Showing posts with label sharing. Show all posts
Showing posts with label sharing. Show all posts

Thursday, April 7, 2016

Four "Happy Chemicals"

Simon Sinek, seorang motivator dan pembicara handal, menjelaskan tentang 4 happy chemical yang dia singkat dengan EDSO (Endorphin, Dophamine, Serotonin, dan Oxcytocin).
E dan D adalah happy chemicals yang bisa muncul dalam tubuh dengan usaha kita sendiri. S dan O adalah happy chemicals yang bisa muncul dalam interaksi kita dengan orang lain.

Endorphin adalah hormon yang kita lepaskan dalam tubuh sebagai respon atas rasa sakit, letih yang kita rasakan. Hormon ini memanipulasi rasa sakit, letih, dsb. Misal ketika kita sedang lembur, atau sedang latihan angkat beban, kita mengeluarkan hormon Endorphin. Hormon ini mampu membuat kita bekerja ekstra.

Dophamine adalah horman yang kita lepaskan dalam tubuh sebagai respon akan pencapaian pribadi kita. Misal ketika kita berhasil mendapatkan ranking disekolah atau menjadi juara dalam suatu pertandingan olah raga.

Serotonin adalah hormon yang kita lepaskan sebagai respon akan pengakuan orang lain terhadap diri kita. Misal ketika kita meraih ranking disekolah, hormon serotonin dilepaskan saat kita melihat orang tua kita hadir disana dan memandang mata mereka yang penuh rasa bangga atas pencapaian kita. Sebuah ucapan "saya bangga padamu" atau sebuah tepukan dibahu dari orang lain membuat kita melepaskan hormon ini. Atau saat kita melakukan sebuah pengorbanan atau hal baik terhadap orang lain, lalu mendapatkan pengakuan dari orang lain atas pengorbanan yang sudah kita lakukan.

Oxytocin adalah hormon yang kita lepaskan dalam tubuh sebagai respon atas relasi yang intim, dekat, dan rasa aman yang kita dapatkan dari orang lain. Misalnya saat hubungan seks dengan pasangan maka hormon ini akan dilepaskan dalam tubuh. Ini yang menjelaskan mengapa orang yang hidup berpasangan pada umumnya sehat, bahagia dan berumur lebih panjang.


Sunday, February 21, 2016

Kelatahan Dalam Mencomot Comot Ayat Alkitab

Oke, tulisan kali ini tentang iman.
Terkadang saya merasa geretan terhadap saudara saya yang Muslim yang mencoba untuk mencomot sebagian dari ayat Alkitab untuk memperkuat keyakinannya bahwa agama dia yang benar.

Misalnya sebuah tulisan yang saya kutip berikut ini :

Inilah dakwah Islam di Amerika yang digalakan oleh Kelompok Muslim Amerika ternama, Islamic Circle of North America (ICNA). Mereka berusaha mengenalkan siapa itu Jesus sebenarnya, dan juga membagikan Al-Quran terjemahan bahasa Inggris.
Foto di atas adalah foto kegiatan ICNA di Abbot Kinney Festival 2015 di Los Angeles yang dirilis oleh fanpage ICNA pada 28 September 2015 lalu.
Dalam tulisannya yang berjudul (terjemahan) "Umat Muslim Lebih Mencintai Ajaran Yesus Daripada Umat Kristen", Dr. Laurence Brown, seorang mualaf menyampaikan bukti-bukti bahwa Umat Islam lah yang mengamalkan ajaran Yesus.
Diantaranya:
- Yesus disunat (Lukas 2:21). Sedangkan umat Muslim juga disunat.
- Yesus tidak makan daging babi, sesuai dengan hukum Perjanjian Lama (Imamat 11: 7 dan Ulangan 14: 8). Muslim secara keseluruhan juga tidak makan babi. Bagaimana dengan umat Kristen?
- Yesus tidak memberi atau mengambil riba (bunga), sesuai dengan larangan dalam Perjanjian Lama (Keluaran 22:25). Riba (bunga) juga dilarang dalam Al-Qur'an, sebagaimana juga dilarang dalam agama Yesus. Perekonomian sebagian besar negara Kristen, bagaimanapun, terstruktur berdasarkan riba.
- Yesus berjenggot, sebagaimana umat Muslim juga dianjurkan untuk berjenggot dalam Islam.
- Ibunda Yesus menutupi rambutnya, dan hal ini dipraktekkan oleh wanita Kristen dari kawasan Palestina dan sekitarnya hingga pertengahan abad kedua puluh. Dan lagi-lagi, ini adalah praktek yang dilakukan umat Islam, tetapi tidak dipraktekkan di antara orang-orang Kristen modern.
- Yesus mengajarkan murid-muridnya untuk mengucapkan salam "Damai" (Lukas 10: 5), dan kemudian memberikan contoh dengan mengucapkan "Damai sejahtera bagi kamu" (Lukas 24:36, Yohanes 20:19, Yohanes 20:21, Yohanes 20: 26). Lalu, siapakah yang terus mempraktekkan ajaran ini sampai sekarang, Kristen atau Muslim? "Damai sejahtera bagi kamu" adalah arti dari sapaan umat Muslim, “Assalammu’alaikum.” Yang menarik, kita juga menemukan ucapan ini dalam Yudaisme (Kejadian 43:23, Bilangan 6:26, Hakim 6:23, I Samuel 1: 17 dan I Samuel 25: 6)
Intinya mereka memakai apa yang ada di Alkitab untuk memperkuat kebenaran agama mereka. Oleh karena itu, sejak mereka mengutip ayat dalam Alkitab tersebut (yang berarti mereka percaya ayat tersebut), pertanyaan pentingnya adalah : APAKAH MEREKA BENAR-BENAR MEMPERCAYAI SEMUA YANG YESUS KATAKAN DALAM ALKITAB?

Dalam Alkitab, Yesus berkata : Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada satu orang pun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.

Artinya Dia adalah satu-satunya jalan menuju Allah. Bukan Muhammad ataupun nabi-nabi lainnya. Lalu, apakah mereka mempercayai itu juga?? Kalau tidak, berarti mereka hanya mencomot beberapa ayat dalam Alkitab yang sesuai dengan ajaran agama mereka dan menolak ayat-ayat yang bertentangan dengan ajaran Alquran. Terhadap orang-orang seperti ini, diskusi tidak perlu dilanjutkan lagi karena telinga mereka hanya ingin mendengar hal-hal yang ingin mereka dengar saja.

Sebenarnya, ayat-ayat yang mereka comot diatas bisa dijelaskan dan mereka tidak paham konteks keseluruhan ayat tersebut. Itulah akibat mereka terlalu latah untuk asal comot ayat dari agama lain, seolah-olah mereka sudah mempelajari dengan seksama isi ayat tersebut dan Alkitab secara utuh.

Tetapi penjelasan tersebut tentunya hanya akan bermamfaat apabila dijelaskan kepada orang yang benar-benar murni ingin mencari apa yang benar.


Sunday, February 14, 2016

Theodore Roosevelt : Presiden Dengan Mental dan Fisik Yang Tangguh

Orang bijak berkata "adalah baik belajar dari pengalaman diri sendiri, namun lebih baik lagi jika belajar dari pengalaman orang lain".

Salah satu caranya adalah dengan membaca dan mempelajari kisah hidup orang-orang besar. Besar disini tidak berarti ukuran badan tetapi dari skala pengaruh hidupnya bagi orang lain.
Salah satu orang besar yang pernah hidup adalah Theodore Roosevelt. Dia adalah presiden Amerika yang ke-26 dan yang termuda sepanjang sejarah saat itu, yaitu pada usia 42 tahun. (https://id.wikipedia.org/wiki/Theodore_Roosevelt)

Silahkan googling dan pelajari kisah hidupnya. Saya sendiri kagum dengan sosok beliau. Dia adalah pria yang punya fisik dan mental yang tangguh. Biarpun terlahir dari keluarga kaya, namun tak berarti dia anak yang manja. Dia dididik dengan baik oleh sang ayah.

Theodore Roosevelt, atau disingkat TR, adalah seorang presiden, prajurit, petualang, penulis buku, dan penyayang keluarga. Semua karakter yang diperlukan untuk menjadi pria sejati ada dalam dirinya. Untuk bisa menjadi seperti dia, butuh disiplin dalam melatih fisik dan mental setiap hari. Itu berarti, tidak ada ruang untuk bermalas-malasan. Karena hidup ini terlalu singkat dan berharga untuk dijalani dengan bermalas-malasan saja. “With self-discipline most anything is possible.” –Theodore Roosevelt


"Anda harus siap fisik dan mental kalau mau melakukan perubahan"
(Ahok)

Saturday, February 13, 2016

Tak Seindah Yang Dibayangkan

Ternyata menjadi terkenal, berprestasi, dan bergelimang harta tak selalu seindah yang dibayangkan. Setidaknya itu yang saya pahami dari kejadian meninggalnya diva legendaris, Whitney Houston. Siapa yang tak kenal dia dan lagu-lagunya. Salah satu yang saya suka adalah lagu "When You Believe" yang juga menjadi soundtrack film animasi terbaik tahun 1998 "Prince of Egypt".

Namun, dibalik sederat prestasi tersebut, tersimpan jiwa yang ternyata rapuh dan diperbudak oleh narkoba. Setidaknya itulah hasil investigasi kepolisian setelah menemukan jasad Whitney di bak kamar mandi hotelnya. Sungguh amat disayangkan dan tragis sekali. Semua hal yang orang impikan dari seorang Whitney Houston ternyata tak mampu memuaskan jiwa sang diva. Popularitas, harta, prestasi, dan bakat menyanyi yang luar biasa, pun tak menjamin seseorang bisa bahagia dan memuaskan jiwa. Peristiwa ini makin tragis lagi karena putrinya meninggal 3 tahun kemudian akibat Narkoba dengan kejadian yang hampir sama dengan sang ibu, meninggal di kamar hotel akibat overdosis.

  • http://www.kapanlagi.com/showbiz/hollywood/narkoba-38-alkohol-di-balik-kematian-whitney-houston-38-putrinya-5c410f.html
  • http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/03/120323_whitneyhoustonotopsi
Kejadian ini setidaknya mengajari saya satu hal penting bahwa segala hal yang dapat saya miliki di dunia ini tidak akan pernah bisa memuaskan jiwa dan membahagiakan saya. Saya selalu ingat kutipan seperti ini :
There is no way to happiness, happiness is the way
Tidak ada jalan/cara menuju kebahagiaan. Tapi kebahagiaan itu sendiri adalah jalannya. Bahagia tidak hanya diraih ketika kita berhasil sampai ke puncak, tetapi juga ketika kita menjalani jalan sampai tiba puncak. Jika kita hanya bahagia ketika tiba di puncak, kita akan banyak mengalami kesedihan karena masa-masa dipuncak hanya sementara saja. Hidup ini ada puncak, lembah, naik, dan turun. Kita hanya harus belajar menikmati setiap langkah hidup kita, entah diposisi manapun kita berada saat ini.

Lalu, bagaimana caranya agar bisa menikmati kebahagian diposisi manapun kita berada?
Jawabannya MINDSET yang benar!
Mindset untuk selalu mensyukuri setiap hal dalam hidup. Alkitab banyak kali mengajarkan mindset-mindset yang benar dan penting untuk kita tanam dalam benak. Salah satunya adalah mengajarkan kita untuk mengucap syukur dalam segala hal.
Mindset ibarat pondasi. Karena saya yakin, setiap tindakan yang kita lakukan bermula dari apa yang kita pikirkan. Jika pondasi (mindset) kita kuat, maka badai dan hujan dalam hidup tak akan meruntuhkan bangunan kehidupan kita.
Pikiran melahirkan tindakan. Tindakan melahirkan kebiasaan. Kebiasaan melahirkan karakter. Karakter menentukan masa depan. 

Tuesday, November 10, 2015

Peperangan Yang Pertama dan Terutama

Peperangan pertama dan yang terutama (dan juga yang paling sulit) adalah perang terhadap diri sendiri. 
Terhadap ketakutan, 
kemalasan, 
kesombongan, 
keserakahan,
amarah


Kemenangan terhadap diri sendiri akan mendahului kemenangan terhadap tantangan hidup lainnya yang berasal dari luar diri sendiri. 

Sunday, November 8, 2015

Percaya kepada apa/siapa?

Sebagai seorang pemimpin, dalam memutuskan suatu hal tidak boleh berdasarkan pendapat/saran orang lain tanpa memperhatikan data/fakta/analisa pribadi si pemimpin. Tidak boleh. Mengapa? Karena setiap orang punya kepentingannya masing-masing dan motivasi yang seringkali hanya untuk keuntungan pribadi. Padahal seorang pemimpin bertanggung jawab untuk nasib semua orang yang dipimpinnya.

Oleh sebab itu keputusan harus berdasarkan data, fakta, dan anisis pribadi sebagai seorang pemimpin. Itulah keputusan yang akan adil bagi semua orang.

Sunday, September 20, 2015

Filosofi Rumus

Hari ini ketika mengikuti kursus tank inspector, saya diingatkan lagi untuk TIDAK sekedar menghafal rumus, tapi yang lebih penting adalah memahami filosofi rumus tersebut. Misalnya contoh rumus perhitungan thickness minimum localized thinned area dari rumus API 653 dibawah



Ketika menghadapi rumus tersebut, saya harus terlebih dulu menanyakan "Apakah rumus diatas make sense buat saya?".

Misalnya dalam rumus diatas, thickness minimum yang dibutuhkan untuk shell tanki bisa tetap dioperasikan, nilainya berbanding terbalik dengan S (stress maksimum yang diizinkan).

Apakah itu make sense?

Pikirkan lagi. Misalkan kalau seandainya suatu material pelat shell tipe "X" memiliki nilai S besar, artinya material pelat tersebut mampu menahan stress yang besar dan tidak mengalami kerusakan. Sehingga material tersebut hanya membutuhkan ketebalan yang lebih kecil saja dibandingkan material lain yang punya nilai S yang lebih kecil. Berarti logislah kalau nilai S besar, maka nilai t akan kecil dan sebaliknya.

Kemudian makna E, joint eficiency itu apa sebenarnya?

  • Analogi pertama. Ketika kita hendak membangun suatu jalur dengan jalan aspal yang punya kekuatan menahan beban hingga 10 ton. Lalu jalur tersebut akan melewati sungai, dan kita bangun jembatan dengan kekuatan menahan beban hanya 8 ton. Maka ketika kita hendak melewati keseluruhan jalur tersebut, kita HANYA akan memakai kendaraaan yang punya beban maksimal 8 ton saja.
  • Analogi kedua. Tetapi seandainya kendaraan kita tidak akan pernah melewati jembatan berkekuatan 8 ton tersebut, maka kita bisa memakai kendaraan hingga 10 ton.
  • Analogi ketiga. Lalu misalkan kekuatan jalan aspal 10 ton dan kekuatan jembatan kita desain 12 ton. Jika kita ingin melewati jalur tersebut, kita HANYA akan memakai kendaraan yang punya beban maksimal 10 ton, BUKAN 12 ton, karena kita tidak ingin jalan aspal kita jebol.

Jembatan yang menghubungi dua daratan tersebut ibarat joint antar shell tanki. Dari analogi tersebut kita tahu bahwa joint efiency tidak akan pernah lebih besar dari 1. Karena beban kendaraan maksimal kita tetap mengikuti jalan aspal 10 ton sekalipun jembatan kita desain 12 ton.

Sehingga untuk kasus korosi yang jauh dengan joint (jembatan-red) dimana jaraknya lebih besar dari 1 inch, maka E-nya 1(ingat analogi kedua).Tetapi untuk yang dekat dengan joint, maka nilai E nya mengikuti tabel 4.1 pada API 653.

Intinya, selalu pahami filosofi suatu rumus dan tanyakan pada diri sendiri apakah rumus itu make sense buat anda.

Saturday, August 1, 2015

What You Miss When You Take Notes on Your Laptop

Even in my relatively short foray into office life, I notice that few people bring a pen and notebook to meetings. I’ve been told that over the years, the spiral notebooks and pens once prevalent during weekly meetings have been replaced with laptops and slim, touch-screen tablets.
I suppose it makes sense. In a demanding new age of technology, we are expected to send links, access online materials, and conduct virtual chats while a meeting is taking place. We want instant gratification, and sending things after the meeting when you’re back at your desk feels like too long to wait. It seems that digital note-taking is just more convenient.
But is longhand dead? Should you be embarrassed bringing a pen and paper to your meetings? To answer these questions, I did a little digging and found that the answer is no, according to a study conducted by Princeton’s Pam A. Mueller and UCLA’s Daniel M. Oppenheimer. Their research shows that when you only use a laptop to take notes, you don’t absorb new materials as well, largely because typing notes encourages verbatim, mindless transcription.
Mueller and Oppenheimer conducted three different studies, each addressing the question: Is laptop note taking detrimental to overall conceptual understanding and retention of new information?
For the first study, the researchers presented a series of TED talk films to a room of Princeton University students. The participants “were instructed to use their usual classroom note-taking strategy,” whether digitally or longhand, during the lecture. Later on, the participants “responded to both factual-recall questions and conceptual-application questions” about the film.
The students’ scores differed immensely between longhand and laptop note takers. While participants using laptops were found to take lengthier “transcription-like” notes during the film, results showed that longhand note takers still scored significantly higher on conceptually-based questions. Mueller and Oppenheimer predicted that the decrease in retention appeared to be due to “verbatim transcription.”
.....results showed that longhand note takers still scored significantly higher on conceptually-based questions..
But, they predicted that the detriments of laptop note taking went beyond the fact that those with computers were trying to get every word down. In their second study, Mueller and Oppenheimer instructed a new group of laptop note takers to writewithout transcribing the lecture verbatim. They told the subjects: “Take notes in your own words and don’t just write down word-for-word what the speaker is saying.”
These participants also watched a lecture film, took their respective notes, and then took a test.
They found that their request for non-verbatim note taking was “completely ineffective,” and the laptop users continued to take notes in a “transcription like” manner rather than in their own words. “The overall relationship between verbatim content and negative performance [still] held,” said the researchers.
In a third study, Mueller and Oppenheimer confronted a final variable — they found that laptop note takers produced a significantly greater word count than longhand note takers. They wondered, “Is it possible that this increased external-storage capacity could boost performance on tests taken after an opportunity to study one’s notes?” So while the immediate recall on the lecture is worse for laptop note takers, do their copious notes help later on?
For this study, participants “were given either a laptop or pen and paper to take notes on a lecture,” and “were told that they would be returning the following week to be tested on the material.” A week later, they were given 10 minutes to study their notes before being tested.
And again, though the laptop note takers recorded a larger amount of notes, the longhand note takers performed better on conceptual, and this time factual, questions.
This final test clarified that the simple act of verbatim note taking encouraged by laptops could ultimately result in impaired learning. “Although more notes are beneficial, at least to a point, if the notes are taken indiscriminately or by mindlessly transcribing content, as is more likely the case on a laptop than when notes are taken longhand, the benefit disappears,” said Mueller and Oppenheimer.
the longhand note takers performed better on conceptual, and this time factual, questions
Though your days of cramming for tests may be over, you still need to recall pitches, dates, and statistics from meetings. That’s why we take notes in meetings.  And while there are plenty of ways to work smarter with digital tools, you may remember more if you leave the laptop or tablet at your desk and try bringing a notebook and pen instead.
Write your notes in your own words. It’ll encourage you to process and summarize what is being said rather than just regurgitating it
In addition to your mode of note taking, be extra aware of what you’re writing. Are you focusing more on recording what a speaker is projecting on a slide show, rather than actually listening to what is being said? Write your notes in your own words. It’ll encourage you to process and summarize what is being said rather than just regurgitating it.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Of course, not every meeting is the same, so you need to be able to distinguish what type of meeting you’re attending. Bring your laptop or tablet if you know you’ll need to just record a few key dates or a to-do list — and if you need access to materials or the internet. But keep in mind that meetings such as presentations, progress reports, and performance reviews contain information you need to stick. If you ditch your digital ways, and bring the pen and spiral notebook; your memory may thank you.

Source : https://hbr.org/2015/07/what-you-miss-when-you-take-notes-on-your-laptop

Monday, June 29, 2015

We have no idea what lies ahead..

Once upon a time there was a farmer who had only one horse, and one day the horse ran away. The neighbors came to condole over his terrible loss. The farmer said, "What makes you think it is so terrible?"

A month later, the horse came home--this time bringing with her two beautiful wild horses. The neighbors became excited at the farmer's good fortune. Such lovely strong horses! The farmer said, "What makes you think this is good fortune?"

The farmer's son was thrown from one of the wild horses and broke his leg. All the neighbors were very distressed. Such bad luck! The farmer said, "What makes you think it is bad?"

A war came, and every able-bodied man was conscripted and sent into battle. Only the farmer's son, because he had a broken leg, remained. The neighbors congratulated the farmer. "What makes you think this is good?" said the farmer.

- An eastern folklore -

Berapa kali kita terlalu cepat komplain akan hal-hal buruk yang terjadi pada kita/pada orang lain?

Misalnya ketika seorang lumpuh karena ditabrak oleh pengemudi yang mabuk, kita berkata "seandainya Tuhan mencegah hal buruk itu terjadi pada-Nya".
Kita tau apa sih tentang masa depan?
Mengapa kita tidak bersabar dan percaya penuh pada-Nya?
Bukankah rancangan-Nya bagi orang yang percaya adalah yang mendatangkan damai sejahtera (Yer 29:11).


Friday, April 3, 2015

Burung Merpati

Menarik mengamati bagaimana karakteristik seekor merpati yang diciptakan oleh Allah dan digunakan untuk melambangkan karakteristik ilahi.
  • Dalam Injil, Roh Kudus digambarkan seperti burung merpati (Matius 3:16-17).
  • Merpati merupakan burung yang setia kepada pasangannya sama seperti kesetiaan Allah kepada umat-Nya.
  • Merpati merupakan burung yang digunakan untuk membawa pesan sama seperti orang-orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus untuk membawa pesan kabar keselamatan bagi umat manusia
  • Dalam Alkitab, merpati juga digunakan sebagai korban sembelihan. Hal ini dimungkinkan bagi orang-orang yang miskin finansial sebagai pengganti domba yang harganya lebih mahal

Saturday, March 14, 2015

Keturunan Orang Benar : A Father's Legacy

Saat menonton video Pak Ahok ketika menyampaikan sambutan, saya kembali teringat dengan sebuah penelitian menarik yang disinggung oleh Pak Ahok dalam sambutannya tersebut. Penelitian tersebut adalah penelitian tentang keterkaitan antara bagaimana cara hidup seseorang mempengaruhi keturunan-keturunannya kelak. Penelitian dilakukan oleh cendikiawan Richard Dugdale dan Benjamin Warfield terhadap keturunan Jonathan Edwards dan Max Jukes yang hidup dalam era yang sama (abad 18).

Jonathan Edwards hidup dari tahun 1703 - 1758. Ia dikenal sebagai seorang penulis dan misionaris keliling yang berpengaruh. Dia telah menulis banyak buku dan membaktikan hidupnya untuk memberitakan injil. Sedangkan Max Jukes dikenal sebagai seorang pemabuk keras, memiliki sifat yang tidak stabil (bermalas-malasan dan bekerja jika ada dorongan).

Hasil dari penelitian tersebut membuat saya tersadarkan lagi bahwa cara hidup seseorang akan mempengaruhi kehidupan keturunan-keturunannya. Dari penelitian tersebut, keturunan-keturunan Jonathan Edwards banyak yang menjadi :
  • Profesor : sekitar 65 orang
  • Hakim : sekitar 30 orang
  • Pengacara : sekitar 100 orang
  • Ilmuwan : sekitar 60 orang
  • Rektor universitas : sekitar 13 orang
  • Tentara : sekitar 75 orang
  • Penulis : sekitar 60 orang
  • Gubernur dan menteri : sekitar 80 orang
  • Senator : 3 orang
  • Wakil presiden Amerika Serikat : 1 orang (Arron Burr)
Bahkan faktanya, Jonathan Edwards sendiri adalah anak dari Timothy Edwars seorang pendeta yang merelakan sebagian gajinya untuk anak-anak yang kurang mampu sehingga bisa bersekolah. Ibu dari Jonathan Edwards bernama Esther Stoddard yang merupakan putri dari seorang penginjil. Jadi dapat terlihat bahwa Jonathan Edwards benar-benar tumbuh besar dalam keluarga yang taat kepada Tuhan.

Di lain sisi, keturunan-keturunan Max Jukes banyak yang menjadi pemabuk, pencuri, pembunuh, dan terlibat dalam prostitusi. 

Tentu saja, sebagai manusia kita tidak bisa menghakimi Max Jukes. Kalau Tuhan memberikan anugerah-Nya, bisa saja ada orang dari keturunan Jukes yang berbeda dari kebanyakan keturunan Jukes. Berbeda dalam artian menjadi orang yang baik dan berdampak positif.

Tapi setidaknya, penelitian ini memberikan pelajaran penting bagi saya bahwa orang yang hidup benar dan takut akan Tuhan, akan meninggalka warisan (legacy) yang baik bagi keturunannya. Warisan itu tidak melulu soal uang. Yang lebih penting warisan itu berupa iman yang teguh, nilai-nilai hidup, dan prinsip hidup yang akan membentuk karakter seseorang.


"Orang benar yang bersih kelakuannya--berbahagialah keturunannya. (The just man walketh in his integrity: his children are blessed after him)
-Amsal 20:7-

"Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu"
-2 Timoteus 1:5-

Salah satu buku karangan Jonathan Edwards.




Friday, March 6, 2015

Kalau anda benar-benar percaya ada Tuhan..

Kalau anda benar-benar percaya ada Tuhan,

  • Anda yakin kalau hidup mati seseorang sudah diatur oleh-Nya. Kalau belum waktunya mati, tidak akan mati. Kalau waktunya mati, pasti mati. Manusia tidak berkuasa sedikitpun atas hidupnya.
  • Anda yakin bahwa segala sesuatu terjadi adalah karena rancangan Tuhan/seizin Tuhan.
  • Anda akan giat bekerja selama masih hidup karena Allah juga senantiasa bekerja.
  • Anda akan berani untuk hidup benar dan taat walaupun hal itu membuat seluruh dunia menolak anda.

Who is with me?

Dalam salah satu video yang masih terkait dengan kisruh APBD antara DPRD DKI dengan Pemda DKI (Gub.Ahok), Ahok tampak sedang memberikan pengarahan kepada para bawahannya (Camat, Walikota, Lurah, dll) setelah peristiwa mediasi yang gagal antara DPRD DKI dengan Gub Ahok.

Dalam pengarahan tersebut, Ahok menawarkan opsi kepada para bawahanya apakah memilih ikut dengan APBD versi DKI atau APDB versi e-budgeting Pemda DKI. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca di http://news.metrotvnews.com/read/2015/03/04/366311/kumpulkan-wali-kota-lurah-dan-camat-ahok-pilih-apbd-pemprov-atau-dprd.

Ketika Ahok menantang bawahanya untuk menentukan pilihan, saya jadi teringat kisah Musa yang menantang orang Israel yang saat itu membuat berhala patung lembu emas sebagai pengganti Allah. Saat itu, Musa sebagai pemimpin, tampil dan menantang orang Israel untuk memilih dengan bebas, apakah menyembah Allah atau menyembah patung lembu emas (Keluaran 32). Tentu setiap pilihan ada akibatnya.

Kadang kala, sebagai seorang pemimpin yang sudah menanamkan nilai-nilai dan visi kepada pengikut, anda perlu menantang pengikut anda untuk menentukan pilihan. Sehingga anda tahu, yang mana padi dan yang mana ilalang. Yang mana domba dan yang mana kambing.


Sunday, February 22, 2015

Tinggi hati = Rendah diri

Menurut pemahaman saya dan yang saya yakini, rasa rendah diri adalah sama dengan tinggi hati (kesombongan/keangkuhan). Mengapa demikian?

Ketika seorang menyombongkan dirinya, maka dia sangat sulit untuk memikirkan orang lain. Kita tidak punya waktu untuk mengasihi orang lain ketika kita hanya sibuk memikirkan diri kita sendiri. Aku paling hebat, aku paling pintar, aku paling berkuasa, dsb adalah wujud dari rasa sombong.

Rasa rendah diri juga sama halnya dengan kesombongan. Ketika anda rendah diri, yang anda pikirkan adalah hanya diri anda semata. Aku jelek, aku bodoh, aku tak berdaya, aku miskin, dsb adalah wujud dari rasa rendah diri.

Kesamaan yang lain adalah ketika anda merasa sombong ataupun rendah diri, anda tidak akan punya waktu untuk mensyukuri hidup anda. Mengapa harus bersyukur ketika anda merasa bahwa anda adalah pusat semesta ini dan anda hanya memikirkan diri sendiri.

Saya yakin, orang yang rendah diri akan cepat merasa sombong ketika sudah mendapatkan hal-hal yang dulu membuat diri rendah diri (karena dulu dia belum punya, misalnya uang). Begitupula orang yang sombong akan cepat merasa rendah diri ketika sudah kehilangan hal-hal yang dulu membuat dia sombong.

Ingat, kesombongan berarti kehancuran sudah dekat. Rendah diri juga berarti kehancuran sudah dekat.

Jadi, keep our feet on the ground. Diatas langit masih ada langit. Tidak ada manusia yang sempurna. Tetap bersyukur dan lakukan yang terbaik dalam hidup kita. Segala kemuliaan hanya bagi Allah.

Thursday, February 13, 2014

Apakah Tuhan Memegang Kendali?

Tentu saja Tuhan memegang kendali.


2. Bagaimanapun kinerja rohani kita, kita selalu bergantung kepada anugerah Allah. Ada hari ketika kita lebih sadar akan sifat berdosa kita sehingga kita lebih sadar pula bahwa kita butuh anugerahNya. Tetapi tidak pernah ada hari ketika kita bisa berdiri mantap mengandalkan kinerja kita sendiri ketika kita cukup layak untuk menerima berkat Nya. Jika berkat Allah bergantung kepada kinerja kita, berkat itu tentunya akan kecil sekali atau bahkan mungkin tidak akan mendapatkan berkat. Kita tidak dapat memperoleh berkat Allah melalui ketaatan kita tetapi hanya melalui anugerah didalam Yesus Kristus.

3. Berkaitan dengan nomor 2, banyak orang yang bukan pengikut Kristus yang ternyata sukses dari segi materi ataupun posisi jabatan.

4. Oleh karena itu semua, tentu saja, Tuhan memegang kendali atas semesta ini dan tentunya atas hidup saya. Dia sudah merencanakan yang terbaik. Janjinya dan kasihnya yang besar tetap selamanya.

5. Bersinarlah dimanapun kita berada. Bloom where you are planted.

Kehidupan Yang Banyak Berubah

Wow setelah menjalani 2 bulan lebih di perusahaan ini, berat badan saya sudah naik 7 kg. Sesuatu yang sulit saya alami ketika masih menjadi mahasiswa. Saya bersyukur bisa menjadi salah seorang karyawan BUMN terbesar ini. Perubahan hidup yang cukup drastis saya rasakan dalam diri saya. Dari semua segi baik sandang, pangan, dan papan, saya  mendapatkan fasilitas yang sangat baik. Saya beryukur untuk semua kebaikan Tuhan ini. Belum pernah seumur hidup saya mendapatkan kenyamanan hidup seperti ini.

Tetapi saya harus waspada dengan kenyaman hidup karena saya bisa saja lengah dan melupakan siapa pemberi ini semua. Saya harus ingat bahwa dulu nya saya ini tidak memiliki semua fasilitas dan kenyamanan hidup seperti ini. Saya harus ingat bahwasanya banyak orang yang belum bisa mendapatkan kenyamanan hidup dan peluang seperti ini. Saya harus ingat bahwa ada tanggung jawab yang besar yang mengikuti. Dan untuk itu saya harus selalu bersyukur dan giat.

Saya percaya tidak ada yang kebetulan. Bahwasanya saya memiliki misi kenapa saya ada di perusahaan ini. Semua tentu untuk kemuliaan nama Tuhan karena saya sebagai pengikut Kristus adalah duta Allah di bumi ini.

Saturday, January 25, 2014

Paradigma


  • Walaupun data real yang didapatkan oleh dua orang sama, tetapi paradigma mereka terhadap data real tersebut bisa berbeda. Misalkan gambar berikut :
Paradigma I : wanita yg sedang berinteraksi dengan kakek di dekat gerbang
Paradigma II : Gambar wajah seorang bangsawan tampak samping2.
  • Dari gambar diatas, tidak ada paradigma yang salah/benar karena memang masih sesuai data real. Tetapi seringkali paradigma kita akan menentukan hasil yang kita dapatkan dimasa depan. Sikap kita (paradigma) terhadap data real lah yang akan menentukan.
  • Misalkan ada 2 orang yang mengalami kelumpuhan kaki. Data realnya ialah kaki nya sudah lumpuh. Tetapi paradigma I melihat bahwa biarpun kakinya lumpuh, dia masih bisa melakukan banyak hal. Sedangkan paradigma II melihat bahwa tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. Dia larut dalam kesedihan dan lebih memilih mengasihani diri sendiri. Contoh Data real sama, namun paradigma berbeda! 
  • Paradigma adalah bagaimana cara pandang kita. It is a state of our mind!
  • Pembelajaran paling baik dalam Alkitab mengenai Paradigma adalah kisah 12 pengintai Israel (Bilangan 13).
  • Musa memerintahkan 12 orang para pemimpin dari 12 suku Israel untuk mengintai tanah Kanaan. Pengintaian itu untuk melihat bagaimana kondisi tanah Kanaan dan orang-orang yang ada disana. Tujuan mereka setelah pengintaian itu adalah untuk menguasai tanah Kanaan sehingga diharapkan ada rekomendasi berdasarkan data real di lapangan.
  • 12 orang pengintai berangkat selama 40 hari lamanya untuk mengumpulkan data real mengenai tanah kanaan. Lalu mereka kembali untuk melaporkan hasil pengintaian mereka serta memberikan rekomendasi langkah selanjutnya.
  • 12 pengintai sama-sama memaparkan data real yaitu bahwa tanah Kanaan adalah tanah yang sangat subur dan para penduduk disana sangat kuat. Tetapi paradigma mereka terhadap data real itu bertolak belakang. 10 pengintai berpikir bahwa mereka tidak akan mungkin bisa menguasi tanah Kanaan. Sementara 2 pengintai lain berpikir sebaliknya. Kedua pengintai lain yakin bahwa mereka bisa menguasai tanah Kanaan itu. Kedua paradigma berbeda berdasarkan data real yang sama ini akan membawa hasil yang berbeda bagi diri mereka sendiri.
  • Ke 10 pengintai memilih lebih baik mati ditanah mesir atau dipadang gurun daripada mati di tanah Kanaan. Mereka bahkan belum mencoba. Mereka tidak percaya akan janji Allah dan ke Maha Kuasaan Allah atas semesta ini. Mereka menyebarkan paradigma mereka ini kepada orang-orang Israel lainnya sehingga banyak orang yang tertular oleh mereka.
  • Bayangkan bila ada orang yang sudah berbuat banyak hal yang baik bagi dirimu, tetapi dia terus menerus tidak percaya pada mu. Anda tentu akan tersinggung dan marah. Allah juga murka atas ketidakpercayaan ke 10 pengintai tersebut. Allah sudah berbuat banyak hal dan melakukan banyak mukzizat dihadapan mata kepala mereka sendiri. Tetapi mereka tetap tidak mau yakin dan percaya.
  • Oleh karena itu penting untuk memiliki paradigma yang "benar". 
  • Paradigma yang benar terbentuk dari pengenalan kita akan Allah. 
  • Pengenalan akan Allah lahir dari disiplin rohani dan kualitas relasi kita dengan Allah. 
  • Lewat disiplin rohani dan kualitas relasi yang baik dengan Allah, kita akan menyadari bahwa Tuhan telah memberikan banyak anugerah dan berkatNya atas hidup kita selama ini. Bahkan rela memberikan Yesus Kristus untuk menebus dosa kita. Apa lagi yang tidak akan Dia berikan bagi kita?
  • Lewat pengenalan itu, kita akan memiliki paradigma dan sikap yang benar terhadap semua data real yang kita alami dan dapatkan dalam hidup ini.

Tuesday, January 14, 2014

Masuk Pertamina, Lalu Apa Selanjutnya?

Menjadi seorang karyawan Pertamina menjadi idaman banyak orang. Saya menjadi salah satu orang yang bersyukur karena diberikan kesempatan menjadi  calon karyawan Pertamina yang saat ini sedang dipersiapkan dalam kurun waktu 6 bulan untuk nantinya diangkat menjadi karyawan tetap.

Oleh karena itu, mengingat bahwa :
  1. Pertamina adalah BUMN penyumbang pajak dan deviden terbesar bagi Indonesia dan tulang punggung bangsa Indonesia.
  2. Pertamina bergerak di sektor energi yang berpengaruh besar bagi hajat hidup orang banyak
  3. Pertamina sudah memberikan banyak fasilitas kepada saya dengan harapan agar saya bisa belajar maksimal selama mengikuti program BPS.
  4. Peluang orang berkarakter jelek dan baik untuk menduduki posisi strategis itu sama besar.
  5. Minat saya yang tinggi di bidang energi
  6. Usaha yang besar untuk bisa masuk program BPS Pertamina.
  7. Harapan, dukungan dan doa orang-orang yang saya kasihi
  8. Menjadi peserta BPS Pertamina bukanlah sebuah kebetulan. Ini semua adalah bagian dari rencana Tuhan atas perjalanan hidup saya.
Maka saya tidak boleh bermain-main dan take it all for granted. Saya harus belajar, bekerja, lalu berkontribusi dengan maksimal di perusahaan ini. Saya ingin menjadi seorang yang memiliki dampak dan pengaruh besar dan positif melalui perusahaan ini.

Perjalanan 1000 mil dimulai dari 1 langkah... dan itu dimulai pada hari ini.

Simprug, Pertamina Learning Center
14 Januari 2014

Sunday, November 10, 2013

Selamat Hari Pahlawan!

Jika mengingat dan meneliti kembali sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, kita akan menemukan fakta bahwa :
  1. Perjuangan meraih kemerdekaan selalu digerakkan oleh tokoh-tokoh pemuda (bukan kakek nenek ataupun anak-anak). Pemuda!
  2. Perjuangan meraih kemerdekaan selalu digerakkan oleh kaum terdidik dan terpelajar.
Saya sebagai seorang pemuda dan sekaligus yang diberi kesempatan mengecap pendidikan yang baik seakan disentil oleh kedua fakta diatas. Harus disadari bahwa saya memiliki modal tenaga ala anak muda dan pikiran ala kaum terdidik untuk bisa membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Kepada siapa lagi bangsa ini menaruh harapan besar kalau bukan pada saya, anda, kita semua para pemuda yang terdidik.

Selamat Hari Pahlawan.
Semoga Ibu Pertiwi terus melahirkan para pahlawan yang terus berjuang di segala zaman dalam membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.

Bung Tomo, tokoh pemuda yang terdidik dan pejuang kemerdekaan Indonesia

Tuesday, November 5, 2013

If God Is Dead..

I ever watched a film titled "Abraham Lincoln : Vampire Hunter". Of course from the tittle we know that film is a kind of fiction. But there is an interesting statement i got from that film. In one scene, The antagonist character said that human is naturally "enslaved" by something, whether is a conviction, hunger for power, love, money, etc.

That statement make me think again the inevitable truth about human's nature that God himself create human with hunger for Him. If we look back in a history of human kind, ancient humans have some kind of sense of admiration or fear to thunder, big mountain, rock, tree, and so on. They worshiped it all. I think that is an evindence of our longing to God himself. Somewhere in our heart, we believe that there is a great power beyond us as a human that control all the universe. But as all human have sinned, we will never able to know Him correctly except He reveal himself to us. The imperfect will never reach the perfect one. It is only God who has the initiative to reach human, not the opposite.

In my humble opinion, i think the very basic of our hunger, is our hunger for love. We want to love and be loved simply because it will make us feel happy and joyful. Love is the basic human need. In love there is respect, charity, goodness, and meekness. Is not that what we are looking for in life? Christian faith said that God is Love. And it also means that we should need God. For God is love itself.

But, how if human choose to deny the existence of God?

Again, i think, it is not possible. If we deny God's existence, somebody/something must take His place, for we are created with hunger for Him. We must make gods for ourself if we chose to deny God.

Malcom Muggridge once said briliantly :
“If God is dead, somebody is going to have to take his place. It will be megalomania or erotomania, the drive for power or the drive for pleasure, the clenched fist or the phallus, Hitler or Hugh Hefner.”
 So please do not seek pleasure beyond God himself for there is no such thing ever existed. I belive, if we try to seek happines/joyful/pleasure beyond God, we will end up in regret. Human is created to be "enslaved" to God. Because He himself who created us. We will always hungry for Him. Of course for our own good. That is what i belive.