaruhi kebenaran akan keberadaan Allah. Bukan karena pikiran dan keyakinan kita yang mengatakan bahwa ada Allah maka Allah ada, ataupun bukan karena pikiran dan keyakinan kita yang mengatakan bahwa tidak ada Allah, maka Allah tidak ada. 

Dibawah ini adalah kumpulan-kumpulan pertanyaan yang  pernah muncul dalam pikiran saya seputar iman Kristen. Menurut saya, inilah cara saya bertumbuh. Semakin banyak pertanyaan yang saya ajukan, semakin saya mencari Tuhan karena Tuhan yang empunya jawabannya. Saya memberikan pertanyaan kepada diri saya sendiri dan saya meminta jawaban nya kepada Tuhan.

Q : Apakah Allah dan Tuhan yang disebutkan sebagai pencipta alam semesta itu memang benar-benar ada? Apakah Allah yang disebutkan sebagai pribadi yang Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu benar-benar ada?

A : Sebelum menjawab nya, saya ingin bertanya dahulu mengapa pertanyaan demikian bisa timbul dalam pemikiran anda?

Q : Karena Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa “ Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Hanya dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Energi itu konstan ” Kita tahu bahwa alam semesta ini mengandung energi. Energi dalam semesta ini sering disebut sebagai kosmos. Kosmos selalu tetap. Dengan kata lain hukum itu berkata bahwa alam semesta itu telah ada dan akan selalu ada. Tidak ada yang menciptakan alam semesta ini, karena jumlah energi dalam alam semesta ini konstan, tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan. Karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak ada Allah yang telah menciptakan semesta beserta kosmos nya. Karena alam semesta ini telah dan akan selalu ada dalam jumlah yang konstan.

A : Saya sendiri adalah seorang yang mempelajari science dan engineering dan mengetahui isi hukum tersebut. Ketika sebuah postulat atau hukum di nyatakan oleh seseorang ilmuwan, dia harus bisa membuktikan kebenaran postulat atau hukum tersebut melalui bukti yang jelas dan dapat diterima oleh akal. Kita tahu bahwa postulat dan semua jenis hukum dalam sains itu lahir dari sebuah pengamatan. Itu berlaku untuk semua teori,postulat dan segala jenis hukum yang telah diterima dalam dunia sains. Tidak ada sebuah teori yang lahir tanpa didahului oleh sebuah pengamatan dan observasi.

Pernyataan seseorang yang berkata bahwa alam semesta telah ada dan akan selalu ada dengan mengacu kepada Hukum Kekekalan Energi tersebut tidak tepat sama sekali. Bahkan seharusnya hukum itu berbunyi demikian “ Sejauh yang diamati, jumlah energi itu selalu konstan. Tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan, hanya bisa berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain.”
 Karena seperti yang kita tahu juga bahwa alam semesta dan semua isinya ini memiliki awal. Dan segala sesuatu yang memiliki awal, pasti memiliki penyebab. Saya ulangi, SEGALA SESUATU YANG MEMILIKI AWAL PASTI MEMILIKI SEBAB. Tidak akan muncul asap kalau tidak ada api, tidak akan muncul pelangi jika air hujan tidak membiaskan sinar matahari. Sebuah mobil tidak akan pernah mulai bergerak jika tidak ada bensin atau bahan bakar. Tidak akan ada masa menuai jika tidak pernah menanam. Tidak akan pernah muncul pohon apel, kecuali jika sebuah biji apel ditanam diatas tanah yang memungkinkannya bertumbuh. Intinya, segala sesuatu yang memiliki awal pasti memiliki sebab. Tunas yang tumbuh diatas tanah disebabkan oleh sebuah biji yang telah mulai bertumbuh didalam tanah. Dan penyebab biji itu mulai bertumbuh adalah karena nutrisi yang didapatkan mencukupi untuk pertumbuhan nya.

Kita tentunya sudah pernah mendengar para ilmuwan menyebutkan bahwa lapisan ozon sudah mulai berlubang. Dengan kata lain, ada suatu KONDISI AWAL dimana lapisan ozon belum berlubang. Kita tentu sudah pernah mendengar bahwa, alam semesta ini semakin mengembang dan semakin tidak teratur. Berarti ada suatu KONDISI AWAL dimana alam semesta ini belum mengembang. Kita juga pernah mendengar bahwa sebuah bintang akan mati. Dan ketika mati cahayanya akan meredup dan massanya akan habis. Dengan kata lain, ada sebuah KONDISI AWAL dimana bintang itu masih hidup dan memancarkan cahaya yang terang.

Dari fakta-fakta yang VALID dan berdasarkan OBSERVASI tersebut, mau tidak mau kita harus menerima kenyataan bahwa alam semesta dan segala isinya itu MEMILIKI AWAL. Waktu juga memiliki AWAL. Kalau alam semesta,ruang dan waktu  ini memiliki awal, maka berdasarkan logika matematiknya, alam semesta ini juga pasti MEMILIKI SEBAB. Logika itu sangat masuk akal.

Premis 1 : Segala sesuatu yang memiliki awal, memiliki penyebab
Premis 2 : Alam semesta dan segala isinya memiliki awal
Kesimpulan : ALAM SEMESTA MEMILIKI PENYEBAB

Kesimpulan yang mau tidak mau harus diterima adalah, alam semesta disebabkan oleh sesuatu. Ada sesuatu yang telah menyebabkan alam semesta ini ada. Alam semesta itu tidaklah telah ada dan akan selalu ada. Alam semesta itu memiliki awal, dan jika memiliki awal pasti akan memiliki akhir.
Jika kita kembali kepada hukum kekekalan energi yang mengatakan bahwa jumlah energi itu selalu konstan, kita seharusnya memunculkan pertanyaan “ siapakah yang telah menciptakan energi yang konstan tersebut?” Pertanyaan tersebut layak muncul karena ternyata ALAM SEMESTA YANG KONSTAN INI MEMILIKI PENYEBAB !!!
Nah, dalam iman yang saya pegang, alam semesta dan segala isinya ini diciptakan oleh pribadi yang disebut ALLAH. Dan oleh karena itulah saya sendiri sangat percaya bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar dari seluruh energi di alam semesta ini. Begitu besarnya dan luar biasa besarnya. Kekuatan yang tidak ada batasnya. Saya memanggilnya Allah. Dan saya mempercayai keberadaan Nya.

Q : Tapi jika ada Allah, sepertinya yang anda sebutkan sendiri bahwa Dia adalah Allah yang Maha Kuasa. Dan dia juga adalah pribadi yang penuh kasih dan menjunjung tinggi keadilan. Lalu, jika alam semesta dan bumi ini diciptakan oleh Allah yang baik dan adil itu, mengapa banyak sekali penderitaan. Mengapa Allah yang baik itu membiarkan penderitaan, kelaparan, kemiskinan, dan peperangan itu terjadi? Mengapa Allah yang adil itu membiarkan kejahatan dan ketidakadilan terjadi di bumi ini? Lalu dimanakah Allah itu? Apakah Dia berkeinginan mencegah kejahatan dan ketidak adilan, namun tidak mampu? Maka Ia tidak Maha Kuasa. Apakah Dia mampu,tetapi tidak ingin? Maka Ia jahat. Apakah Ia mampu dan ingin? Lalu bagaimana mungkin bisa ada kejahatan dan ketidak adilan. Maka segala malapetaka seperti pembunuhan Hitler terhadap 6 juta orang Yahudi tidak akan pernah terjadi. Saya juga mempertanyakan tentang Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil dan Maha Kuasa. Kita tahu sendiri bahwa kejahatan di dunia ini sangatlah merajalela. Pembunuhan, kemiskinan, penderitaan, kelaparan, bencana alam,pelacuran, perampokan, penipuan, pemerkosaan dan masih banyak kejahatan lain nya. Kenapa Allah yang sangat baik itu membiarkan kejahatan merajalela. Kenapa ada penderitaan dan kejahatan di bumi ini?



A : Pastilah semua orang dengan pemikiran yang sehat di muka bumi ini mengatakan bahwa  yang dilakukan Hitler terhadap jutaan orang-orang Yahudi adalah kejahatan yang sangat mengerikan. Pastilah kita semua mengutuk perbuatan keji seorang pria yang dengan tega memperkosa seorang gadis. Pastilah kita semua menyayangkan tindakan seorang anak yang membunuh ibu nya sendiri. Pastilah kita geram dengan para perampok yang merampok seluruh isi rumah kita. Dan itu semua adalah contoh-contoh kejahatan. Kita mengkategorikan itu semuanya sebagai kejahatan.

Tetapi tahukah anda bahwa perihal mengkategorikan perbuatan Hitler, pria,anak,dan perampok dalam kasus-kasus tersebut sebagai sebuah tindakan kejahatan mengangkat sebuah masalah filosofis yang penting.
Kita semua sepakat bahwa jika seseorang ingin mengklaim bahwa sesuatu itu jahat, maka ia harus bertanya dengan kriteria apa seseuatu itu dikatakan jahat. Apa yang menjadi tolak ukur dan standard nya untuk memutuskan sesuatu itu jahat dan yang lain itu baik. Bagaimana seseorang mengatakan hal itu jahat dan yang lain nya baik? Alat pengukur moral apakah yang sedang dipakai untuk mengukur “sesuatu” itu.  Dengan proses apakah kejahatan itu dibedakan dari kebaikan dan sebaliknya?

Mustahil untuk membedakan kejahatan dari kebaikan KECUALI seseorang memiliki sebuah titik acuan yang mutlak dan yang benar-benar baik. Kita tidak akan pernah bisa mengkategorikan sesuatu itu jahat atau baik tanpa titik acuan yang mutlak dan benar-benar baik itu. Titik acuan yang mutlak dan benar-benar baik itu hanya ditemukan dalam pribadi Allah yang Maha Kuasa,Maha Kasih dan Maha Adil. Maka dengan itu, pastilah ada Allah yang berkuasa di alam semesta ini. Kita belum berbicara Allah orang Kristen disini. Yang penting Allah itu memang ada, titik.

Lalu,anda juga mungkin akan bertanya “lalu mengapa ada kejahatan dan penderitaan jika ada Allah yang Maha Kuasa,Maha Adil dan Maha Kasih?
Sebenarnya masalah kejahatan dapat dipandang dalam bentuk yang melibatkan tiga buah konsep.

Kuasa Allah, Kebaikan Allah, dan kehadiran kejahatan di dalam dunia.

Akal sehat memberitahu kita bahwa ketiganya tidak mungkin benar secara bersamaan. Tetapi sebenarnya ketiganya benar secara bersamaan.
Dapat dijelaskan seperti berikut, jika Allah tidak membuat klaim bahwa diri Nya baik, maka pastilah lebih mudah untuk menjelaskan keberadaan kejahatan. Tetapi Allah sendiri mengklaim diri Nya baik. Lalu mengapa ada kejahatan? Jika Allah dibatasi kuasa Nya sehingga Ia tidak cukup kuat untuk mencegah kejahatan, maka keberadaan kejahatan juga akan lebih mudah untuk dijelaskan. Tetapi Allah sendiri menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang Maha Kuasa. Lalu, mengapa ada kejahatan? Jika seandainya kejahatan itu hanya sebuah ilusi dari pikiran yang fana dan tidak memiliki realita, maka masalah-masalah itu tidak akan pernah muncul. Tetapi kejahatan bukanlah sebuah ilusi. Karena kalau KEJAHATAN SEBUAH ILUSI, lalu bagaimana anda menjelaskan  alasan anda  mengunci pintu rumah anda pada malam hari? Bukankah itu disebabkan karena kejahatan itu adalah realita?  Jika PENDERITAAN HANYA SEBUAH ILUSI, lalu bagaimana anda menjelaskan alasan seorang ibu yang melarang anaknya untuk tidak terlalu dekat dengan api saat mereka memasak? Itu juga karena penderitaan adalah realita dan sesuatu yang nyata.Jika RASA SAKIT HANYA SEBUAH ILUSI, lalu mengapa mereka perlu pergi ke dokter dan membeli obat? Bukankah rasa sakit itu hanya ilusi? Tentu saja KEJAHATAN,PENDERITAAN DAN RASA SAKIT ITU ADALAH REALITA.

Lalu bagaimana mungkin Allah mengklaim diri Nya Maha Kuasa dan Maha Kasih padahal banyak sekali kejahatan,penderitaan dan rasa sakit yang terjadi? Dan kejahatan itu sendiri ternyata bukanlah sebuah ilusi. Kejahatan itu realita.

Saya ingin memulai dengan bercerita tentang iman Kristen yang saya percaya yang berkata bahwa awal dari penciptaan alam semesta ini adalah sangat baik. Tidak ada dosa, tidak ada kejahatan, tidak ada rasa sakit dan kematian. Namun sejak kejatuhan manusia pertama yaitu Adam dan Hawa kedalam dosa telah  membawa kejahatan kedalam dunia ini. Saya percaya bahwa kejahatan itu adalah kerusakan dari sesuatu yang baik.
Mungkin Anda bertanya, mengapa Allah tidak menciptakan Adam dan Hawa dimana mereka tidak akan pernah berdosa dan oleh sebab itu tidak akan pernah ada kejahatan dalam dunia ini?
Jika seperti itu yang terjadi, maka skenario seperti itu akan berarti bahwa kita bukanlah benar-benar manusia. Kita tidak akan pernah membuat keputusan dan mencintai dengan bebas. Kita tidak ada bedanya dengan robot-robot yang diprogram untuk melakukan suatu perintah saja. Kita tidak ada bedanya dengan boneka yang dapat berbicata, yang ketika anda tarik talinya, boneka itu dapat mengatakan “saya mencintai Mu”.

to be continued...





Relasi Manusia dengan Manusia

Sore ini saya mengikuti KKR Pak Pdt. Stephen Tong. Ini kali pertama saya mengikuti KKR beliau. Tema yang diangkat pada rangkaian 3 hari KKR ini ialah relasi manusia dengan materi, relasi manusia dengan sesama manusia dan relasi manusia dengan Tuhan.

KKR yang saya ikuti ialah KKR kedua (saya tidak ikut yg pertama) yang bertemakan tentang relasi manusia dengan sesama manusia. Dari KKR ini, saya kembali diingatkan dan juga dibukakan tentang beberapa pemahaman yang penting antara lain :

1. Filsafat teori nilai
Ada dua pandangan tentang nilai yang terdapat pada suatu benda.
Pertama ialah pandangan yang mengatakan bahwa nilai yang ada pada suatu benda bergantung kepada berapa banyak yang interest terhadap benda tersebut.
Contoh : Ada barang yang harganya melonjak karena banyak orang yang menginginkan barang tersebut. Padahal harga barang tersebut sebelum nya tidak semahal itu. Hal ini menunjukkan bahwa nilai barang tersebut tergantung pada orang lain.

Kedua ialah pandangan yang mengatakan bahwa nilai yang ada pada suatu benda tidak dipengaruhi oleh apapun. Nilai itu melekat pada benda tersebut karena benda itu sendiri.
Contoh : Suatu barang yang nilai nya selalu tetap tidak peduli banyak orang yang menginginkan nya atau sedikit orang yang menginginkan nya. Interest orang tidak berpengaruh kepada nilai dari benda tersebut.

Firman Tuhan dapat dijelaskan dengan pandangan yang kedua. Firman Tuhan itu adalah sesuatu yang berharga tidak peduli orang menghargai nya atau menghinanya. Firman Tuhan adalah kebenaran, tidak peduli apakah orang mempercayai nya atau tidak. Tidak peduli orang suka atau tidak. Nilai kebenaran pada Firman Tuhan tidak dipengaruhi oleh apapun dan siapapun.

Anda boleh percaya atau tidak tetapi asumsi anda tidak akan mengurangi atau menambahkan sesuatu pada kebenaran itu sendiri. Anda boleh suka atau tidak tetapi rasa suka atau tidak, tidak akan berdampak baik atau berdampak buruk terhadap kebenaran. Itulah kebenaran.

Kita sebagai orang Kristen harus meyakini bahwa Firman Tuhan adalah kebenaran. Keyakinan-keyakinan lain yang bertentangan dengan Firman Tuhan adalah keyakinan yang arogan yang berani menentang Allah.
Apakah itu ilmu pengetahuan, nilai-nilai hidup, persepektif, cara pandang (paradigma), dogma atau ajaran-ajaran, kata-kata motivasi, dsb harus mengakui bahwa kebenaran Allah adalah sesuatu yang mutlak.

Ilmuwan fisika yang terkenal di dunia, Stephen Hawking, pernah mengatakan bahwa Allah itu tidak ada. Hawking memakai pendekatan ilmu nya untuk membuktikan bahwa tidak ada yang namanya Allah yang menciptakan semesta ini.

Tentu itu adalah arogansi ilmu pengetahuan yang ditemukan oleh Hawking dalam penelitian nya. Saya sendiri pernah mendengar bahwa dari 100 lebih ilmuwan peraih nobel fisika, lebih dari 50% percaya bahwa ada Tuhan, sebagian lagi percaya bahwa mungkin ada Tuhan, dan hanya sebagian kecil yang tidak percaya ada Tuhan.

Kita tidak boleh memakai penemuan kita dalam ilmu pengetahuan untuk memutuskan sebuah kebenaran yang mendikte Allah.
Hal itu ibarat seorang anak yang menemukan kue yang dia tidak tahu bahwa kue itu memang disimpan oleh ibu nya. Ketika anak itu menemukan kue itu, dia merasa bahwa dia telah berjasa  dan berhak berkuasa atas kue itu. Dia membagi-bagikan kue itu pada orang lain karena dia merasa bahwa penemuan dia terhadap kue itu membawa otoritas atas kue itu. Tetapi tentu kita semua tahu bahwa ibu nya sendiri yang telah meletakkan kue itu disuatu tempat dan kue itu adalah kedaulatan ibu nya. Penemuan anak tersebut terhadap keberadaan kue tersebut tidak serta merta menghilangkan otoritas ibu nya dan membuat sendiri otoritas nya. Kebenaran tidak bertambah karena kita menemukan kebenaran. Kebenaran itu sudah ada disana dan menunggu untuk ditemukan.

2. Relasi manusia dengan manusia
Kebenaran Firman Allah terkait dengan relasi manusia dengan sesama sudah jelas. Allah mengatakan bahwa hal yang terutama ialah mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri. Semua hal lain nya adalah nomor dua.

Jika kita lebih mengasihi materi lebih daripada kita mengasihi manusia dan diri kita sendiri, maka itu adalah sebuah pelanggaran atas kebenaran Firman Allah.
Materi disini bisa berupa jabatan, nilai ujian, uang, harta, gelar, popularitas, benda-benda, binatang, tumbuh-tumbuhan, alam, dsb.
Materi itu diciptakan untuk manusia.
Manusia tidak diciptakan untuk materi.

Apabila kita lebih mengutamakan materi daripada manusia atau diri kita sendiri maka kita telah berdosa. Apabila kita lebih mementingkan uang atau kekayaan dan memperalat orang lain untuk memperoleh kekayaan maka kita berdosa. Apabila kita lebih mementingkan nilai ujian dan menyontek daripada harga diri kita, maka kita telah berdosa. Apabila kita lebih mementingkan popularitas, harta, binatang, tumbuhan, lebih daripada kita mementingkan diri kita dan sesama manusia maka kita telah berdosa.

Sebuah kalimat yang bagus mengatakan bahwa :


Tempatkanlah Allah dimana seharusnya Allah berada
Tempatkanlah manusia dimana seharusnya manusia berada
Tempatkanlah materi dimana seharunsya materi berada


Soli  Deo Gloria

Wednesday, November 2, 2011

Teknik Presentasi (TFT Tim Musik Perkantas Jabar)

Tulisan yang buruk masih lebih oke daripada ingatan yang kuat
( unknown )

Ya, pepatah diatas mengingatkan saya untuk mencatat hal-hal penting yang perlu untuk diingat. Dengan membuat catatan , kita bisa mengcover penyakit lupa. Kalau suatu waktu kita lupa, kita bisa kembali membuka catatan-catatan kita dan membacanya kembali sehingga bisa ingat lagi. Nah, kalau kita lupa dan kita tidak punya catatan, maka kita akan benar-benar melupakan nya.

Nah, biar tidak lupa, saya akan mencoba membuat catatan tentang hal-hal yang saya dapatkan dari sesi Teknik Presentasi pada TFT Musik Tim Perkantas Jabar 2011. Materi ini disampaikan oleh Bang Jimmy.

Public Speaking adalah : kegiatan berbicara untuk berkomunikasi dengan orang banyak.
Komunikasi yang baik memenuhi 3 Aspek R.O.I
1. Relevance, artinya bahan pembicaraan harus relevan dengan pendengar
2. Original, artinya disampaikan dengan gaya kita yang asli tanpa perlu menjadi orang lain
3. Impact, artinya presentasi yang kita lakukan memberikan pengaruh kepada orang yang mendengar nya

Dalam presentasi, pembicara selalu dibatasi oleh waktu. Oleh karena itu, pembicara harus bisa mengklasifikasikan 3 hal, yaitu :
1. Must Know, yaitu bagian-bagian mana saja dari materi presentasi yang harus disampaikan oleh pembicara. Bagian ini adalah bagian inti yang pendengar harus tahu.
2. Should to Know, yaitu bagian-bagian mana saja yang pendengar sebaiknya tahu
3. Extra to Know, yaitu bagian-bagian mana saja yang pendengar boleh tahu jika masih ada waktu yang sisa untuk presentasi

Setelah kita bisa mengklasifikasikan 3 hal diatas, maka hal selanjutnya yg perlu kita ketahui adalah proses presentasi. Proses presentasi dibagi atas :
1. PERSIAPAN
2. DELIVERY (penyampaian/pembahasan materi)
Dalam melakukan proses delivery yang baik, kita bisa memakai acuan konsep "LaS VEGAS", yaitu :
a. LAnguage : Gunakan bahasa (kosa kata) yang sesuai dengan konteks pendengar. Ketahuilah lebih dulu siapa pendengar yang akan anda ajak berbicara, lalu sesuaikan konteks pembicaraan nya. Tentunya akan berbeda berbicara dengan mahasiswa dan berbicara dengan anak SD (misalnya)
b. Spirituality : Milikilah integritas terhadap topik yang anda sampaikan. Misalnya, anda membawakan topik "Menjaga Kesehatan" tetapi anda sendiri tidak bisa menjaga kesehatan dengan baik (misalnya). Selain itu sampaikan materi presentasi dengan antusias.
c. Voice : Gunakan konsep PAMPERS, yaitu :
- Projection >> berbicara dengan volume suara yang memadai (tidak keras tidak pelan)
- Articulation >> gunakan pelafalan yang jelas
- Modulation >> variasikan tone dan pitch suara
- Pronounciation >> perhatikan apakah ada istilah yang sulit
- Speed >> perhatikan kecepatan berbicara. Kapan harus lambat, kapan harus sedang, kapan harus cepat
d. Eye Contact : Tataplah peserta secara adil. Sapulah dengan pandangan anda semua pendengar yang hadir. Tataplah setiap peserta 3 detik lamanya untuk satu orang. Jangan kelamaan dan jangan terlalu cepat. 3 detik waktu yang pas.
e. Gesture : Gunakan konsep POPE, yaitu :
- Posture : posisi tubuh anda (duduk atau berdiri, kapan anda harus duduk kapan harus berdiri)
- Orientation : arah tubuh anda di dalam ruangan (pergerakan tubuh anda dalam ruangan)
- Proximity : seberapa dekat jarak anda terhadap pendengar (sesuaikan aga pendengar merasa nyaman)
- Expression of emotion : mimik wajah anda harus mendukung hal yang anda katakan. sehingga emosi yang keluar sesuai dengan konteksnya.
Selain itu, selama proses presentasi terjadi, sebenarnya pendengar mengirimkan feedback kepada pembicara mengenai performa dari pembicara tersebut. Feedback tidak langsung itu dapat dilihat dari gesture peserta (mimik wajah peserta, bahasa tubuh mereka, dsb). Dari sini kita bisa menilai apakah kita sudah menyampaikan materi dengan baik.
f. Attitude : Miliki sikap positif terhadap peserta bahkan ketika ada peserta yang menyulitkan
g. Sense : Peka terhadap situasi/suasana ketika menyampaikan materi. Sehingga kita bisa menentukan langkah2 yg harus diambil utk mendukung kenyamanan presentasi anda.

Pada dasarnya konsentrasi pendengar itu mengalami akan mengalami penurunan, oleh karena itu sebagai pembicara anda harus bisa mengembalikan konsentrasi pendengar misalnya dengan memberikan waktu rehat sejenak, atau membuat jokes, menyanyi, memberikan snack, bercerita, bertanya kepada audiens, dsb.

3. FINISHING

to be continued...