Friday, February 24, 2012

Yang Terlewatkan

Kemana kau s’lama ini
Bidadari yang kunanti
Kenapa baru sekarang
Kita dipertemukan

Sesal tak ‘kan ada arti
Karna semua t’lah terjdi
Kini kau t'lah menjalani
Sisa hidup dengannya

Reff:
Mungkin salahku… Melewatkanmu…
Tak mencarimu… Sepenuh hati…
Maafkan aku…

Kesalahanku… Melewatkanmu…
Hingga kau kini… Dengan yang lain…
Maafkan aku…

Jika berulang kembali
Kau tak akan terlewati
Segenap hati kucari
Di mana kau berada

Walau ku terlambat
Kau tetap yang terhebat
Melihatmu… Mendengarmu…
Kaulah yang terhebat

Sheila On 7 
- Band Indonesia Terbaik Versi Saya -

Wednesday, February 22, 2012

Bekerja seperti esok akan mati

"Bekerja lah seakan-akan anda akan mati besok hari, bermimpilah seakan-akan anda akan hidup seribu tahun lagi
Setidaknya ada dua orang tokoh yang paling saya ingat ketika mendengar kalimat bijak diatas. Pertama adalah Mantan Bos Apple yang baru saja meninggal, Steve Jobs dan kedua adalah Menteri BUMN kita saat ini, Bapak Dahlan Iskan.

Steve Jobs dan Dahlan Iskan adalah dua orang yang memiliki masalah kesehatan yang berat. Steve Jobs dulu pernah divonis hanya hidup beberapa bulan lagi karena mengalami kanker pankreas. Sementara itu Dahlan Iskan sudah divonis mengidap sirosis dan harus mengalami transplantasi hati. Kapanpun, kedua tokoh diatas harus selalu siap ketika ajal menjemput mereka karena kondisi kesehatan mereka.

Tapi mereka berdua memang dasarnya adalah orang-orang besar. Pejuang. Petarung. Dan Pemenang.
Menghadapi kondisi sulit dan dihadapkan dengan kematian yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu, mereka malah semakin bersemangat dalam pekerjaan nya. Kita bisa lihat bagaimana Steve Jobs dengan karya-karya luar biasa nya selama menahkodai Apple. Sungguh karya-karya yang sangat inovatif. Sebut saja ipod, iphone, dan  ipad. Semua karya-karya itu dihasilkan Jobs justru setelah dia mengetahui vonis dokter terhadap hidupnya yang tidak akan berumur panjang.

Dahlan Iskan juga mengalami hal yang serupa. Sebelum mengalami transplantasi hati, pak Dahlan sudah tahu bahwa keluarganya memiliki latar belakang usia yang pendek (ibu, kakak, dan paman-paman beliau meninggal dalam usia yang muda), dan bahwa pak Dahlan mengidap penyakit kanker hati. Tetapi justru ketika pak Dahlan menyadari bahwa usianya tidak akan lama, itu justru membuat dia bekerja sangat keras dan memberikan karya terbaik selama nyawanya masih ada. Setelah operasi transplantasi hati pun, pak Dahlan tentunya harus aware dengan kondisi tubuhnya. Dia bukan lagi orang yang "normal". Hati nya sekarang adalah cangkokan dan bukan tidak mungkin suatu saat terjadi hal-hal yang dapat merenggut nyawa beliau. Beliau sadar betul akan hal itu.

Steve Jobs dan Dahlan Iskan adalah orang-orang yang sadar sepenuhnya bahwa usia hidup mereka tidak lama lagi. Bahwa kapanpun maut bisa saja merenggut nyawa mereka. Tetapi hal itu justru semakin membakar semangat mereka untuk bekerja keras dan menorehkan karya-karya mereka selagi mereka masih diberikan kemurahan Tuhan untuk melihat sinar matahari pagi. Mereka menghargai, sangat menghargai setiap detik dalam hidup mereka dan wujud penghargaan dan syukur tersebut ditunjukkan mereka dengan bekerja keras dan bekerja sepenuh hati.

Mereka bekerja dengan berpikir bahwa hari esok mungkin mereka sudah mati. Jadi mari selagi ada waktu saya kerjakan apapun hari ini dengan sebaik mungkin.

Apa yg bisa kita petik dari hal ini?
Kematian adalah sebuah misteri. Tidak ada yang tahu kapan ajal menjemput bukan? Bisa saja 10 tahun lagi, 5 tahun lagi, 1 minggu lagi, atau bisa saja besok hari. Kita benar-benar tidak tahu.
Tapi selagi kita masih hidup, mari kita berikan yang terbaik, bekerja sepenuh hati dan penuh semangat. Menorehkan karya-karya luar biasa kita untuk diwariskan kepada anak cucu kita kelak. Menjadi inspirasi buat orang banyak yang melihat perjalanan hidup kita..

Hidup terlalu berharga untuk dijalani dengan biasa saja..

Takut Gagal

Saya baru sadar, bahwa ternyata saya masih punya rasa takut gagal. Saya siap menang tetapi tidak siap untuk kalah. Ketidaksiapan untuk kalah dan ketakutan akan kegagalan lah yang membuat saya tidak melangkah maju.

Logikanya, sama seperti opsi pak Dahlan ketika hendak melakukan transplantasi hati, bahwa :
- Jika dia tidak transplantasi hati, maka dia akan mati beberapa bulan lagi
- Jika dia transplantasi hati, maka dia mungkin hidup mungkin juga mati
Tapi pak Dahlan ambil resiko, dia bersedia transplantasi hati dengan segala konsekuensinya. Dia ambil opsi yang ada kemungkinannya untuk hidup yaitu transplantasi hati.

Hal itu juga berlaku buat saya,,
-Jika saya tidak maju, saya tidak akan pernah mendapatkannya
-Jika saya maju, saya mungkin mendapatkannya mungkin pula tidak mendapatkannya.

Saya akan maju. Saya akan bayar harganya. Ambil resikonya. Siap menang tetapi juga siap gagal. Disinilah diuji sekuat apa keinginan saya untuk mendapatkannya. Lagian, di dunia ini apa sih yang tidak ada resikonya? Saya menyeberang jalan saja ada resikonya. Saya mencolok ke stop kontak juga ada resikonya. Saya melangkah keluar rumah juga ada resikonya. Saya bahkan tidak keluar rumah juga ada resikonya.

Tidak ada yang salah dengan mencoba tetapi gagal, daripada tidak mencoba sama sekali, Saya lebih akan menyesali hal yang tidak saya lakukan daripada hal yang saya lakukan tapi gagal.
‘To try and fail is at least to learn; to fail to try is to suffer the inestimable loss of what might have been.’, 
If you plan for the best, prepare for the worst.

Oke, i take it. Let there be fight..

PA Kitab Ayub Pasal 1

Weekend PA Narasi yang berlangsung tanggal 19-20 Februari di Lembang telah memperlengkapi para peserta yang ikut dengan teknik penggalian Alkitab yang bersifat narasi (cerita). Sangat bermamfaat dan membantu. Hari ini saya mencoba menggunakan teknik tersebut untuk menggali kitab Ayub pasal 1.
Here it is..


OBSERVASI
Outline :
I   :  Kehidupan keseharian Ayub dan keluarganya ( Ayub 1: 1-4 )
II  :  Iblis meminta izin Tuhan untuk mencobai Ayub ( Ayub 1 : 6-12 )
III :  Cobaan demi cobaan yang dialami Ayub ( Ayub 1 : 13-19 )
IV :  Respon Ayub atas cobaan yang dialaminya ( Ayub 1: 20-22 )

Pertanyaan Dasar
Who : Tuhan, Ayub, Iblis, anak-anak Allah, 10 anak Ayub, orang Syeba
What : 7.000 ekor domba, 3.000 ekor unta, 1.000 lembu (500 pasang), 500 keledai betina, budak dalam jumlah yang banyak
Where : Di tanah Us
When : -

Selidiki Lebih Lanjut (Ask Think Link)
Outline I (Ayub 1 : 1-4)
Ask Area (pertanyaan yang bersifat mengumpulkan fakta-fakta eksplisit dalam Alkitab)
1. Dimanakah Ayub tinggal ?
- Di tanah Us di sebelah timur
2. Berapakah jumlah anak Ayub?
- 10 orang ; 7 laki-laki, 3 perempuan
3. Apa sajakah kekayaan Ayub?
- 7.000 ekor domba, 3.000 ekor unta, 1.000 lembu (500 pasang), 500 keledai betina, budak dalam jumlah yang banyak (orang terkaya di sebelah timur)
4. Bagaimana keseharian hidup Ayub dan anak-anaknya?
- Anak-anaknya biasa mengadakan pesta dirumah mereka
- Setiap kali pesta telah usai, Ayub memanggil mereka dan menguduskan mereka, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka
5. Bagaimana karakter Ayub?
- orang yang saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan
6. Apakah tujuan Ayub mempersembahkan korban bakaran?
- Untuk berdoa memohon pengampunan atas dosa-dosa yang secara sadar atau tidak sadar dilakukan oleh anak-anak Ayub

Think & Link Area (pertanyaan yang bersifat menggali lebih dalam)
1. Berapakah nilai kekayaan Ayub jika dirupiahkan?
7.000 ekor domba = 21 Milyar Rupiah (asumsi @ 3jt)
3.000 ekor unta = 45 Milyar Rupiah (asumsi @15 jt)
1.000 ekor lembu = 10 Milyar Rupiah (asumsi @10 jt)
500 keledai betina = 4 Milyar (asumsi @8jt)
ditambah budak-budak nya, kekayaan Ayub hampir mencapai 100 Milyar Rupiah!

Outline II (Ayub 1 : 6-12)
Ask Area (pertanyaan yang bersifat mengumpulkan fakta-fakta eksplisit dalam Alkitab)
1. Apa yang diminta iblis kepada Tuhan tentang Ayub?
- agar iblis diberikan kesempatan untuk mencobai kehidupan Ayub
2. Bagaimana penilaian Allah terhadap Ayub?
-  tidak ada seorangpun di bumi yang seperti Ayub demikian saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Ayub mendapatkan penilaian yang sangat baik dari Allah.
3. Apakah jawaban Allah terhadap permintaan iblis untuk mencobai Ayub?
- Allah memberikan izin kepada iblis untuk mencobai Ayub tetapi dengan syarat iblis tidak boleh mencabut nyawa Ayub dan tidak boleh memberikan sakit penyakit apapun kepada Ayub.

Think & Link Area (pertanyaan yang bersifat menggali lebih dalam)
1. Apa maksud kalimat iblis "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi"?
- artinya iblis senantiasa mencari orang-orang yang bisa untuk dijatuhkan kedalam dosa (Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya - 1 Petrus 5:8)
2. Apa maksud iblis ingin mencobai Ayub?
- untuk meruntuhkan iman Ayub kepada Allah
3. Apa perkataan iblis ketika hendak memohon untuk mencobai Ayub?
- iblis ingin membuktikan bahwa penilaian Allah terhadap Ayub keliru. Iblis ingin membuktikan bahwa iman Ayub terhadap Allah akan musnah seiring dengan musnahnya semua milik kepunyaan Ayub di bumi.
4. Apakah maksud Allah ketika berkata kepada iblis "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." ?
- Artinya Allah mengizinkan Ayub dicobai tetapi cobaan tersebut tidak boleh membuat sakit penyakit kepada Ayub dan sampai membuat Ayub meninggal
5. Apakah maksud iblis ketika berkata kepada Allah "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?"
- Artinya si iblis yakin bahwa Ayub beriman karena Allah memberkati Ayub dengan berkat kekayaan, keluarga, kesehatan, dan berkat-berkat lainnya. Dan iblis yakin bahwa Ayub akan kehilangan iman ketika dia kehilangan semua miliknya dibumi.

Outline III (Ayub 1 : 13-19)
Ask Area (pertanyaan yang bersifat mengumpulkan fakta-fakta eksplisit dalam Alkitab)
1. Apa saja pencobaan-pencobaan yang dialami Ayub?
- Semua harta miliknya habis dan tidak ada yang tersisa.
- Kesepuluh anaknya, semuanya mati
2. Bagaimana proses habisnya harta milik Ayub dan meninggalnya anak-anak Ayub?
- Orang-orang Syeba menyerang para penjaga lalu mencuri dan merampas lembu dan keledai-keladi milik Ayub
- Petir menyambar dan membuat kebakaran hebat yang membuat semua domba dan penjaga-penjaga mati.
- Orang-orang Kasdim menyerbu dan merampas unta-unta Ayub. Semua penjaga-penjaga dibunuh.
- Ketika sedang berpesta, angin ribut bertiup dan merobohkan rumah anak-anaknya. Semuanya mati.
3. Darimana Ayub mendapat kabar tentang musibah yang dialaminya?
- Dari penjaga nya yang masih hidup.

Think & Link Area (pertanyaan yang bersifat menggali lebih dalam)
1. Apakah peristiwa pencobaan Ayub itu berlangsung beruntun?
- Ya, semua pencobaan itu terjadi secara bersamaan

Outline IV
Ask Area (pertanyaan yang bersifat mengumpulkan fakta-fakta eksplisit dalam Alkitab)
1. Bagaimana reaksi Ayub ketika mendengar laporan dari para penjaga yang masih hidup?
- Ayub mengoyakkan jubah, mencukur kepala dan sujud menyembah
2. Apa perkataan Ayub ketika mendengar musibah yang menimpanya?
- Ayub berkata Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 

Think & Link Area (pertanyaan yang bersifat menggali lebih dalam)
1. Apa maksud mengoyakkan jubah dan mencukur kepala?
- itu artinya menunjukkan ekspresi kesedihan yang amat mendalam (Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah! Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul, sebab TUHAN telah menolak dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!- Yeremia 7:29)

INTERPRETASI 

Prinsip-prinsip kebenaran yang bisa ditarik
  1. Seorang suami sebagai kepala keluarga harus memiliki iman yang kuat dan bertanggung jawab membawa keluarganya untuk tetap memiliki relasi yang erat dengan Allah.
  2. Orang-orang yang memiliki iman yang kuat kepada Allah akan diberkati oleh Allah. (Outline I)
  3. Tidak ada sesuatu hal pun (kebaikan atau kemalangan) yang terjadi dalam hidup kita di luar kehendak Allah (Outline II)
  4. Hari terburuk dalam hidup kita tidak akan sedemikian buruknya sehingga Allah tidak dapat menolong kita. Hari terbaik dalam hidup kita tidak akan sedemikian baiknya sehingga kita tidak butuh pertolongan Allah. (Outline III)
  5. Allah adalah pemilik segala sesuatu. Tidak ada yang kita miliki yang tidak kita terima dari Allah. (Outline IV)
APLIKASI

Penerapan prinsip tersebut dalam kehidupan saya :

Beberapa hari terakhir ini, semua berjalan normal dan saya menjalani kehidupan ini dengan kekuatan saya sendiri. Dengan cara berpikir saya sendiri. Tidak menyertakan Tuhan. Tidak meminta hikmat Tuhan. Karena sikap bandel saya tersebut, saya kena getahnya dan mengalami salah satu hari terburuk dalam hidup saya. Tetapi prinsip ini mengingatkan saya bahwa saya harus tetap mengandalkan Tuhan, memohon hikmat dan pertolongan Tuhan tidak hanya dalam kondisi buruk, tetapi juga dalam kondisi terbaik saya.

Tuesday, February 21, 2012

Lagu-lagu PMK

Masuk dalam persekutuan mahasiswa adalah anugerah yang besar buat saya. PMK OH telah banyak berkontribusi dalam pembentukan watak dan cara berpikir saya.

Di PMK OH, saya juga dikenalkan dengan banyak lagu-lagu baru yang biasanya dinyanyikan dalam persekutuan. Dan ini adalah lagu yang paling saya sukai dari segi lirik dan musiknya.

Hallelujah Anyhow (BLP 407)

Hallelujah anyhow (Hallelujah anyhow)
Never, never, ever let your troubles make you down (make you down)
When your hard times come your way
Just raise your hands up high and say "Hi"
Hallelujah anyhow

Sunday, February 19, 2012

Insight baru dari Kuliah OMPI

Hari sabtu pagi 18 Feb 2012, saya mendapatkan sebuah insight baru dari mata kuliah OMPI (Organisasi Manajemen Perusahaan Industri) yang diajarkan oleh salah satu dosen terbaik versi saya yang pernah mengajar saya selama 4 tahun berkuliah di ITB.

Satu buah kalimat yang sangat membuat saya tersadar dan setuju adalah kalimat yang dikatakan oleh dosen saya berikut :
Untuk mencapai efektivitas dan efisiensi kerja, KEWENANGAN harus seimbang dengan TANGGUNG JAWAB.
Sekedar info bahwa yang dimaksud dengan efisiensi adalah tingkat pengelolaan sumber daya yang ada dalam mencapai tujuan. Jika kita bisa menghemat sumber daya tanpa mengurangi kualitas target kita, maka pekerjaan kita tersebut memiliki efisiensi yang tinggi. Singkat kata efisiensi adalah doing the things right.
Sementara itu efektifitas adalah tingkat keberhasilan kita dalam mencapai target. Jika target kita tercapai maka pekerjaan kita disebut efektif. Singkat kata efektivitas adalah doing the right things.


Mungkin gambar berikut bisa membantu untuk memahami perbedaan antara efektivitas dan efisiensi.




Terhadap isu ini, saya ingin memberikan contoh tentang peristiwa dimana Bapak Dahlan Iskan diminta oleh Presiden untuk menjadi Dirut PLN.

Ketika Pak Dahlan diminta untuk menjadi Dirut PLN, kondisi PLN saat itu begitu jelek. Krisis listrik terjadi dimana-mana dan rasio elektrifikasi yang masih rendah di Indonesia (masih banyak yang belum dapat listrik). Presiden SBY dan PLN kerap kali menerima cacian dan makian terhadap kondisi listrik yang begitu jelek waktu itu. Dengan kondisi PLN yang jelek itu, pak Dahlan diminta untuk menjadi Dirut PLN dengan tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi PLN.

Dan disinilah letak kejeniusan Pak Dahlan. Inilah bagian yang menjadi pembelajarannya.
Begitu pak Dahlan diberikan tanggung jawab yang besar tersebut, pak Dahlan langsung meminta diberikan sebuah kewenangan. Kewenangan itu ialah kewenangan untuk memilih sendiri jajaran direksi di PLN. Jika kewenangan itu tidak diberikan Pak Dahlan tidak bersedia menerima tanggung jawab menjadi Dirut PLN. Sebagai info, pak Dahlan adalah Dirut BUMN pertama yang diberikan kewenangan seperti itu sejak negara ini merdeka tahun 1945 (wow!).

Lalu mengapa beliau meminta diberikan kewenangan tersebut? Tujuannya hanya satu. Pak Dahlan ingin membentuk jajaran direksi yang kompak pilihannya sendiri untuk menahkodai perusahaan BUMN kedua terbesar di Indonesia tersebut. Pak Dahlan tidak ingin ada direktur-direktur PLN yang dipilih oleh orang lain selain dirinya sendiri. Pak Dahlan ingin menghindari intervensi pihak asing terhadap pemilihan direksi yang berusaha mencari keuntungan pribadi yang pada ujungnya merugikan PLN sendiri dan Pak Dahlan secara tidak langsung. Jika jajaran direksi kompak, permasalahan seberat apapun pasti bisa dilalui. Pak Dahlan tahu, untuk bisa menjalankan beban tanggung jawab yang diberikan padanya, kekompakan jajaran direksi PLN adalah syarat pertama yang harus dipenuhi terlebih dulu.

Dari kasus tersebut kita bisa melihat kejelian Pak Dahlan dalam meminta wewenang ketika beliau diberikan tanggung jawab oleh Presiden SBY untuk menjadi Dirut PLN. Dia berusaha menjaga agar tanggung jawabnya seimbang dengan kewenangan yang diberikan juga kepada nya sebagai seorang Dirut PLN.

Lalu apa aplikasinya buat saya. Dari isu ini, saya punya prinsip baru : Jika suatu saat saya diminta untuk menanggung jawabi sebuah hal, maka saya perlu tahu kewenangan yang diberikan kepada saya. Bukan apa-apa, saya hanya ingin agar tanggung jawab itu nantinya bisa saya jalankan dengan baik dan memuaskan orang-orang yang sudah mempercayakan tanggung jawab tersebut.

Thanks buat kuliah OMPI dan tentunya buat tokoh yang paling saya kagumi, Pak Dahlan Iskan.

Harry Panjaitan
Menteri ESDM*

in progress